
Devi yang sudah memghilang beberapa bulan membuat ayah terus hawatir,
di saat yang bersamaan Dewi yang merasa kan kontraksi akan segera melahir kan,
Ibu menggenggam tangan Dewi, ia berbisik untuk selalu istifar, Dewi yang merasa kan sakit yang begitu hebat, membuat badan nya menjadi semakin lemah, dokter menyaran kan Dewi untuk mengguna kan infus, namun Dewi menolak, ia selama ini takut akan jarum suntik membuat nya tidak ingin mengguna kan alat infus,
kesakitan Dewi semakin menjadi-jadi di saat itu masih pembukaan yang ke enam, namun Dewi sudah tidak tahan lagi, ia meminta dokter melakukan penggunting ngan, Dokter yang mendengar hal tersebut berkata, ' Tidak bisa ibu, ini masih ada empat pembukaan lagi, jika di lakukan pengguntingan akan mengeluar kan banyak darah '.
Dokter pun memanggil suami Dewi untuk menemani Dewi, melihat kondisi Dewi membuat Bima tidak berani menatap, ia hanya bisa memegang tangan Dewi sambil duduk di pojok menatap dinding. Dewi yang kelihatan semakin pucat, dan tidak bertenaga membuat Bima semakin takut, Dokter pun menyaran kan Bima menyuapi Dewi minum dan jangan membiar kan Dewi menutup mata.
Setengah jam berlalu, Anak pertama pasangan Bima dan Dewi telah lahir, bayi lucu dan cantik ini menangis ketika tali pusar yang melilit leher nya di lepas,
setelah di bersih kan, Bima pun mengazani nya, Mereka sangat bahagia, mendapat kan seorang putri yang cantik dan lucu.
Tidak lama kemudian keluarga dan saudara semua datang menghampiri anak mereka, semua berkata, ' Mirip ibu nya sekali, gx ad sedikit pun ayah nya ' , (Sambil tertawa). Dokter menganjur kan Dewi dan bayi nya untuk menginapa selama dua hari, untuk memasti kan tidak ada kesalahan pada bayi mereka.
Disaat bersamaam Ibu menerima telfon dari kantor polisi indinesia, ia memberi tahu Ibu bahwa sekarang Devi ada di pos nya, dan meminta seorang keluarga menjemput nya, Ibu pun meminta bantuan pada Bima, karena hanya dia yang sorang pria yang berada di sekitar Ibu, setelah itu Bima pun menghubimungi Devi, untuk menanya kan alamat yang harus ia kunjungi,
Devi berhasil di bawa pulang, ia pum mencerita kan semua hal yang ia alami , ' Aku menyesal Ibu, karena dia aku masuk penjara, setiap hari di siksa, makan nasi dan air putih saja, sepanjang hari aku di jemur hanya karena masalah kecil '. (Sambil Menangis).
__ADS_1
Ibu yang mendengar pun merasa kan kesedihan Devi, ia memeluk Devi dan berkata,
' Jadi kan ini semua sebagai pelajaran, jangan kamu ulangi lagi, ayah mu telah menghawatir kan mu selama ini, minta maaf sama ayah mu'.
Devi pun menelfon ayah nya, ayah hanya berkata, ' ingat kesusahan itu, jangan pergi dan bergaul dengan sembarang orang lagi '.
Semua menyangka Devi benar- benar telah menyesal dan melupa kan Ezza,
Namun semua itu tidak berlangsung lama,
Hanya lewat satu minggu,
ayah nya baru mengetahui bahwa Devi lembali pada Ezza, setelah teman Devi menghubungi ayah Devi, ia mengatakan Devi telah membawa pergi uang ny.
Setelah mendengar perkataan itu, Ayah memutus kan untuk tidak memperdulikan Devi ia berkata, ' aku sudah memperingati anak itu, dia mau nya begitu, biar kan saja, jangan di urus lagi, '.
Devi yang pergi secara diam-diam membuat orang tua nya, enggan memperduli kan nya lagi.
Devi tidak menyadari bahwa kepeergian yang ke dua kali nya ini, akan membuat dia menderita dan tidak dapat kembali lagi,
__ADS_1
karena ia tidak memiliki pasport membuat nya harus diam selalu di dalam kos'san nya, dan di saat bersamaan Ezza yang tidak memiliki pekerjaan hanya bisa terus bergantung dengan uang yang Devi miliki.
Sebulan berlalu Devi mulai merasa kan susah nya di negri orang, ia mulai kesulitan uang, orang tua nya enggan membantu nya, karena hal tersebut ia menjadi semakin sering bertengkar dengan Ezza,
Ezza yang tidak memiliki pekerjaan dan usaha narkotika nya di tutup sehingga tidak memiliki penghasilan, membuat ia semakin menjadi sasaran amarah Devi.
Semakin sulit nya keuangan, Devi menuntut Ezza untuk terus mencari uang, semakim hari Devi semakin sulit bahkan uang kos nya pun belum ia bayar bulan ini, Devi pun semakin menjadi pemarah, ia terus menyalah kan Ezza karena tidak bisa mengurus nya.
Karena sering di bentak dan sering berkelahi, akhir nya Ezza meninggal kan Devi, Devi yang di saat itu tidak punya terlalu banyak teman dan tidak terlalu akrab dengan semua, membuat nya menjadi hampir gila, ia menangis setiap malam karena Ezza pergi,
ia ingin pulang namun tidak ada yang bisa membantu nya,
uang pun ia tidak punya, akhir nya ia memutus kan kabur dari kos'an nya, karena ia tidak dapat membayar uang kos nya.
Setelah mendengar kabar Devi, orang tua nya melakukan cara apa pun membantu Devi, karena Devi terus memohon agar di bantu untuk pulang,
namun sebenar nya di dalam hati Devi tetap memiliki kebimbangan, ia terus meminta agar dapat di bantu pulang namun semua itu hanya ucapan, di dalam hati nya ia enggan untuk pulang ia masih terus menanti Ezza.
Hingga tiba di saat ia lari dari kos'an nya tiba-tiba Ezza pun datang membawa nya ke tempat bandar narkoba, ia berkata kepada Devi, 'lebih baik disini dari pada di jalanan '.
__ADS_1