
' Hari berikut nya '
Setelah acara tujuh bulan seleaai terlaksana kemarin,
hari ini Bima dan Dewi berencana membawa Debi untuk jalan-jalan ke mall,
sambil membeli benerapa kebutuhan Debi,
di saat Dewi sedang mengantri di kasir pembayaran, ia melihat Indah bersama
laki-laki lain, ia segera bergegas pergi menuju suami nya,
karena tidak ingin sampai berpapasan dengan Indah, dia mengajak Bima untuk segera pulang dan membatal kan rencana berbelanja dan jalan-jalan di mall.
Bima yang melihat Dewi begitu terburu-buru membuat nya penasaran,
ia pun bertanya pada istri nya, ' Kenapa dek, kok gx jadi belanja nya?? '.
Dewi mencerita kan apa yang di lihat nya dan berkata, ' Suasana akan terasa canggung kalau adek sampe berpapasan sama si Indah itu mas '.
Sesampai di rumah, Dewi segera memesan makanan cepat antar, sebelum nya mereka berencana makan di mall sehingga Dewi di menyiap kan bahan makanan di rumah,
karena rencana mereka batal, mereka terpaksa untuk memesan makanan yang di jual online.
Batal nya rencana hari ini, membuat Dewi kecewa, ia ingin sekali jalan-jalan sambil shopinh di mall, namun karena hal itu dia jadi enggan untuk ke sana lagi,
Bima yang melihat ekpresi Dewi yang terus cemberut,
membuat nya segera menawar kan untuk jalan-jalan sore hari di taman,
karena ia tahu, sedikit nya waktu luang yang ia miliki, sehingga tidak dapat setiap saat berjalan-jalan santai.
Dewi meng iya kan ajakan suami nya, dan ia pun mulai tersenyum lagi,
di saat bersamaan, driver govood nya sudah sampai di depan rumah nya,
Dewi segera bergegas membuka pintu, di saat hendak keluar ia melihat sekilas suami Indah menatap ke arah nya, dengan cepat ia mengambil pesanan dan menutup pintu.
Sambil menyiap kan makanan, yang baru ia pesan, Dewi pun mulai mengata kan kepada suami nya, bahwa ia selalu merasa ada yang aneh dengan tatapan suami Indah itu membuat ia menjadi risih jika harus keluar rumah,
Suami Indah akan selalu menatap ke arah Dewi jika saat melihat, meski pun di saat bersamaan ad istri nya di samping nya,
suami Dewi berfikir untuk mulai mengawasi suami Indah tersebut,
agar tidak membuat istri nya risih terus menerus.
__ADS_1
' Sore hari '
Dewi dan Bima bersiap-siap untuk segera pergi, Debi yang baru terbangun dari tidur nya membuat Dewi tidak perlu hawatir lagi dengan putri nya yang akan merasa risih jika di saat ngantuk,
mereka terlihat sangat senang, sudah lama mereka tidak pernah berjalan-jalan santai,
mereka memghabis kan waktu sore dengan bermain di taman hiburan kota, dengan tersedia nya banyak pilihan permainan dan toko makanan serta toko minuman,
membuat mereka dan pengunjung lain merasa kan kebahagian,
setelah Dewi puas berjalan-jalan dan mencoba beberapa permainan, ia mulai merasa lelah,
Bima yang sepanjang jalan menggendong Debi pun merasa kan lelah,
mereka memutus kan untuk istirahat di kedai bobel.
Disaat Bima pergi memesan beberapa makanan dan minuman, ia melihat suami Indah dan seorang perempuan,
Bima segera bergegas mengalih kan perhatian Dewi agar tidak melihat ke arah mereka,
Bima tidak ingin Dewi merasa risih jika berpapasan dengan suami Indah.
Makanan dan minuman yang di pesan telah datang, Dewi pun mulai membuat kan sufor untuk Debi,
suami Indah bermaksud menyapa mereka berdua, dan memperkenal kan istri pertama nya.
Bima mengetahui bahwa Dewi mulai merasa risih dan mulai tidak enak,
karena suami Indah yang terus menatap nya,
Bima bergegas membayar pesanan nya dan berpamitan kepada dua orang itu,
Bima membawa istri dan anak nya pulang, karena tergesa-gesa saat ingin pulang,
mereka melupa kan makanan yang sudah mereka pesan bungkus,
Dewi pun segera meminta Bima berhenti di super market untuk membeli beberapa bahan masak kan.
Bima mulai membeli sayur dan lauk yang ia ingin kan hari ini untuk makan malam,
di saat ingin melaku kan pembayaran, ada seorang kasir wanita yang terus menatap ke arah Bima,
wanita itu berfikir, ' Tuhan mungkin ini pria yang kau siap kan untuk menjadi jodoh ku, terima kasih tuhan, ganteng banget
( Sambil tersenyum ).
__ADS_1
ia tidak mengetahui jika pelanggan tersebut telah memiliku Istri dan Anak.
Setelah usai transaksi pembayaran Bima segera menghampiri istri nya dan bergegas pulang ke rumah, di saat bersamaan wanita kasir itu masih tetap memikir kan Bima,
ia penasaran dengan alamat dan nomor handphone Bima,
dari saat itu wanita kasir tersebut, terus berjaga setiap hari, ia ingin bertemu kembali dengan Bima, agar dapat mengetahui alamat Bima.
Banyak teman dari kasir itu telah menasehati nya, agar jangan gegabah, karena mereka yakin Bima telah menikah,
mereka berkata, ' Pasti dia sudah menikah, di jari manis nya aja udah ada cincin tuh, kamu jangan berfikir untuk menganggu cowo itu lagi '.
Ningsih yang merupa kan nama dari kasir itu, tidak menghirau kan perkataan teman nya, ia berkata, ' Bisa aja itu cuma hiasan tangan, kan belum di coba, ya pasti akan belum tahu, ( Sambil tertawa ).
Semua teman kerja nya hanya bisa berdiam melihat tingkah Ningsih, karena Ningsih tidak ingin mendengar kan perkataan siapa pun.
Minggu depan adalah acara pekan raya di komplek Bima dan Dewi menetap,
Bu Rt mengundang mereka untuk berpatisipasi di dalam acara,
Dewi yang harus terus menjaga Debi, meminta Bima untuk ikut sendiri di acara pekan raya itu,
karena acara yang pasti akan ramai di datangi semua orang,
membuat Dewi tidak mungkin bisa hadir dengan membawa Debi.
Bu Rt mulai mendata nama-nama yang akan hadir di dalam acara,
disaat bersamaan Ningsih yang merupa kan keponakan dari Bu Rt itu,
melihat nama Bima di dalam daftar hadir untuk acara pekan raya itu,
Ningsih pun mulai menyalin alamat Bima,
sekarang ia mengetahui bahwa Bima adalah orang yang tinggal satu komplek dengan nya,
ia bermaksud ingin bertamu ke rumah Bima dengan alasan silaturahim antar tetangga.
Ia tidak bertanya pada bu Rt (Tante nya), tentang Bima, sehingga tetap tidak mengetahui jika Bima telah memiliki seorang Istri dan seorang anak,
ia hanya terus berpegang teguh dengan pendirian nya, bahwa Bima adalah jodoh yang di persiap kan tuhan untuk nya,
dan sudah pasti akan menjadi pasangan nya,
ia tidak pernah meeragu kan pemikiran nya, karena sifat keras kepala dan sifat egois yang ia miliki.
__ADS_1