Kehidupan Dewi

Kehidupan Dewi
17. Malam


__ADS_3

Pukul 21.30, Suami nya pun pulang ke rumah nya, ia meminta suami untuk membersih kan diri terlebih dahulu dan ia akan menyiap kan makan malam untuk suami nya.


Dewi :" Mas pasti capek, mas mau makan apa malam ini??


Bima :" Apa aja boleh, masakan adek yang paling top ndess deh (Sambil tersenyum)


Dewi mulai menyajikan makanan di atas meja makan, dan memanggil suami nya untu mulai makan malam, Suami nya melihat istri nya yang murung dari awal ia pulang bekerja, mulai bertanya ke pada iatri nya.


Bima :" Kamu kenapa, kok murung terus dari tadi??


Dewi :" Gx kok mas, mungkin karena aku baru bangun tidu aja x.


Bima :" Hmmm... kalau ada masalah kasi tau mas ya dek, jangan si pendem sendiri.


Dewi :" Iya mas ku sayang, yuk mupai makan nya adek laper nih ( Sambil tersenyum ).


Bima masih tetap dengan pemikiran nya, ia merasa Dewi menyembunyi kan sesuatu di dalam pemikiran nya, yang membuat istri nya merasa kan sedih,


ia ingin bertanya lagi namun tidak ingin mekmaksa kan istri nya untuk berbicara, ia tidak ingin melihat istru nya lebih murung lagi.


Setelah makan malam selesai, mereka berdua menghampiri putri mereka, di saat bersamaan putri kecil mereka telah terbangun dari tidur nya, mereka pun mulai bercanda gurau bersama-sama saling membuat tawa satu sama lain,


Indah yang baru pulang dari acara kumpul teman-teman nya mendengar suara canda tawa keluarga Dewi,


ia pun menghampiri rumah Dewi dan mengetuk keras pintu rumah nya, Bima pun membuka pintu dan berkata.


Bima :" Ada apa ya mbak Indah??


Indah :" Suara kalian ribut banget tahu, kedengeren sampe telinga aku, uda malem masih aja ketawa-ketawa, gangguin orang aja.

__ADS_1


Bima :" Maaf ya mbak, saya akan meminta istri saya untuk tidur, maaf sekali lagi uda memganggu mbak.


Indah pun pergi pulag ke rumah nya, Bima yang masuk melihat istri nya yang sudah berdiri di balik pintu rumah nya, Dewi yang mendengar perkataan Indah dari awal hingga akhir pun berkata.


Dewi :" Kok aku makin kesel am keluarga itu, jelas banget dari penampilan nya ia baru pulang, tapi kok malah menegur kita menganggu nya, gila x ya tu perempuan.


Bima :" Udah dek, di biarin aja, gx usah di ladeni, mending tidur aj yuk, uda larut juga ini.


Dew****i****:" Uh.. kesel gx suami gx istri sama-sama nyebelin banget.


Mereka pun memutus kan tisur, dan akan melupa kan kejadian yang berhubungan dengan tetangga baru nya itu.


Dewi yang kelelahan seharian ini tertidur sangat pulas, ia tidak mendengar jeritan anak nya, suami nya yang terbangun saat itu enggan membangun kan iatri nya, ia merasa tidak enak jika harus menyuruh istri nya mengurus anak nya yang terbangun,


ia pun memutus kan untuk menenang kan putri nya, sambil membuat kan putri kecil nya sufor ia pun terus menimang-nimang putri nya itu, agar tidak menjerit dan membuat istri nya bangun,


Karena sedikit nya asi yang dimiliki istri nya, mereka pun menyiap kan sufor untuk tambahan pendamping putri nya, jika putri nya tidak merasa cukup kenyang dengan asi.


di saat bersamaan Dewi yang terbangun untuk buang air kecil, setelah melihat tempat tidur nya, ia pun tersadar jika suami nya tidak ada di samping nya, ia bergegas untuk keluar kamar untuk mencari suami, Dewi menemu kan suami nya yang sedang duduk sambil memggendong putri mereka, ia menghampiri suami nya dan berkata.


Dewi :" Kenapa gx bangunin adek aja mas, kasian mas uda capek gitu, sini Debi nya, mas tidur aja ya.


Bima :" Mas kasihan lihat adek, lelap banget tidur nya, jadi gx tega mau bangunin, y ud yuk kita tidur, Debi juga uda tidur nih abis mas kasi sufor tadi.


Mereka pun melanjut kan tidur, disaat mereka sedang tertidur, terdengar suara teriakan yang amat keras, putri kecil mereka pun menangis kembali, Dewi segera menemui Debi dan Bima pun bergegas untuk mengintip keluar cendela,


ia melihat sepasang suami istri yang tinggal di depan rumah nya, Bima ingin keluar untuk menghentikan pertengkaran suami istri tersebut, namun Dewi memberi tahu Bima


, ' jangan ikut campur, itu urusan rumah tangga mereka, mas tidur aja, Debi juga uda mulai mau tidur lagi '.

__ADS_1


Pukul 03.30 subuh, Dewi dan Bima masih belum dapat tertidur lelap, keras nya suara teriakan Indah dan suami nya membuat putri kecil mereka sering terbangun,


Setengah jam kemudian keributan pun mereda, suara-suara teriakan mulai hilang, Bima pun bergegas mengintip di jendela, ia melihat ad mobil polisi dan warga di depan rumah mereka,


Bima pun berfikir, ' mungkin ada yang mepapor ke bu Rt dan polisi, karena suara ricuh yang merekq buat '.


Setelah tenang Dewi dan Bima melanjut kan tidur mereka, karena Debi juga sudah tertidur pulas.


Hari semakin tenang, mereka tertidur dengan sangat pulas nya, hari yang melelah kan membuat mereka ingin terus beristirahat sejenak, subuh yang penuh ricuh, berakhir dengan kesunyian,


pagi pun mulai menjelang, namun mereka masih tetap tertidur pulas.


Pagi hari, Dewi dan Bima masih tertidur pulas, Debi yang terbangun sendiri bermain-main dengan mainan gantung berwarna merah, yang ada di sebelah nya, mendengar suara lonceng mainan Debi, Dewi pun terbangun ia bergegas melihat jam di handphone nya,


waktu menunjuk kan pukul 09.00,


ia pun terkejut segera bergegas menyiap kan sarapan dan mulai membangun kan suami nya untuk bekerja.


Bima juga mulai bergegas bangun untuk mandi dan sarapan sebelum bekerja menjadi ojol,


mereka berdua lupa dengan Debi yang berada di tengah tempat tidur mereka,


di saat selesai mandi Bima melihat Debi yang berada di pojok tempat tidur, mereka berdua lupa untuk memberi pembatas pada Debi di saat mereka tidak ada di kamar,


Bima memutus kan membawa Debi keruang makan, agar Debi tidak bermain sendiri di tempat tidur,


Dewi mulai menyajikan sarapan untuk Bima, di saat bersamaan ia bercerita tentang Debi yang berada di pojok tempat tidur,


karena hal tersebut, Bima memutus kan untuk membuat pembatas di semua sisi tempat tidur, agar di saat tidak ada orang yang menemani Debi di kamar , dia akan tetap aman, Dewi menyetujui perkataan suami nya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian, Bima bergegas bersiap-siap untuk bekerja, Dewi mengantar kan Bima hingga depan pintu rumah saja, karena ia tidak ingin berpapasan dengan tetangga depan rumah mereka,


setelah Bima pergi bekerja, Dewi pun bergegas menutup pintu, dan menemani Debi untuk bermain sebentar.


__ADS_2