Kehidupan Dewi

Kehidupan Dewi
27. Ketahuan (4)


__ADS_3

Di saat menerima laporan dari tetangga di sebelah rumah Dewi,


Bu Rt pun segera memghubungi no telvon Bima,


ia berkata, ' Halo pak, saya bu Rt, pak Bima ini lagi di mana ya, apa lagi pergi sama istri nya pak??, kok Ibu sama Bapak biarin anak nya sendirian di rumah sih pak, tdi nangis hampir jatuh, untung ada warga saya yang nyamperin rumah bapak, sekarang cepetan dateng ke rumah saya ya pak, kasian anak nya nangis terus soal nya '.


Di saat bersamaan Bima yang baru saja sampai di parkiran rumah sakit, langsung kembali untuk menyala kan mobil nya, ia memberi tahu Aldo tentang keadaan di rumah nya, ia meminta Aldo pergi mengawasi pesien wanita itu sendiri, dan bergegas memeriksa CCTV di depan rumah.


Setengaj jam kemudian, Bima sampai di depan rumah Bu Rt, ia meminta untuk membawa putri nya pulang, Bima juga meminta tolong ke pada bu Rt, untuk melapor ke pada polisi, mengenai istri nya hilang,


di saat bersamaan Aldo menelvon Bima dan berkata.


Aldo :" Bim, aku uda tahu siap yang nyulik istri kamu, itu suami dari tetangga yg di depan rumah kamu, tapi gak tahu ke arah mana pergi nya, karena CCTV nya gx nyampe ke jalan depan rumah kamu.


Bima :" Ok, kirim aja gambar sama video nya ke aku, ntar biar polisi yang nyelidi kin,


Hari mulai sore, Dewi mulai sadar dari obat bius yang di beri kan suami Indah,


di saat sadar, ia terus menangis, karena hawatir dan takut,


ia terus memikir kan putri nya,


di saat bersamaan suami Indah datang menghampiri nya dan berkata.


Suami Indah :" Adek Dewi, jangan nangis ya, nanti mas jadi ikutan sedih juga,


(sambil tersenyum).


Dewi yang hanya menangis, semakin menjadi takut saat melihat senyuman lelaki itu,


mendengar suara tangis Dewi, lelaki tersebut mulai menutup mulut Dewi, karena tidak ingin jika ada yang mendengar suara tangis nya,


ia terus menurus berbicara tentang cerita dan puisi,


Dewi yang mulai lelah karena menangis, bermaksud untuk terlelap, namun suami Indah terus-menerus memyiram air ke wajah nya, di saat ia hendak menutup mata.


Hari mulai semakin gelap, namun polisi belum menemu kan petunjuk, Debi yang tertidur kerena sufor membuat Bima tidak menhawatir kan putri nya itu lagi,


ia terus menggendong putri nya walau sudah tertidur,


rasa lelah mulai membuaat nya mengantuk, namun ia engga menutup mata untuk tertidur,


di saat bersamaan Aldo yang menghubungi Bima, berkata bahwa pasien wanita yang di temu kan di rumah tetangga depan rumah nya telah sadar,


saat mendengar itu Bima memutus kan segera menuju rumah sakit, sambil membawa putri nya,

__ADS_1


ia inging memgetahui siap wanita tersebut,


dan mengapa lelaki itu menyiksa nya.


Setengah jam kemudian, Bima sampai di parkiran rumah sakit, ia meminta Aldo untuk keluar menjemput nya,


di saat ia menatap Dewi, tanpa sadar air mata nya menetes, ia segera menusap air mata nya,


Aldo yang tidak sengaja melihat air mata Bima menetes,


mulai memikir kan cara untuk menemu kan istri Bima itu.


Sesampai di ruangan, Bima menjadi terkejut, karena pasien wanita itu, adalah Indah istri dari tetangga di depan rumah nya,


ia menjadi semakin hawatir ke pada Dewi, setelah melihat sekujur tubuh Indah memiliki luka memar,


Bima ingin bertanya tentang lelaki itu, namun Indah tidak kunjung sadar juga,


Dokter mengata kan, ' trauma yang begitu besar dan keingin bertahan hidup nya sangat kecil, dapat membuat nya koma untuk waktu yang panjang, bahkan bisa membuat diri nya tidak dapat sadar sama sekali '.


' Malam hari '


Malam itu suasana nya sangat dingin,


namun Aldi mera kan tubuh hawa tubuh Bima yang sangat panas,


Bima enggan untuk petgi, namun ia merasa hawatir ke pada Debi,


di saat Bima hendak pulang, Bima mendapat kan satu cara untuk menemukan Dewi.


Bima segera memberi tahu Aldo, untuk segera melacak keberadaan Dewi dari telvon nya,


Bima pun bergegas pergi, untuk segera pulang bersama putri nya, dan menunggu kabar baik dari Aldo dan Polisi.


Setiba di rumah nya, Bima mulai menetes kan air mata lagi,


ia merasa amat sedih, yang membuat nya tidak mampu terus-menerus menahan air mata,


ia terus menatap putri kecil nya.


Malam semakin larut, namun ia belum menemukan petunjuk tentang istri nya,


tanpa sadar ia mulai terlelap, tirtidur pulas hingga mendengkur.


..........zz..........zzz........zzz......zzz.........zz.........

__ADS_1


' Pagi Hari '


Bima terbangun seperti biasa nya, di saat ia ingin bertanya memgenai kemeja putih kepada istri nya, ia mulai tersadar lagi, jika istri nya belum dapat di temu kan,


ia merasa sakit yang menusuk pada dada nya,


air mata nya telah banyak terkuras semalam,


ia melakukan semua pekerjaan yang biasa di lakukan Dewi stiap hari nya,


setelah selesai memandi kan Debi dan memberi nya makan, Bima bermaksud ingin mengepel setiap ruangan di rumah nya,


namu di saat ia hendak menatap jendela,


ia melihat suami Indah itu, masuk ke dalam rumah nya.


Bima segera memelvon Aldo untuk segera membawa polisi, ke kediaman suami Indah itu.


Disisi lain, Dewi yang tidak dapat tertidur sama sekali dan tidak ingin menyentuh makanan, yang di beri kan oleh suami Indah, membuat tubuh nya semakin melemah,


suami Indah yang melihat makanan Dewi tetap utuh, menjadi murka,


ia memaksa Dewi untuk makan, makanan yang ia siap kan,


Dewi terus menrus menangis, karena tubuh yang lemah, ia akhir nya pingsan.


Suami Indah menjadi kaget, takut akan terjadi sesuatu pada Dewi,


ia pun bergegas untuk mencari obat-obat an,


di saat ia memberi kan nya kepada Dewi, ia semakin terkejut disaat ada busa keluar dari mulut Dewi,


ia semakin panik, ia pun terus menerus menampar Dewi, agar menyadar kan diri.


Aldo yang telah datang dengan membawa polisi, segera mengepung kediaman suami Indah itu,


di saat bersamaan suami Indah yang tidak memgetahui keadaan di luar, segera bergegas karena panik ia hendak keluar untuk mencari dokter, namun di saat ia melihat banyak polisi di halaman nya, seketika itu pun merubah sikap nya menjadi agak tenang agar tidak menimbul kan kecurigaan,


Bima yang melihat perubahan sikap lelaki itu dalam sekejap,


meminta para polisi untuk memeriksa rumah suami Indah itu.


Suami Indah pun berkata dengat denang,


' Maaf pak, mau memeriksa sesuatj, juga harus ada aturan nya pak, harus ad surat izin nya dahulu, kalau main periksa aja, ntar bisa saya tuntut loh pak Bima, atas pencemaran nama baik, ( Sambil tersenyum ) '.

__ADS_1


Disaat itu pun, terdengar suara teriakan dari rumah lelaki itu, hal tersebut membuat Bima tetap memaksa kan polisi, untuk memeriksa rumah suami Indah itu,


suami Indah dengan tenang menyetujui permintaan Bima.


__ADS_2