Kehidupan Dewi

Kehidupan Dewi
24. Ketahuan


__ADS_3

' Pagi hari '


Suasana pagi tetap kondusif seperti biasa nya, Bangun, bersiap-siap, sarapan, dan pergi bekerja hal itu yang selalu di lakukan Bima setiap hari nya, namun hari ini ada sedikit yang berbeda, ia mengajak Aldo untuk pergi bersama nya pagi ini, Dewi yang merasa curiga dengan mereka berdua, ia pun segera memberani kan diri untuk bertanya ke pada Aldo, ' mengapa akhir-akhir ini, kamu lebih sering berduaan dengan mas Bima, apa yang kalian sembunyiin dari saya'. Bima yang mendengar pertanyaan istri nya itu segera bergegas menghampiri istri nya sambil berkata, ' Sayang, mas mu ini masih doyan ama wanita kok, jadi kamu gx perlu hawatir ya, (Sambil tertawa)'.


Setelah selesai bercanda gurau, Bima dan Aldo berpamitan kepada Dewi untuk segera pergi.


' Di dalam mobil '


Bima meminta Aldo menghidup kan laptop nya untuk segera mengecek CCTV yang ia sisip kan,


Setelah beberapa menit, mereka melihat suami Indah yang mulai bergerak untuk pergi keluar dari rumah, Bima segera menurun kan Aldo di jalan depan komplek dan meminta nya untuk terus mengikuti lelaki itu,


Bima segera meminggal kan Aldo dan berangkat ke tempat kerja,


ia tidak ingin merusak rencana dengan mengikuti suami Indah mengguna kan mobil, karena tetangga nya itu, sudah mengetahui kalau mobil tersebut milik suami nya Dewi.


Hampir satu jam Aldo mengikuti suami Indah, namun sampai sekarang masih belum terlihat tanda-tanda yang mencuriga kan dari nya, Aldo mulai bosan dan ingin segera berhenti mengikuti lelaki itu, tetapi Aldo masih belum menemu kan seseorang yang dapat di andal kan menjadi pengintai, ia tidak memiliki pilihan lain selain terus mengikuti suami Indah.


Setengah jam kemudian, Bima menelvon Aldo, meminta nya untuk berhenti mengikuti lelaki itu, Bima menjelas kan ke pada Aldo, lelaki tersebut baru saja mengirim pesan pada nya untuk bertemu di sebuah kafe yang berada di tepi pantai, setelah menjelas kan semua pada Aldo, Bima segera menyuruh nya bergegas untuk pergi terlebih dahulu, untuk melihat situasi di sana.


Aldo mulai berhenti mengikuti lelaki itu, dan pergi menuju ke alamat kafe yang Bima beri kan pada nya, di saat bersamaan suami Indah itu mulai berhenti berjalan dan mulai berbalik arah sambil tersenyum menatap Aldo pergi, mereka tidak mengetahui bahwa suami Indah sesungguh nya telah menyadari jika Bima dan Aldo terus mengawasi nya, karena itu ia terus bersikap normal seperti biasa nya.


Suami Indah itu mulai menunjuk kan prilaku gila nya, di saat tidak ada orang yang mengenal nya, sepanjang perjalanan menuju ke pantai, ia terus-menerus tertawa,


semua pejalan kaki yang lewat mulai memandangi nya,


namun ia tidak memperduli kan orang-orang itu.


Aldo yang telah datang terlebih dahulu, memulai untuk mencari tahu siapa pemilik kafe itu,


ia lantas berpura-pura menjadi pengunjung, setelah memesan beberapa menu, ia mulai bertanya-tanya kepada pelayan-pelayan di tempat itu,


banyak pelayan yang mengata kan, bahwa pemilik kafe itu tidak di ketahui identitas nya, karena tidak pernah bertemu, dan manager di kafe itu, selalu berpesan untuk tidak menusik dan bertanya tentang pemilik kafe.


Mendengar jawaban semua pelayan yang hampir sama, ia mulai curiga bahwa pemilik kafe tersebut pasti orang yang dekat dengan suami Indah,


karena suami Indah bisa mengetahui lokasi kafe yang jauh dari tempat tinggal nya,


Aldi mulai menghubungi Bima dan berkata,

__ADS_1


' Aku udah cek ini kafe, dan aku juga uda pasang kamera pengawas si salah satu meja di sini, ntar kalau kamu uda sampe langsung aja duduk di meja yang aku kasi tanda '.


Di saat bersamaan, Bima mulai pergi ke tempat yang di beri tahu kan suami Indah itu, Bima tidak menyadari apa pun maksud dari suami Indah itu,


mengapa ia ingin mengajak Bima bertemu


di suatu tempat yang jauh dari rumah nya.


Setelah satu jam di perjalanan, akhir nya Bima sampai di tempat yang sudah di janji kan,


namun ia sedikit merasa aneh,


karena suami Indah seharus nya juga telah sampai di kafe tersebut,


setelah menunggu hampir setengah jam,


tiba-tiba ia merasa hawatir, ia merasa bahwa pertemuan itu hanya sebuah alasan.


Di saat bersamaan, Dewi yang mendengar suara ketukan pintu mulai bergegas untuk keluar, ia melihat waktu juga sudah menunjuk kan, saat nya Bima pulang untuk makan siang,


karena itu ia tidak berfikir dahulu dan langsung membuka pintu.


Di saat pintu terbuka, ia di kaget kan dengan sebuah boneka beruang besar yang sedang memegang sebuah cake dan surat kecil di atas nya,


' Selamat ulang tahun, Dewi cantik '.


Dewi berfikir bahwa semua hadiah itu adalah hadiah yang di siap kan oleh suami nya,


tidak perlu waktu lama,


ia mulai bergegas masuk, sambil membawa boneka dan cake itu,


dan mulai mengirim pesan


ke pada suami nya,


untuk mengucap kan terima kasih.


Dewi :" Mas, terima kasih ya hadiah nya, adek aja lupa sama hari ulang tahun sendiri, tapi mas masih inget, jangan lupa untuk pulang cepet ya hari ini, ajakin Aldo juga, adek bakal masakin makanan yang spesial buat mas.

__ADS_1


Setelah membacaa isi pesan dari istri nya,


Bima segera bergegas pulang me rumah,


ia menghubungi Aldo untuk pulang bersama,


karena tersadar, bahwa janji pertemuan ini, hanya sebagai pengalih saja,


di saat yang bersamaan, suami Indah setelah melihat Dewi masuk dengan membawa semua hadiah yang ia siap kan,


ia merasa bahwa Dewi pasti menyukai nya,


ia pun segera bergegas pulang ke rumah nya,


untuk mencari dan menghancur kan


kamera pengintai,


yang di sisip kan Aldo di tempat nya.


Di sisi lain, Bima yang sedang dalam perjalanan untuk pulang ke rumah,


memberi tahu Aldo isi pesan yang ia


terima dari Dewi,


sepanjang jalan mereka saling beragumen,


bahwa sesungguh nya,


suami Indah telah mengetahui semua rencana dan pengawasan yang mereka siap kan.


Bima dan Aldo semakin mencurigai suami Indah itu,


mereka merasa bahwa lelaki itu, sungguh sangat licik,


kini Aldo berfikir tidak bisa menganggap remeh suami Indah lagi,


ia mulai mempersiap kan beberapa rencana baru, untuk membongkar semua yang telah di lakukan lelaki itu,

__ADS_1


Aldo tidak ingin lagi hanya mengawasi nya, ia pun mulai menghubungi beberapa teman nya, yang ahli dalam hal penyelidi kan,


karena ia merasa tidak akan bisa melakukan penyelidi kan ini, tanpa bantuan orang yang benar-benar memang ahli dalam menyelidiki sesuatu.


__ADS_2