
Setelah membaca isi memo tersebut, Bima pun menghampiri Dewi dan berkata, ' aku memilih mu bukan karena wajah mu, aku memilih mu bukan hanya sekedar ingin menidurimu, aku memilih mu menjadi istri ku, karena aku yakin kamu yang terbaik, kamu kuat, kamu wanita yang paling tegar yang pernah aku kenal, kamu tidak pernah putus asa, kamu selalu terus mencoba bangkit dari masa lalu mu, kamu bidadari ku, jangan pernah memyesali apa yang pernah terjadi ya, anggap semua sebagai batu loncatan untuk merubah diri menjadi semakin baik lagi '.
Mendengar apa yang di katakan Bima, membuat Dewi tidak bisa menahan air mata, ia bersyukur bertemu dengan pria yang baij dan ingin menerimanya, ia pun merasa lega akan pertanyaan yang ia berikan kepada Bima.
Setelah percakapan kedua usai, Bima pun berpamitan untuk pulang dan menyiapkan semua keperluan pernikahan nya
__ADS_1
Hari raya hanya tersisa satu hari lagi, persiapan pernikahan juga sudah selesai, semua di siap kan oleh Bima dan keluarga nya, hanya hitungan hari, namun untuk Dekorasi, baju pengantin, ketring dan susunan acara sudah selesai d urus, Bima memberi tahu Dewi, sebenarnya ia telah mempersiapkan semuanya satu minggu yang lalu, namun ia tidak memberi tahu Dewi, karena ingin meminta persetujuan orang tua Dewi dahulu, dan ia mengatakan jatuh cinta pada pandangan pertama saat di sekolah dahulu, karena itu ia tidak pernah pacran dengan wanita lain, dan tetap hanya ingin menunggu Dewi untuk menjadi istri nya.
Dan semua pun terwujud, keingin Bima untuk menjadikan Dewi istri pun dapat di gapai nya, besok adalah hari yang selalu ia nantikan, menikah dengan pujaan hati nya, hidup bersama dengan istri yang ia sayangi, dan ia juga berharap dapat memiliki keluarga kecil bahagia selama nya, dengan anak-anak nya nanti.
Malam berlalu terlalu lama, ia merasa waktu terhenti di saat malam itu, karena tidak habis sabar nya, Bims tidak dapat tidur, ia memutus kan menelpon Dewi.
__ADS_1
Dewi mengangkaat telepon nya, namun tidak berbicara sedikit pun, ia merasa senang akan pernikahan nya besok, membuat dia gugup untuk berbicara kepada Bima, karena Dewi tidak bersuara sedikit pun, Bima berfikir mungkin Dewi sudah tertidur dan tidak sengaja menekan tombol angkat telepon, Bima pun menyanyikan bermacam lagu romantis di temani alunan musik piano, ia tidak memyadari bahwa Dewi sebenar nya masih bangun, dan merekam semua yang Bima nyanyikan.
Hari semakin larut, mereka pun mulai mengantuk, Kedua nya tertidur dengan posisi menggenggam handphone tanpa memutus kan panggilan nya,
Fajar pun mulai terbit, Dewi yang terbangun lebih dulu mengucapkan, 'selamat pagi Bima, selamat menuju hidup baru sebentar lagi ' ( Sambil tersenyum ), dan langsung mematikan handphone nya, Bima yang mendengar ucapan Dewi pun tersenyum dan bergegas bangun, mereka mulai bersiap untuk melakukan sholat ID, karena pernikahan mereka bertepatan dengan hari raya idul fitri.
__ADS_1
Setelah melakukan sholat ID, Bima dan Dewi pun kemudian mempersiap kan diri masing-masing, untuk melangsungkan akad nikah nya, mereka berdua tidak henti-henti nya tersenyum, namun di balik kebahagian mereka berdua, ternyata masih ada orang yang tidak senang dengan pernikahan mereka, orang tersebut adalah kakak kandung Dewi, ia merasa semua tidak adil, karena ia anak yang tertua belum menikah.