
Hari ini, hari terakhir Dewi mengajar d SMA itu, Dewi yang hendak meninggal kan sekolah saat pelajaran nya usai, tidak sengaja bertemu dengan Bima, teman sekolah nya dulu, Bima memiliki hati yang lembut, sopan santun dan ramah, ia bertanya kepada Dewi, apa yang terjadi hingga tangan nya cacat, Dewi pun menceritakan semunya ke pada Bima.
Bima :" Kan sudah ku bilang, mending sama aku, aku ini orang nya setia loh, ganteng, raman, sopan dan baik hati. ( Sambil Tersenyum )
Dewi :" Hehehee, ada" saja kamu ini.
__ADS_1
Walau Dewi tidak mengajar lagi d SMA itu,
mereka tetap masih suka sering bertemu,
Bima yang slalu mengunjungi Dewi saat selesai mengajar, dan mengantar Dewi saat kelas les Dewi selesai, Bima bertanya kepada Dewi, mengapa masih balum ingin pulang ke rumah, namum Dewi hanya menunduk tanpa berkata, Bima pun mengusulkan ingin mengantar Dewi pulang kerumah nya d kampung saat hari raya, Bima meminta izin kepada kakek nenek yang sudah menjaga Dewi, kedua lansia tersebut tersentuh atas kebaikan hati Bima, mereka berfikir Bima anak yang baik, karena tidak memandang rendah temannya yang cacat, mereka pun mengizinkan Bima membawa Dewi saat hari raya tahun ini, Dewi merasa gugup dan hawatir karena hari raya tinggal satu bulan lagi, dan berarti ia akan bertemu keluarganya satu bulan lagi.Ibu
__ADS_1
Bima :" Tidak akan, orang tua tidak mungkin membuang, dan tidak memikirkan anaknya.
Hari" yang di lalui Dewi semakin membuatnya merasa bahagia, Bima yang dulu ia musuhi, namun sekarang menjadi teman yang begitu akrab, dan ia merasa bima memperlakukan nya seperti orang normal yang tidak cacat,
satu minggu lagi hari raya akan tiba, Dewi sudah menyiapkan perlengkapan untuk pulang nya, Dewi dan Bima berencana pergi di saat tiga hari sebelum hari raya, Bima selalu memberi tahu Dewi agar selalu semangat jangan putus asa, tidak ada ayah yang bisa memutuskan tali ibu anak, dan tidak ada orang tua yang akan memusuhi anak mereka aendiri, setelah mendengar apa yang dikatakan Bima, Dewi menjadi lebih optimis, dan menanti" agar cepat pulang bertemu keluarganya,
__ADS_1
Hari pun berlalu terasa cepat bagi Dewi, dan hari ini adalah hari ia akan pulang, ia tidak merasa hawatir atau gugup lagi, katena ia merasa ada teman yang akan selalu mendukung dan melindungi nya setiap saat, tidak akan membiar kan nya bersedih, tidak akan meningggal kan nya dalam keadaan apa pun, ia senang dapat bertemu dengan Bima kembapi, karena ia merasa Bima orang yang dapat di andalkan, merupakan teman yang pantas untuk nya bersandar, teman yang pantas untuk selalu di percaya, ia berfikir dan berkata di dalam hati, ' andai waktu dapat di ulang, aku tidak akan membencimu saat dulu, andai waktu dapat di ulang, aku ingin dulu bersama mu seperti sekarang, namun semua hanya angan" aku tidak pantas bagi mu',
seketika itu pun air mata Dewi menetes, ia senang sekarang memiliki teman yang amat baik padanya tetapi di waktu bersamaan ia pun merasa sedih karena ia menyukai teman nya, namun takut jika ia memberi tahu isi hatinya, teman yang selama ini mendukung nya, akan hilang dan pergi darinya.