
Satu jam kemudian, Bima dan Aldo sampai di depan rumah nya,
Bima bergegas mengetuk pintu rumah nya, di saat bersamaan Dewi yang baru saja masuk ke kamar mandi, tidak mendengar suara ketukan pintu itu, karena pintu rumah yang tak kunjung di buka, membuat Bima menjadi sangat hawatir, ia mulai berfikir hal-hal yang mengeri kan, ia pun meminta Aldo untuk membuka paksa pintu rumah nya, Dewi yang terkejut mendengar suara dobrakan pintu, tanpa berfikir dua kali, ia menarik handuk nya dan mulai bergegas pergi, untuk melihat ke arah depan.
Dewi terkejut, ternyata yang mendobrak pintu rumah nya adalah suami dan teman nya sendiri, ia merasa kebingungan marena hal tersebut, Bima yang melihat istri nya ternyata baik-baik saja, mulai merasa lega, ia pun memints istri nya untuk kembali ke kamar dan berpakaian dahulu,
setelah istri nya pergi, ia pun mulai berkata,
' Kamu tenang saja, ikuti saja perkataan ku nanti, biar kan aku yang mencari alasan dan menjelas kan semua ini ke pada Dewi, oh iya satu hal lagi, jangan biar kan Dewi mengetahui apa yang terjadi sebenar nya '.
Beberapa menit kemudian, Dewi mulai menghampiri Bima dan Aldo, ia bertanya tentang apa yang terjadi dan Bima pun menjawab nya,
Bima :" Maaf ya dek, mas tadi lagi taruhan sama si Aldo, untuk mengetahui siap yang paling jago, dan karena gx ad benda berbahan kayu yang kami temukan, kami pun memutus kan untuk mengguna kan pintu itu, siap yang lebih dulu dapat membuat pintu itu jebol, itu pemenang nya,
(sambil tertawa dan berkedip mata).
Aldo :" Maaf ya wi, uda bikin kamu kaget, tenang aja, aku bakalan langsung perbaiki kok, dan Bima aku pemenang nya loh, jangan lupa hadiah ku, (sambil tertawa dan mengangkat jempol tangan nya).
Dewi menyudahi percakapan itu, ia mulai bertanya ke pada Bima, mengenai pekerjaan nya.
Dewi :" Mas kok pulang nya cepet banget?? Bima :" Kan adek yang nyuruh mas pulang cepet, (sambil tersenyum).
Dewi :" Iya sih, tapi kan gx perlu juga pulang siang-siang, emang gx apa-apa ya, toko nya tutup siang??? (Sambil memasak).
Bima :" Hehehe.. Mas gx tutup tokoh kok,
mas cuma pulang untuk makan siang aja, ntar balik lagi ke butik, tadi pas istirahat siang mas belum makan siang, jadi sekarang mas pulang untuk makan siang
__ADS_1
(sambil tersenyum lebar).
Setelah berbicara, ia terdiam beberapa saat,
di saat ia mulai menyajikan makanan di atas meja, ia pun mengingat kado yang ia dapat kan tadi, ia mulai membahas nya lagi bersama suami nya, Dewi pun mengata kan.
Dewi :" Oh iya mas, cake yang tadi adek ambil di depan rumah, masih belum adek potong lah, mas sama Aldo temenin adek tiup lilin dulu ya, sebelum balik ke butik,
(sambil tersenyum).
Saat mendengar perkataan yang di kata kan istri nya, Bima baru mengingat kado yang Dewi temu kan di luar rumah nya,
ia pun bergegas mengirim pesan ke pada Aldo untuk melaku kan cara apa pun dengan cake itu, agar ia dapat membeli cake yang baru untuk istri nya.
Aldo menyelesai kan makan siang nya terlebih dahulu, ia pun segera pergi ke dapur untuk mencari cake yang di maksud oleh Bima, ia memoting dan memakan separuh cake itu, di saat bersamaan Dewi yang ingin mengambil cake itu menjadi terkejut saat melihat Aldo yang sedang menggenggam nya.
Aldo :" Eh , wi maaf ya aku main makan aja, tadi aku masih laper banget soal nya, mau nambah saat makan tapi malu, jadi aku makan cake yang ada di kulkas,
Bima :" Mmm... Gak apa-apa kok Do, Dewi gx akan marah kok, kamu habisin aja kalau masih laper, ntar aku pulang kerja aku bawain cake yang baru, boleh ya dek,
malam aja tiup lilin nya, ntar mas bawain lagi kado spesial lain nya,
(sambil mengusap kepala istrinya).
Dewi :" Iya deh mas, tapi mas jangan pulang malem-malem ya, (sambil tersenyum).
Setelah itu Bima pun bergegas pergi untuk kembali ke butik, Bima yang melupa kan Aldo membuat Aldo meratap sedih, karena ingin membantu Bima,
__ADS_1
membuat Aldo menderita di pojok lemari pendingin, karena harus memakan habis sebuah cake, hanya agar membuat Bima dapat meraya kan ulang tahun istri nya, dengan cake yang ia beli sendiri.
Bagi Dewi waktu berlalu sangat lama, ia mulai tidak sabar ingin meniup lilin kue ulang tahun nya, ia sangat senang karena hari ini adalah momen ulang tahun pertama, yang ia raya kan bersama suami dan anak nya, ia tidak pernah menyangka jika moment ini hadir juga dalam hidup nya,
Dewi terus menatap ke arah putri nya,
sambil mengelus dan mengecup putri nya, bahagia yang ia rasa kan tidak dapat ia ungkap kan dengan kata-kata,
di saat bersamaan, Aldo yang mulai bersiap untuk rencana baru akan mulai melaksana kan nya pada malam ini,
ia telah menghubungi semua teman nya yang bekerja dalam agen rahasia untuk menyelidiki rumah suami Indah itu.
Aldo bertekad semua keburukkan yang di sembunyi kan tetangga Bima dan Dewi itu, harus terungkap saat ulang tahun Dewi malam ini, agar Bima dapat tenang kembali menjalani hari-hari nya, bersama istri dan anak nya, tanpa harus menghawatir suatu masalah yang akan muncul kedepan nya.
' Malam hari '
Pukul 19.00, Bima meminta semua karyawan nya untuk tutup toko dan pulang,
di saat yang bersamaan Bima menatap ke arah kaca dan ia melihat suami Indah yang sedang berdiri tegak, memandangi toko nya,
ia segera mengirim pesan ke pada Aldo, untuk memulai rencana nya, karena saat ini suami Indah berada di depan toko nya,
Bima mulai mencari topik pembicaraan untuk menjadi alasan agar dapat menahan suami Indah itu lebih lama bersama nya.
Bima :" Eh, bapak ada disini juga, kebetulan sekali, saya mau membahas suatu hal sama bapak, mengapa bapak mengingkari janji ketemu tdi siang, dan juga saya ingin bertanya, apa bapak yang mengirimi istri saya hadiah???
Suami Indah :" Maaf ya pak Bima, saya
__ADS_1
tiba-tiba ada keperluan mendadak, dan lupa memberi tahu pak Bima, saya datang ke sini juga karena ingin meminta maaf, dan soal hadia yang bapak bilangin, saya benar-benar gx tau, ( sambil tersenyum ).
Di waktu yang bersamaan, Aldo yang dari awal telah menerima pesan dari Bima, kini telah berhasil masuk ke rumah tetangga di depan rumah Bima dan Dewi.