
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, terlewati dengan begitu cepat rasa nya, tidak terasa bahwa Debi putri pertama Dewi dan Bima sudah memasuki umur tujuh bulan, tingkah laku yang Debi tunjukan sungguh menggemas kan membuat orang tua nya selalu ingin menatap nya.
Tanggal 05 Maret, Debi membuat kedua orang tua nya terkejut, ia sudah dapat merangkak hingga ke pojok tempat tidur, pembatas yang di buat oleh Bima, sudah dapat tergapai oleh tangan nya,
Dewi pun segera meminta suami nya, untuk segera meninggi kan pembatas nya, agar Debi tetap aman meski ia merangkak ke sana ke sini di atas tempat tidur.
Debi adalah cucu pertama di keluarga Dewi sedang kan di keluarga Bima ia adalah cucu ke tiga, semua orang sangat suka pada Debi karena kelucuan dan tingkah laku nya yang menggemas kan, membuat ke dua nenek nya itu selalu berebut'an untuk membawa Debi menginap di rumah,
semua saudara Bima sangat menyayangi Debi mereka selalu memberi hadiah untuk Debi, dan orang tua nya selalu melakukan apa pun agar membuat Debi merasa nyaman dan senang.
Acara tujuh bulan pun sudah mulai di rencana kan, semua telah berdiskusi untuk meraya kan nya di kediaman Bima dan Dewi, di karena kan jauh nya perjalanan pulang ke rumah orang tua, para orang tua tidak ingin membuat cucu nya merasa tidak nyaman saat sedang melakukan perjalanan jauh.
Bima dan Dewi menyetujui keputusan orang tua mereka, saudara-saudara pun mulai membantu meyiap kan dekorasi dan semua kebutuhan untuk acara tujuh bulan Debi, untuk menu makanan dan undangan telah di tentu kan oleh orang tua Debi beberapa hari sebelum Debi menginjak umur tujuh bulan.
Bima segera bergas untuk meminta data nama warga ke pada bu Rt, acara tujuh bulan Debi akan di laksana kan dua hari setelah Debi berumur tujuh bulan.
Sebelum menulis undangan selesai, Bima dan Dewi mulai berdiskusi untuk mengundang atau tidak Indah dan suami nya,
Bima :" Jika si kasih undangan, apa Indah gx akan bikin masalah ya, tapi kalau gx si kasih uda pasti ntar bikin masalah, karna pas banget rumah nya di depan rumah kita '.
Dewi :" Kasih aja deh mas, ntar juga pasti gx akan datang, secara orang kaya begitu, mana mau bergaul ama oranh kayak kita.
Setelah memutus kan untuk mengundang, Bima pun mulai membagi kan seluruh undangan untuk tetangga mereka,
di saat menghampiri rumah Indah untuk mengantar kan undangan, tidak ada seorang pun yang berada di rumah, Bima pun memutus kan untuk menaruh undangan nya di depan pintu,
namun di saat ia hendak pergi, suami indah pun pulang, Bima memberi tahu bahwa keluarga mereka mengada kan acara tujuh bulan untuk putri mereka,
dan ingin mengundang Indah serta suami untuk hadir.
Sesudah menerima undangan, Suami indah berkata, ' Nanti saya kasih tahu istri saya untuk datang menghadiri undangan bapak, maaf ya pak Bima, saya mungkin gx bisa hadir '.
Selesai mengantar undangan, Bima pun bergegas pulang, untuk segera makan malam, saat ia pulang ke rumah nya, semua keluarga ternyata sudah pulang ke rumah masing-masing,
hanya kedua orang tua Bima dan Dewi yang menginap, jauh nya perjalanan, membuat Dewi meminta mereka untuk menginap di karena kan acara tujuh bulan Debi akan di laksana kan besok siang,
' Waktu makan malam '
__ADS_1
semua makanan telah selesai di saji kan, Dewi memanggil semua nya untuk mulai makan malam, sebelum memulai makan malam para laki-laki terus mengobrol tentang pekerjaan, sedang kan wanita mengobrol tentang cara mengasuh anak,
semua obrolan-obrolan tersebut di lanjut kan setelah makan malam usai,
rumah yang biasa nya sepi seketika berubah menjadi ceria,
Bima dan Dewi berkata, ' kami akan sangat senang, jika ibu dan ayah mau sering-sering berkunjung, biar di rumah gx sunyi melulu, '
(Sambil tersenyum).
mereka terus berbicara satu sama lain hingga larut,
setelah lama berbicara, mereka pun mulai mengantuk, semua kembali ke kamar untuk mulai tidur, Dewi menyiap kan beberapa susu hangat untuk semua nya sebelum tidur.
Malam pun semakin larut, udara mulai semakin dingin, suara hujan yang terdengar semakin deras, membuat semua nya semakin mengantuk dan tertidur lelap.
' Pagi hari '
Fajar mulai terbit para ibu-ibu telah bangun terlebih dahulu,
Dewi mulai bergegas ke pasar membeli bahan masakan untuk sarapan pagi,
Dewi yang tidak mengetahui bahwa suami Indah telah memiliki istri sebelum menikah dengan Indah, berfikir bahwa lelaki itu tlah selingkuh di belakang Indah,
setelah selesai membeli bahan masakan, Dewi pun segera bergegas pulang, ia penasaran dengan apa yang di lihat nya, sambil memasak ia pun mencerita kan apa yang di lihat nya, pada suami nya,
saat mendengar cerita istri nya,
Bima pun berkata,
' Mungkin itu istri pertama nya, karena yang mas pernah dapet orderan dari seorang perempuan, dia minta di anter ke alamat kantor tempat suami nya bekerja, eh pas udah sampe mas anter, mas malah ngeliat suami nya indah nungguin perempuan itu di depan kantor '.
Setelah mendengar perkataan suami nya, Dewi mulai mengerti bahwa Indah telah menikahi lelaki yang sudah beristri,
di saat bersamaan Bima pun memberitahu Dewi, untuk ber hati-hati jika suatu saat bertemu dengan suami Indah.
usai sarapan, semua nya sibuk dengan perihal acara untuk tujuh bulan anak nya itu,
__ADS_1
dekorasi acara mulai di bentuk, dan makanan untuk para tamu acara mulai di persiap kan
acara akan di laksana kan pukul 10.30.
Bima den Dewi mulai bersiap diri berdandan sebelum acara,
para orang tua juga sudah mulai berdandan,
segala persiapan dekorasi telah selesai di laku kan, menu makanan acara pun sudah mulau di saji kan,
30 menit lagi acara akan segera di mulai,
beberapa tamu undangan pun sudah mulai ada yang berdatangan, para saudara mulai berdiri di pojok pagar rumah untuk menyambut para tamu undangan yang datang.
Waktu menunjuk kan pukul 10.30, acara pun segera di mulai, semua yang menyaksia kan acara tujuh bulan Debi dengan hikmat, acara yang mengambil tema adat jawa ini, membuat sebagian tamu undangan terkagum-kagum,
karena pertama kali hadir dalam acara seperti itu.
satu persatu mulai memberi selamat dan hadiah,
Bima dan Dewi mulai terkejut di saat ada seorang kurir yang datang mengantar kan kereta dan keranjang bayi yang harga nya begitu mahal.
Mereka bertanya kepada kurir siapa yang mengirim barang-barang tersebut,
kurir pengantar pun mengata kan, ' di atas lembar ini cuma tertulis nama Hendra, tetangga depan rumah pak Bima '.
setelah mengetahui pengirim nya, Bima menyuruh Dewi agar menyimpan dahulu barang-barang tersebut, dan akan mencari solusi yang tepat untuk mengembali kan nya.
Acara sudah mulai akan selesai, para tamu undangan mulai mengambil santapan,
Bima dan Dewi pun mulai berdiskusi tentang hadiah mahal yang di berikan tetangga nya itu,
Bima :' Kita kembali kan saja pada istri nya, soal nya gx enak juga kalau harus menerima benda semahal ini '.
Dewi :" Di balikkin ke istri nya, juga gx enak lah mas, ntar istri ngatain lagi.
Bima :" Gimana kalau kita datang ke toko nya, ngembaliin barang mahal ini di ganti yang lebih murah aja, dari pada yang mahal kayak gini, kan fungsi nya tetap sama, dan sisa uang dari tuker barang ini, kita bisa masukin ketabungan Debi.
__ADS_1
Dewi :" Gitu aja deh, jadi kita gx perlu ngerasa gx enak, karena harus balikin barang ini ke Indah dan suami nya.
Usai berdiskusi, mereka bergegas menghampiri para tamu, dan berterima kasih untuk semua tetangga yang telah hadir.