
'Malam hari '
Pukul 19.00 toko akan segera di tutup.
Bima memberi tahu ke pada seluruh karyawan nya untuk lebih awal menutup toko, ia ingin segera pulang, karena sangat menghawatir kan keadaan anak istri nya, setelah menutup toko Bima segera bergegas langsung pulang ke rumah,
di saat ia mulai dekat dengan rumah nya,
ia melihat ada seseorang laki-laki yang berdiri menatap ke arah rumah nya,
Bima ingin menghampiri lelaki tersebut,
namun di saat Bima turun dari mobil lelaki tersebut malah berlari menjauh dari rumah nya,
Bima semakin menjadi semakin hawatir,
ia pun langsung menghubungi Aldo dan meminta nya untuk mulai bekerja besok, Aldo meng iya kan perkataan Bima.
Setelah selesai menelvon, Bima segera mengetuk pintu rumah nya, Dewi yang menyadari suami nya telah pulang, langsung bergegas membuka kan pintu,
setelah itu Dewi mulai menyiap kan makan malam untuk suami nya, setelah selesai membersih kan diri, Bima segera menghampiri putri kecil mereka,
ia mengecup halus kening putri nya itu, setelah itu segera pergi menuju ruang makan, di saat bersamaan ia pun mengata kan ke pada istri nya,
bahwa mulai besok akan ada orang yang bekerja menjadi penjaga rumah.
Bima berkata, ' Mas selalu hawatir sama adek yang cuma berdua ama Debi, apa lagi sekarang ada orang yang suka menatap ke arah rumah kita, jadi mas meminta Aldo untuk bekerja menjadi penjaga rumah kita '.
Dewi yang mendengar hal tersebut akan menjadi lebih tenang kedepan na, karena akan ada yang mulai berjaga saat suami nya bekerja.
Setelah usai makan malam, Bima terfikir kembali tentang orang yang menatap di depan rumah nya tadi,
ia berfikir selama ini tidak pernah memiliki musuh, dan tidak banyak teman atau keluarga yang mengetahui tempat tinggal nya.
ia merasa selalu ada yang aneh, dan selalu merasa hal buruk akan terjadi akhir-akhir ini.
Dewi yang melihat suami nya terus menerus termenung, membuat nya menjadi hawatir,
ia pun berkata pada suami nya, ' Mas, bagai mana kalau mulai besok kita mulai pasang aja CCTV di depan rumah, jadi kita bisa tahu siap yang suka ngeliatin rumah kita teru '.
Bima segera menyetujui perkataan Dewi, ia pun sangat penasaran dengan sosok laki-laki yang terus menatap ke arah rumah nya.
__ADS_1
hari semakin larut, dan rasa mengantuk tidak tertahan kan lagi, hanya cukup beberapa menit mereka berbaring, dan langsung terlelap.
' Pagi hari '
Fajar mulai terbit, suara kicauan burung mulai terdengar, suasana pagi yang begitu tenang dan damai, namun berubah seketika karena kehadiran seseorang.
Aldo :" Hello, good morning, hello..eskuisme
mana sih orang nya. (Sambil mengetuk pintu)
Dewi :" Iya sebentar, gx sabaran banget sih, siapa sih pagi-pagi begini.
(Sambil memati kan kompor gas)
Aldo :" Hallo, ada orang gx sih??
Dewi :" Permisi, cari siapa ya mas nya??
Aldo :" Wah ... Iki toh kakak ipar ku, cantik tenan eyyyy. (Sambil menatap dan tersenyum)
Dewi yang melihat tingkah aneh Aldo, segera memanggil suami nya, dan mengata kan,
Dewi yang tidak pernah mengenal Aldo, beranggapan bahwa yang berada di depan rumah nya adalan orang gila.
Bima segera bergegas keluar, untuk menemui seseorang yang di anggap gila oleh istri nya.
Bima :" Permisi, anda mau apa ya datang ke rumah saya??
Aldo :" Hallo mas bro, wah edan koe, baru beberapa lama gx bersua, masa sudah lupa sama wajah guru mu dulu,
(Memgerutkan alis).
Bima :" Ehhh... Aldo ya, Aduh maaf lah kawan, habis kamu makin cuakep, jadi aku pangling tadi (Sambil tertawa).
Bima pun memanggil Dewi untuk keluar dan mengenal kan teman lama nya sekaligus guru karate nya dulu,
Bima mulai berbisik ke pada istri nya, ' Ini penjaga rumah kita dek,emang agak bocor sedikit otak nya, ( Sambil tertawa ) '.
Setelah memperkenal kan teman nya kepada istri nya,
Bima pun sgera meminta Aldo untuk memasang CCTV di setiap sudut bagian depab rumah,
__ADS_1
sebelum bekerja, Bima mengajak Aldo untuk sarapan bersama sambil berbincang-bincang sedikit,
Bima meminta Aldo membuat rencana untuk menangkap seseorang yang suka menatap ke arah rumah nya,
Aldo yang mendengar semua perkataan Bima mulai memikir kan satu rencana mudah,
Aldo :" Gimana kalau aku, sembunyi di dalam rumah mu, ntar kalau ada orang yang mencuriga kan, aku bisa keluar dari pintu belakang menangkap nya.
Bima :" Ide bagus, tapi jarak pintu belakang ke aras depan lumayan agak jauh, emang bisa dapet kalau harus keluar dari pintu belakang.
Aldo :" Uhh.. kamu suka banget negeremehin aku terus, dulu waktu pertama kali mau jadi guru mu, kamu juga ngeremehin aku, karna umur ku yang begitu muda.
Bima :" Iya deh sorry, Kamu pokok nya yang paling hebat deh (Sambil tertawa).
Setelah berbincang-bincang, Bima mulai berpamitan kepada Dewi dan Aldo,
karea harus segera pergi bekerja,
di saat bersamaan Bima mengata kan ke pada Aldi, agar jangan lupa dengan memasang CCTV di rumah nya.
Bima sudah pergi bekerja, Aldo meminta izin kepada Dewi untuk berkeliling komplek perumahan nya, sebelum memasang CCTV,
Aldo ingin mengamati orang-orang yang rumah nya tidak jauh dari rumah Dewi,
agat ia bisa mengetahui siapa saja yang sering lewat dan sengaja menatap rumah Dewi.
30 menit kemudian, disaat Aldo mulai pulang ke rumah Dewi, ia berpapasan dengan sorang lelaki, di saat melihat Aldo lelaki tersebut langsung masuk kerumah yang berada di depan rumah Dewi,
karena curiga, Aldo menanya kan tetangga yang di depan rumah nya ke pada Dewi.
Aldo :" Itu tetangga di depan rumah kamu, menurut mu gimana sikap nya??
Dewi :" Saya dan mas Bima berfikir tetangga di depan rumah itu, suami nya aneh banget, karena sering banget menatap ke arah saya, saat ada mas Bima juga, ia juga suka ngasi hadiah, tapi mas Bima pernah nolak waktu ia mau kasi cake, setelah itu gx pernah ketemu lagi, dan istri nya juga gx pernah kelihatan lagi, tapi semenjak itu, mas Bima negeliat ada orang yang menatap ke arah rumah
malam-malam, karena itu mas Bima ingin mencari penjaga rumah.
Mendengar penjelasan Dewi, Aldo semakin mencurigai tetangga Dewi itu,
ia pun menyusun rencana untuk menyusup ke kediaman tetangga Dewi itu,
ia penasaran dengan sikap lelaki itu, dan sekaligus ingin mencari tahu mengapa istri lelaki itu menghilang.
__ADS_1