Kehidupan Dewi

Kehidupan Dewi
26. Ketahuan (3)


__ADS_3

Aldo mulai meminta teman-teman nya untuk bergegas menyelidiki semua ruangan, di dalam rumah,


Bima yang kini kehabisan kata-kata, ia mulai kebingungan untuk mencari alasan agar tidak membiar kan suami Indah cepat pulang ke rumah,


karena melihat Bima yang mulai kebingungan, suami Induh pun bergegas pergi,


di saat bersamaan Bima yang juga akan pergi,


memutus kan untuk mengantar suami Indah itu,


ia tahu bahwa suami Indah itu, pasti ingin pulang kerumah nya,


dan ia pun sengaja ingin memberi tumpangan ke pada lelaki itu,


agar dapat membuat alasan untuk dia tidak pulang dengan cepat.


Disaat perjalanan pulang, Bima mengata kan ia akan berhenti sebentar di toko cake,


membeli kue ulang tahun, untuk istri nya,


suami Indah hanya berdiam, dan menunggu di dalam mobil,


Bima yang pergi sendiri ke toko itu,


sengaja mengunci pintu mobil nya dari luar.


Setengah jam berlalu, namun Bima belum datang kembali,


suami Indah yang bosan menunggu, akhir nya memutus kan untuk pulang sendiri,


setelah akan pergi, ia pun menyadari sesuatu,


ia berfikir,


' Ini pasti di sengaja, biar in aku menunggu di dalam mobil, dan mengunci pintu mobil dari luar, jangan-jangan ia ingin menahan ku agar tidak segera cepat pulang '.


Di sisi lain, Aldo dan teman-teman nya yang telah menemu kan satu orang wanita yang terikat dengan luka yang memenuhi tubuh nya, segera menelvon Bima, untuk cepat pulang,


Aldo meminta teman-teman nya bergegas untuk keluar, untuk membawa wanita tersebut ke rumah sakit, dan ia akan kembali ke rumah Dewi.


Setelah menutup telvon, Bima segera bergegas menuju mobil dengan membawa cake yang ia beli, ia pun membuat alasan karena mengantri untuk membeli dan menambah dekorasi cake karena itu menjadi lama, suami Indah itu hanya duduk diam selama perjalanan pulang,


ketika sampai di depan rumah Bima,

__ADS_1


suami Indah pun berkata, ' Jangan bodohi saya, karena saya bukan orang bodoh, ( Sambil turun dari mobil ).


Bima yang mendengar perkataan itu, menjadi panik, ia pun bergegas masuk ke rumah nya,


dan mencari Aldo,


Bima :" Gimana, kamu nemuin seauatu gx si sana??


Aldo :" Jangan bicara ini dulu, besok aku ajak kamu ke suatu tempat, malam ini ulang tahun istri mu, jangan bikin dia makin hawatir, karena kamu.


Bima segera bergegas pergi ke kamar nya, sambil membawa cake dan menyanyi kan lagu selamat ulang tahun,


Dewi hanya tersenyum dan memeluk suami nya,


mereka meniup lilin bersama-sama, untuk menyimpan momen itu,


Bima meminta Aldo untuk menganbil beberapa voto, ia bersama anak dan istri nya.


Malam itu sangat membuat Dewi bahagia dan terus tersenyum, namun Dewi tidak menyangka bahwa malam itu juga, merupa kan malam terakhir dari senyum dan kebahagia nya.


Di sisi lain, suami Indah yang sudah mengetahui rencana Aldo dan Bima,


mulai ingin menjalan kan rencana nya,


dan ia juga tahu pasti bahwa besok mereka akan pergi untuk mencari kebenaran,


karena hal itu, suami Indah memutus kan untuk membawa Dewi pergi, ia bergikir besok adalah waktu yang tepat, karena Bima dan teman nya akan pergi.


Malam semakin larut, Bima merasa kan sesuatu yang meng hawatir kan,


ia tidak mengetahui, mengapa ia sangat bimbang, dan terus menatap wajah istri dan anak nya yang sedang tertidur,


Bima yang tidak bisa memejam kan mata, memutus kan untuk pergi menemui Aldo,


ia ingin mengetahui, apa yang di temu kan Aldo saat menyelinap ke tempat tetangga nya itu.


Aldo memberitahu semua yang ia temui di rumah suami Indah itu, dan ia juga sudah mengata kan bahwa Indah sudah ia aman kan di salah satu rumab sakit tempat teman nya bekerja, Aldo berkata,


' Dokter memberi tahu, bahwa pasien wanita itu, sudah beberapa waktu di siksa, dan ia juga hanya di beri minum air setiap hari nya, tanpa makan, karena hal itu ia menjadi trauma dan tidak sadar kan diri, jadi aku mau ngajakin kamu, untuk ketemu wanita itu, siapa tahu kamu kenal, jadi saat sadar nanti, kita bisa jadiin dia saksi untuk nangkep lelaki itu '.


Setelah mendengar perkataan Aldo, Bima menjadi penasaran, dan ingin segera mengetahui siapa wanita itu, ia berfikir,


' Mungkin itu istri nya, si Indah, kalau bener, berarti suami nya bener-bener orang yang sangat berbahaya, aku harus cepat menemu kan bukti, untuk masukin lelaki itu ke penjara, agar Dewi gx akan di apa-apain suati hari nanti '.

__ADS_1


Bima meminta Aldo untuk beristirahat,


karena hari sudah semakin larut, dan masih ada hari esok yang harus kita jalani.


' Pagu hari '


Bima berangkat seperti biasa nya di saat ingin bekerja, Bima mengirim pesan ke pada Aldo untuk menunggu nya di depan jalan komplek, agar tidak membuat istri nya curiga,


setelah berpamitan, ia bergegas pergi,


Dewi yang tidak merasa kan hal aneh sehingga tidak curigai pada prilaku Bima.


Di sisi lain, suami Indah yang berdiri tegap di halaman rumah nya, terus mengawasi mobil Bima, di saat ia melihat mobil yang di bawa Bima telah pergi, ia pun tersenyum sambil bergegas untuk menghampiri rumah Bima,


di saat yang bersamaan, Dewi ingin menutup pintu rumah mya, namun tertahan karena tangan tetangga depan rumah nya,


Dewi pun berkata.


Dewi :" Ada apa ya pak??


Suami Indah :" Maaf ya buk Dewi, saya mau pinjem obeng sama palu, boleh.


Dewi :" Oh iya pak, benter ya saya ambil kan.


Disaat Dewi berbalik arah, ia mulai mendekap kan sapu tangan yang telah ia tetes kan bius,


Dewi yang panik, membuat nya tidak mampu memberontak,


di saat Dewi mulai pingsan, suami Indah itu menggendong nya, pulang ke rumah nya,


Debi yang merasa sendiri terlalu lama, mulai menjerit menangis karena haus,


para tetangga di sebelah rumah Dewi mendengar suara tangis putri Dewi itu.


Mereka bergegas ke halaman rumah Dewi,


tetangga yang melihat pintu rumah Dewi terbuka, segera masuk untuk melihat keadaan di dalam rumah, semua warga terkejut saat masuk ke dalam kamar Dewi,


mereka melihat putri Dewi, yang akan terjatuh dari ayunan nya,


seorang ibu-ibu, menghampiri putri kecil itu,


dan mencari orang tua nya di sekeliling rumah, namun tidak dapat di temu kan,

__ADS_1


warga pun segera melapor ke pada bu Rt.


__ADS_2