Kehidupan Dewi

Kehidupan Dewi
28. Ketahuan (5)


__ADS_3

Dewi yang telah di tempat kan, di tempat yang tersembunyi, membuat nya yakin bahwa polisi-polisi itu tidak akan bisa menemukan Dewi,


suami Indah itu meminta polisi untuk cepat memeriksa rumah nya, karena hawatir tentang Dewi yang tidak sadar kan diri, membuat lelaki itu harus segera pergi mencari dokter,


tetapi ia harus memyingkir kan semua yang ada di halaman rumah nya,


agar di saat ia membawa dokter,


tidak ada yang curiga lagi pada nya.


Setelah selesai memeriksa rumah suami Indah, polisi berkata ke pada Bima,


' Maaf pak Bima, istri bapak tidak ada di rumab ini, kami akan berusaha terus mencari kebaradaan istri bapak, kami harap bapak dapat bersabar untuk menunggu, dan jangan gegabah untuk bertindak sendiri, kami permisi dulu pak '.


Polisi mulai pergi meninggal kan tempat,


Bima yang merasa belum puas, dan ingin mencoba mencari sendiri,


karena melihat kehawatiran temah nya,


Aldo pum meminta Bima untung pulang dan menenang kan diri sejenak,


karena melihat kondisi Bima,


Aldo pun berinisiatif mencari seorang baby sister sementara untuk putri Bima.


' Keesok kan hari nya '


Hari berganti hari, Bima tetap menyimpan kecurigaan bahwa istri nya berada di rumah suami Indah,


di saat ia hendak, pergi menuju ke rumah tetangga nya,


ia mendapat kan panggilan telvon dari Aldo.


Aldo :" Bim, si Indah uda sadar nih, dokter bilng dia tiba-tiba aja kebangun, tapi masih dalam posisi seperti mayat hidup.


Bima :" Oke, terus kabarin aku ya Do, kalau ada perkembangan, oh iya makasih, untuk cariin baby sister untuk Debi,


hari ini dia uda dateng ke rumah.


Karena kejadian penculikan istri nya, toko pun sudah beberapa hari di tutup,


dan karena mulai hari ini, sudah ada baby sister, ia pun memutus kan agar besok membuka toko kembali,

__ADS_1


Di dalam hati Bima selalu berkata untuk selalu kuat dan tegar,


ia pun terus-menurus menunggu Indah agar sadar sepenuh nya,


selain suami nya, Indah merupa kan orang yang palingengetahui tempat-tempat tersembunyi di dalam rumah nya,


karena itu ia selalu meminta Aldo mengawasi Indah dan jangan pernah meninggal kan nya.


Di saat ia hendak menemui Debi putri kecil nya, ia pun mengingat tentang istri pertama dari tetangga di depan rumah nya,


ia segera Meminta Aldo untuk menemu kan alamat istri pertama suami Indah.


Ia mulai bersiap-siap untuk pergi dari rumah nya,


Bima pun tidak lupa untuk memberi tahu baby sister anak nya, ' Saya mau pergi dulu sebentar, kamu jangan pernah bukain pintu untuk siapa pun selain saya '.


Disaat yang bersamaan, ia mendapat kan pesan dari Aldo, yang memberi tahu kan alamat istri pertama suami Indah,


ia pun segera pergi menuju alamat tersebut,


di dalam perjanan, ia melihat suami Indah yang baru keluar dari toko obat,


karena ia harus pergi terlwbih dahulu ke alamat yang Aldo kirim, ia pun memutus kan untuk tidak membuntuti lelaki itu dulu.


ia mulai bertanya ke pada beberapa penduduk setempat, untuk mengetahui nomor rumah sang istri pertama,


tidak butuh waktu lama, ia pun menemu kan rumah istri pertama, dari suami Indah itu, yang bernama Nia,


sebelum bertanya kepada Nia, Bima pun mulai memeperkenal kan diri nya terlebih dahulu, setelah itu ia pun mencerita kan kejadian sebelum dan sesudah istri nya menghilang.


Bima :" Maaf mbak saya cuma bertanya sedikit aja, mengenai suami mbak, saya mohon mbak bersedia membantu saya untuk menemui istri saya, ( Raut wajah sedih ).


Nia :" Suami saya dari dulu memiliki kelainan mental, akhir-akhir ini ia selalu di tekan oleh atasan nya, mungkin karena itu mental nya makin terganggu, dan saya sangat paham dengan suami saya, sekali ia bilang suka, maka tidak ada yang bisa memcegah, bapak harus cepet temuim istri bapak sebelum terlambat, untuk lebih lanjut nya saya tidak mengetahui tempat yang biasa ia guna kan untuk menyekap wanita-wanita yang ia suka,


karena ia lebih sering menghabis kan waktu di beberapa tempat di luar kota.


Setelah mendengar perkataan istri dari suami Indah, ia pun segera meminta Aldo untuk menyiap kan satu orang yang handal, agar dapat bekerja pada pada tetangga nya itu, sebagai mata-mata.


Aldo pun segera menghubungi saudara nya bernama Rini,


dan mulai mencerita kan semua kejadian yang di alami Bima, ia pun meminta Rinia untuk berpura-bura menjadi pembantu di rumah suami Indah itu,


Aldo juga berkata.

__ADS_1


Aldo :" Hari ini kamu berangkat ke sini, ntar ku pesenin tiket, harus segar sampe ya, dan lakuin cara apa pun agar kamu bisa di terima bekerja.


Rini :" Iya bawel, tapi inget ya, hutang kemarin belum lunas, di tambah satu kerjaan ini, jadi kamu harus bayar aku double ya,


( Sambil tertawa ).


Disaat bersamaan Indah yang mulai ingin memgeluar kan suara, terhenti di saat ia mematap sebuah jendela,


Dokter mengatakam karena trauma nya ini merupa kan hal yang wajar, dan ia juga mengata kan, mungkin ia mengingat sesuatu hal yang buruk saat ia di aniaya.


' Malam hari '


Malam mulai datang kembali, namum Bima belum dapat menemu kan petunjuk keberadaan istri nya,


setelah berbincang dengai istri pertama dari suami Indah,


ia pun memutus kan untuk berjalan-jalan memghilang kan kesedihan nya hingga, disaat ia tertuduk di sebuah cafe, ia menjadi lupa dengan waktu,


hari semakin gelap,


ia pum sergegas untuk pulang ke rumah nya.


Setiba ia di rumah, ia melihat seorang wanita sedang berkemas barang nya,


ia pun bertanya ke pada wanita itu.


Bima : Kamu siapa ya??


Bik, bukan nya saya uda bilang ya, jangan bukain pintu untuk siapa pun, selain sya.


Rini :" Yo mas Bima, lupa sama Rini ya, ini aku loh adik nya Aldo, Aldo yang minta aku untuk dateng ke sini, ia bilang kamu lagi butuhin seseorang untuk menjadi mata-mata, jadi Aldo minta aku deh, untuk jadi pembantu di tempat tetangga depan rumah kamu.


Bima :" Maaaf mas lupa, ya udah kamu istirahat dulu aja, mohon bantuan nya ya Rin untuk besok.


Setelah bertemu Rini, Bima pun segera pergi menghampiri Debi,


ia terus menatap dan mengelus putri kecil nya, yang sedang tertidur lelap sambil berkata , ' Tidur yang nyenyak ya sayang, ayah janji, Ibu mu pasti akan segera pulang besok '.


Malam semakin larut, malam yang mulai semakin terasa sejuk,


membuat nya mulai merasa kan lelah, di sekujur kaki, lengan dan pinggang nya,


ia pun memutus kan untuk segera beristirahat juga.

__ADS_1


__ADS_2