Kehidupan Dewi

Kehidupan Dewi
14. Rumah


__ADS_3

Setelah beberapa hari pasca melahir kan, Dewi masih belum bisa terlalu banyak melakukan pekerjaan rumah, untuk beberapa hari ini ia hanya mengerja kan hal-hal yang mudah saja.


Bima dan Ibu selalu membantu pekerjaan Dewi, Keseharian Dewi kini hanya mengurus anak nya.


untuk tugas yang lain, di kerjakan oleh suami dan ibu nya, di karena kan terlalu banyak jahitan yang ia terima pasca melahir kan, membuat nya harus berhati-hati dan selalu menjaga kondisi tubuh nya.


Dewi :" Mas, aku bisa membantu kok, aku kan ud lemat tujuh hari, jadi uda gak apa-apa, melaku kan pekerjaan rumah.


Ibu :" Gx boleh, kamu itu memiliki 7 jahitan, gx boleh ngerjain terlalu banyak pekerjaan rumah, rentan.


Bima :" Jangan ngeyel ya, ikutin kata orang tua.


Setelah beberapa menit kemudian, Dewi mulai menyadari bahwa Devi belum pulang, Dewi pun menanya kan nya pada ibu,.

__ADS_1


Dewi :" Bukan kah Devi sudah pulang minggu kemarin, sekarang kok malah gx ad terus bu?,


Ibu :' Dia pergi lagi, dan kini ayah mu lagi usahain dia pulang, karena pasport dan ktp nya gx di bawa, jadi Devi gx bisa pulang tanpa pakek taxi gelap, sedang kan untuk membayar taxi gelap, dia gx punya uang.(Sambil mencuci)


Dewi :" Hmmm... (Sambil menggeleng kepala)


Mendengar apa yang di kata kan ibu, Dewi terdiam sejenak, ia berfikir untuk meminta bantuan suami nya, agar dapat membantu Devi pulang, namun ia enggan untuk berkata, karena banyak nya pengeluaran akhir-akhir ini.


Disaat bersamaan Bima yang melihat istri nya terdiam sambil menunduk, membuat Bima hawatir, ia pu menghampiri istri nya dan berkata, ' Apa ada yang kamu rasa kan lagi, sakit atau nyeri?? '.


Bima pun yang mendengar kehawatiran Dewi, membuat nya berkata, ' Jika kamu mau membantu saudara mu, guna kan saja tabungan yang satu nya, tabungan putri kita, jika ada rezeki lebih, nanti bisa tabungin lagi '.


Mendengar perkataan suami nya, ia pun mulai meredakan kecemasan nya, ia menghampiri ibu dan berkata, ' Ibu, kami akan membanti Devi, dari biaya transport untuk ia pulang '.

__ADS_1


Ibu pun mulai menghubungi Devi, Ibu meminta Devi menghubungi taxi yang akan ia guna kan, dan memberi tahu ibu, kapan akan mulai pulang,


Devi yang berniat untuk menetap dan enggan untuk pulang, membohongi orang-orang yang ingin membantu nya, ia terus mengulur-ngulur waktu dan memberi alasan-alasan sebelum pulang,


perbuatan nya membuat ayah sangat marah, Bima dan ayah yang selalu menunggu Devi di perbatasan, saat ia bilang akan pulang, namun tidak pernah muncul, ke tiga kali nya ia membohongi ayah, ayah pun menelpon nya dan berkata , ' Seterah kamu mau pulang atau tidak, kamu urus diri kamu sendiri, kesabaran ayah ada batas nya, ayah dan Bima gx akan membantu lagi '.


Dewi yang merasa kesal, karena sikap Devi yang membuat ibu terus hawatir dan bersedih, Dewi pun menelpon Devi ia berkata


, ' Suami aku ama ayah uda niat mau bantuin kamu pulang, Eh... kamu malah banyak tingkah, orang tua lama-lama semakin tua, kamu bukan membuat mereka tenang, malah bikin mereka hawatir terus, kalo gx mau pulang tuh, dari awal bilang aja gx mau pulang, jangan banyak alasan '.


Setelah semua apa yang terjadi, membuat mereka memutus kan kontak dengam Devi, Ayah tidak ingin mendengar nama Devi lagi, Ibu yang terus bersedih membuat semua yang di sekitar menjadi hawatir, namun Dewi dan Bima terus mendorong Ibu agar keluar dari kesedihan.


Satu bulam kemudian, Dewi dan Bima memutus kan untuk pulang ke rumah mereka, di karena kan Bima yang harus mulai bekerja kembali, dan Dewi yang telah merasa pulih sepenuh nya, mereka berdua berkata kepada ibu, ' jangan bersedih terus-menerus ibu, mungkin ini jalan yang Devi pilih, Kami akan mengunjungi ibu dan ayah kembali, saat memiliki waktu senggang, ayah jagain ibu ya, kami pamit dulu '.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian mereka sampai ke rumah, hari itu adalah hari yang sangat melelah kan bagi pasang suami istri ini, mereka telah banyak merasa kan perasan bahagia, hawatir, dan sedih yang membuat mereka berdua ingin lekas tertidur, dan terbangun di hari yang cerah di rumah mereka..


__ADS_2