
' Pagi Hari '
Pekan raya akan di mulai pagi hari ini, Bima sudah selesai bersiap-siap dan mulai berangkat ke lapangan komplek,
banyak yang mengata kan, pekan raya di komplek itu selalu di ada kan setiap tahun, dan pekan raya di tempat itu selalu menjadi pekan raya yang paling meriah,
karena kekompakan yang selalu di lihat kan antat tetangga.
Bima mulai melihat-lihat setiap isi dari acara tersebut, di waktu yang bersamaan,
Ningsih yang melihat Bima berjalan-jalan sendiri membuat nya terus membuntuti Bima,
Ia tidak ingin langsung memghampiri Bima, karena takut akan membuat Bima ilfil.
Ningsih mulai memikir kan satu rencana kecip, ia ingin berpura-pura terjatuh di dekat Bima, agar dapat mencuri perhatian orang yang ia kagumi,
ia tahu bahwa Bima orang yang baik dan tidak akan pernah mengacuh kan wanita yang sedang terluka,
namun ia tidak menyangka, di saat ia terjatuh di depan Bima, Bima bukan langsung menolong nya, tetapi malah segera memanggil tim yang bertugas untuk mengurus orang-orang yang terluka.
setiap melihat wanita yang terluka di depan nya ia akan selalu berfikir, ' saya telah memiliki istri, dan tidak sepantas nya menyentuh wanita lain, apa lagi itu seorang wanita muda '.
sebab itu ia tidak pernah menolong secara langsung wanita muda, ia malah akan segera bergegas mencari bantuan,
setelah memanggil bantuan, ia akan segera pergi dan mlanjut kan kegiatan nya.
Bima tahu wanita-wanita yang sering terjatuh di depan nya, hanya ingin menganbil perhatian nya, karena itu ia akan langsung pergi setelah memanggil pertolongan,
banyak yang berfikir Bima adalah lelaki yang berhati dingin, dan sombong, dan banyak yang memutus kan untuk menyerah,
namun semua nya berbeda dengan Ningsih,
Ningsih tetap ingin terus mencuri perhatian Bima.
Acara akan segera di mulai, Bu Rt ingin meminta Bima untuk menjadi pembuka acara di pekan raya tahun ini,
Bu Rt meminta Ningsih untuk mengata kan nya pada Bima, Ningsih segera bergegas menghampiri Bima dan mulai mengambil kesempatan ini untuk menyapa.
Ningsih :" Selamat Pagi kak Bima, Saya Ningsih keponakan Bu Rt, tante saya meminta kakak untuk menjadi pembuka acara disini.
Bima :" Saya gak bisa, tolong sampai kan maaf saya sama Bu Rt ya,
Ningsih :' Duhh.. kalau gitu acara nya akan lama mulai nya donk, karena banyak yang gx mau jadi pembuka acara, saya lagi bertugas mengatur konsumsi,
__ADS_1
Mendengar perkataan Ningsih, Bima menyetujui permintaan Bu Rt ini untuk menjadi pembawa acara,
di sisi lain Orang tua Dewi yang datang berkunjung di hari pekan itu, membuat Dewi merasa senang sekaligus karena ada nya orang yang dapat menjaga Debi, Dewi segera meminta tolong kepada Ibu nya, untuk mengawasi Debi sebentar, Dewi berkata
, ' Ibu, saya tidak pernah melihat acara Pekan Raya di sini, bisa kah Ibu mengawasi Debi sebentar, Dewi tidak akan lama kok '.
Setelah Ibu mengata kan iya, Dewi langsung bergegas pergi ke acara tersebut, karena acara nya akan segera di mulai,
ia mulai mencari suami nya agar dapat bersama-sama menikmati acara,
beberapa waktu berlalu, ia tidak dapat menemui suami nya, di saat acara di mulai, ia mendengar suara suami nya dan mulai menhetahui bahwa Bima sedang menjadi pembuka acara pekan raya itu.
Dewi memutus kan menunggu Bima, sebelum menikmati acara tersebut,
10 menit kemudian, Bima selesai menjadi pembuka acara, Pekan raya telah di mulai,
Dewi segera memanggil Bima untuk melihat-lihat perlombaan dan konsumsi yang telah di sedia kan,
di saat bersamaan, Ningsih yang mulai ingin menghampiri Bima untuk memberi kan beberapa kue, melihat seorang wanita cantik yang sedang berbicara sambil menggandeng tangan Bima.
Meski melihat hal tersebut, Ningsih tetap berfikir,
, ' Belum tentu itu istri nya, bisa saja itu saudara nya, karena mereka saling memanggil dengan sebutan mas dab adek '.
Ningsih :" Pagi Kak, perkenal kan saya Ningsih, keponakan nya bu Rt.
Dewi :" Ohh iya, Nama saya Dewi, Saya Istri nya mas Bima.
Mendengar perkataan itu Ningsih menunduk diam dan segera pergi,
ia merasa kan ada sesuatu yang menusuk perasaan nya,
dan kata-kata yang di ucap kan Dewi, terus terdengar di telinga nya,
ia mulai berlari menjauhi acara, dengan menetes kan air mata di sepanjang jalan,
ia merasa diri sendiri sangat bodoh, tidak pernah ingin mendengar nasehat
teman-teman nya,
dan selalu berfikir tentang perasaan nya.
Di sisi lain, Dewi yang melihat prilaku Ningsih barusan, membuat nya menjadi merasa bingung,
__ADS_1
Bima segera membawa Dewi pulang, agar Dewi tidak berfikir yang aneh-aneh.
Sepanjang jalan pulang Dewi hanya berkata di dalam hati
, ' Apa keponakan Bu Rt itu, suka sama mas Bima ya, kok muka nya jadi berubah, saat aku memperkenal kan diri '.
( Sambil menatap suami nya ).
Dewi pun bertanya ke pada Bima
( sambil menarik nafas dalam-dalam),
Dewi :" Mas , pasti tahu kan kalau keponakan Bu Rt itu suka sama mas.
Bima :" Hmm.. iya baru tahu, tapi mas gx pernah mau tanggepin kok, mas kan uda punya istri yang paling cantik di dunia ( Sambil tersenyum ).
Dewi :" Tapi seharus nya di kasi tahu aja mas, biar dia gx terlalu lama suka nya, tadi ngelihat ekspresi munya, adek jadi gx enak, Ini juga salah mas sih, Siap suru ganteng amat ( Sambil tertawa ).
Bima berkata kepada Dewi untuk melupa kan kejadian ini,
setelah sesampai di rumah, Bima meminta Dewi menyajikan kue yang ia terima tadi, dan membuat beberapa gelas teh hangat.
Ibu memberi tahu Bima bahwa kedatangan nya bersama ayah bukan hanya untuk berkunjung,
namun mereka ingin meminta Bima untuk menjadi manager di usaha butik yang baru mereka bangun,
ibu berkata ayah tidak akan sanggup jika nanti harus sering-sering pulang pergi, untuk mengawasi perkembangan butik itu.
Dewi yang mendengar pembicaraan itu, meminta Bima untuk menerima nya,
selain membuat orang tua nya tidak perlu repot jauh-jauh datang hanya untuk mengawasi usaha, pekerjaam itu juga dapat meringan kan Bima, agar tidak perlu bekerja seharian menjadi Ojol.
Bima menyetujui permintaan orang tua Dewi,
Ibu dan Ayah sangat senang,
setelah berbincang-bincang cukup lama,
ibu dan ayah mulai ingin berpamitan,
karena hari sudah semakin siang,
Ibu berkata, ' Kami harus pulang sekarang, karena jika terlalu sore pulang nya, ntar sebelum sampe rumah, hari malah akan gelap, kalau sudah gelap ayah kamu gx akan bisa jelas ngeliat jalan '.
__ADS_1
Bima dan Dewi pun segera mengantar ayah dan ibu hingga di dekat gerbang, dan bergegas masuk ke dalam rumah setelah mobil ayah pergi.