Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
101. Memberikan Penjelasan


__ADS_3


Seno yang marah, melihat kearah para penipu berkedok Dukun yang baru saja dirinya lumpuhkan. Dia begitu marah ketika mengetahui jika semuanya hanya pembodohan saja.


Semuanya pasti sebuah trik atau akal - akalan Ki Belung yang ingin mencari nafkah namun dengan menggunakan penipuan yang nyata.


Dan ketika tatapan matanya mengarah ke Anjas lagi, membuat Seno semkin lebih kesal di bandingkan sebelumnya. Di matanya, tentunya keberadaan Anjas inilah yang membuat dirinya mempercayai Ki Belung dan ilmu Dukun miliknya.


"Hmph! Kalian semua akan mendapatkan balasan atas tindakan penipuan yang kalian lakukan..." Kata Seno dengan dingin.


Segera Seno berbalik kearah ayahnya lagi, dan dengan panik berkata. "Ayah, bertahanlah!..."


Silfi merasa sedih ketika melihat kakeknya berada dalam kondisi tersebut, segera dia menatap Lestari dan berkata dengan nada memohon, "Dokter Tari, apakah tidak ada yang harus kita lakukan?..."


"Aku tidak tahu!..." Lestari tersenyum pahit, kemudian dia melihat Fatir seolah meminta bantuan.


Fatir tersenyum dan berkata kepada Seno, "Paman, bisakah aku melihat kondisi tuan Sasongko?..."


"Tidak masalah!..." Walaupun panik, namun Seno tidak menolak permintaan Fatir untuk melihat kondisi Ayahnya melalui sentuhan langsung.


"Maaf tidak sopan!..." Fatir yang mendekat langsung mengambil tangan pak tua sasongko. Dia dengan hati - hati memasukkan energi Qi untuk melihat kondisi tubuhnya.


Dari samping, Seno mulai memperhatikan segala tindakan Fatir, dan entah mengapa sosok pemuda di depannya mengingatkan dirinya terhadap seseorang tertentu. Namun sulit mengatakan jika keduanya dua orang yang sama karena Fatir terlihat begitu muda.


"Kak Fatir, bagaimana kondisinya kakekku!..." Tanya Silfi yang duduk di samping pak tua sasongko.


"Kondisinya sebenarnya tidak separah seperti yang terlihat, jika bukan santet seperti yang Dukun itu katakan..." Jawab Fatir secara ambigu.


Tanpa peringatan, tangan Fatir bergerak dengan begitu cepat, dia memukul bagian perut, dada, bahu dan betis kaki. Bagian tersebut adalah titik - titik akupunktur yang terhubung ke otak manusia.


Segera pak tua sasongko berhenti menjerit dan melihat tubuhnya dengan bingung, "Mengapa aku tidak sakit lagi?..."


"Kakek! Kamu sudah membaik?..." Kata Silfi dengan sukacita, dia tanpa sadar melihat Fatir dengan cahaya baru. Itu lebih mirip kekaguman yang sulit di percaya.

__ADS_1


Seno dan Lestari yang ada di sana juga di kejutkan dengan apa yang terjadi. Bukannya Fatir hanya memberikan beberapa sentuhan? Namun pak tua sasongko sudah tidak merasakan rasa sakit lagi.


Sangat berbeda dengan penipu berkedok Dukun sakti sebelumnya. Sudah banyak ritual aneh dan ini itu, namun tidak mendatangkan manfaat apapun.


"Nak Fatir, Kamu sudah menyembuhkannya?..." Tanya Seno dengan tidak percaya, ternyata pemuda yang datang atas permintaan putrinya bukanlah penipu. Melainkan memiliki keterampilan medis yang nyata.


Lestari sudah mengetahui jika adik iparnya memiliki kemampuan medis setelah insiden di rumah sakit yang melibatkan nona Mawar Irawan. Namun siapa sangka jika ia akan menjadi begitu bisa diandalkan.


"Paman, masih terlalu dini untuk mengatakan tuan Sasongko, sembuhkan dari penyakit yang di deritanya..." Jawab Fatir dengan jujur.


Kemudian dia menambahkan, "Yang aku lakukan adalah teknik totok saraf dan menghentikan aliran saraf yang mengalami penyempitan. Jadi pak tua sasongko belum bisa dikatakan sembuh, sebelum saraf yang menyempit di perbaiki sepenuhnya..."


"Jadi, semuanya karena saraf yang menyempit dan bukan karena santet?..." Tanya Silfi dengan rasa ingin tahu dihatinya.


"Tentu saja tidak, dari awal tidak ada santet atau penyakit kiriman apapun di tubuh tuan Sasongko!..." Jawab Fatir dengan tersenyum.


"Sialan, jadi santet itu tidak nyata dan mereka hanya mengambil manfaat dari kondisi ayahku!..." Seno berkata dengan kebencian sambil melihat para penipu yang tersungkur kesakitan.


"Bukan seperti itu paman, Tentu saja santet itu ada namun dalam arti yang sebenarnya. Bukan sejenis penipuan seperti yang baru saja mereka lakukan!..." Fatir berjalan dan mengambil keris milik Ki Belung sebelumnya yang tergeletak di dekatnya.


Segera sebuah colokan micro usb terlihat dengan begitu jelas. Juga ada tombol kecil di bagian atasnya, dan ketika ditekan maka, akan mengeluarkan arus listrik skala kecil yang samar.


"Sialan, jadi semuanya palsu dan ini hanya akal - akalan saja?..." Kata Seno dengan geram, dia begitu menyesal karena mempercayai metode pengobatan Dukun yang ternyata hanyalah penipuan?


"Kak Fatir, bagaimana dengan tisu yang ada di kamar kakekku?..." Tanya Silfi.


"Tisu?!..." Fatir tersenyum dan menjelaskan, "Jika kalian melihat rekaman CCTV maka kalian akan mengetahui siapa orang yang meletakkan tisu tersebut di sana..."


Fatir kemudian menambahkan, "Sedangkan membakar tisu tanpa pemicu api, itu semua menggunakan dua bahan kimia. Jika kalian memeriksanya maka dua bahan ini akan di temukan pada pakaian mereka..."


Sekali lagi semua orang mengangguk, karena penjelasannya cukup masuk akal.


"Fatir, bagaimana dengan Kelapa muda yang berisikan sesuatu yang tak lazim sebelumnya?..." Pertanyaan datang dari Lestari.

__ADS_1


"Oh! Yang itu..." Fatir menunjukkan sebuah lubang pada bagian dalam kelapa muda yang sudah di pecahkan, kemudian dia berkata. "Kalian seharusnya tahu, mengapa Dia menyuruh pengikutnya untuk mendapatkan kelapa muda secara pribadi daripada membiarkan kita mendapatkannya sendiri!..."


"Mungkinkah!..." Semua orang akhirnya tercerahkan dengan sendirinya.


Fatir mengangguk dan menjawab, "Benar, itu karena Kelapa muda sudah mengalami pengaturan sedemikian rupa, agar metodenya dapat menyakinkan pasiennya!..."


Satu - persatu Fatir telah menjelaskan tentang segala trik yang telah Ki Belung lakukan. Dan berharap orang lain tidak tertipu dengan pembodohan seperti ini.


"Sialan... Mereka benar - benar tidak tahu malu..." Seno langsung mengeluarkan ponselnya untuk melakukan pemanggilan, dia menghubungi pihak kepolisian untuk menangkap para penipu ini.


Semua metode penipu telah terungkapkan dan tidak lama setelahnya kepolisian datang untuk mengamankan tersangka yang bersangkutan.


Ki Belung, dan kelima pengikutnya juga Anjas yang menjadi perantara telah di bawah pergi untuk pemeriksaan lebih lanjut.


_


_


_


Semua telah kembali dengan tenang, Sedangkan yang terakhir hanya perlu menyembuhkan penyakit yang di milik Pak tua sasongko.


"Kak Fatir, apakah kondisi kakekku bisa di sembuhkan sepenuhnya?..." Tanya Silfi sekali lagi, Dia merasa mengambil keputusan tepat karena berhubungan dengan Lestari, sehingga dia bertemu dengan Fatir.


Karena jika bukan karena Fatir ada di sana. Mereka tidak hanya mengalami pembodohan namun kondisi pak tua sasongko yang sebenarnya tidak adak di ketahui dengan mudah.


"Nak Fatir, sebelumnya aku minta maaf karena mengabaikan kamu dan lebih memilih untuk percaya kepada para penipu itu!..." Seno tersenyum pahit dan mulai menyesal dengan segala tindakannya selama ini.


"Paman, kamu tidak perlu meminta maaf. Siapapun yang berada di posisimu akan melakukan hal yang sama. Bukankah kamu melakukan semua ini hanya karena ingin kesembuhan tuan Sasongko!..." Kata Fatir dengan tenang.


Fatir tersenyum dan menambahkan, "Setidaknya aku mengerti dan sangat menghargai usaha seorang anak yang berusaha menyembuhkan penyakit orang tua mereka..."


Di mata Fatir, segala tindakan yang Seno lakukan bukan tanpa alasan. Menurutnya tindakan tersebut begitu mulia dan perlu di apresiasi, dan menjadi sikap yang seharusnya di miliki oleh semua orang.

__ADS_1


Kata - kata Fatir membuat semua orang semakin mengaguminya. Tidak hanya muda dan baik tutur katanya. Tetapi juga memiliki kemampuan medis yang luar biasa sebagai pendukungnya.


Bersambung...


__ADS_2