Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
47. Pengobatan Mistis


__ADS_3


Perkataan Fatir membuat Wanita itu sangat malu.


Wanita itu sudah merasa, jika dirinya sangat cantik. Bahkan dengan begitu percaya diri memberikan pertanyaan kepada Fatir untuk menilai dirinya.


Sekarang kekurangannya sudah terungkapkan, sehingga tidak ada alasan lagi untuk membuat Fatir memujinya.


Bodoh sekali, itu sangat memalukan. Pikir wanita itu dengan menyentuh rambutnya untuk menutupi luka yang ada di keningnya.


Suasana hatinya sangat buruk, wanita itu berniat untuk mengusir Fatir. Namun mengingat perkataan Fatir sebelumnya, dia membatalkan niatan tersebut.


"Apa pendapatmu dengan luka di keningku?!..." Wanita itu berinisiatif untuk bertanya. Tidak lupa untuk memperlihatkan luka memanjang di wajahnya.


Fatir melihat wanita itu dengan seksama. Sejak awal dia tidak menemukan kondisi buruk apapun dari pasien VVIP no 102. Dia menduga, jika wanita itu memliki masalah terhadap luka kecil pada bagian yang mudah terlihat.


Sebenarnya, wanita itu cukup pintar menyembunyikan luka di wajahnya, Namun tidak untuk Fatir. Dia berulang kali menemukan gerakan yang sama, pada gerakan tangan wanita tersebut.


Gerakan tangan wanita itu, hanya menyentuh rambut pada keningnya. Jika itu terjadi sekali, Fatir tidak akan merasa aneh. Namun itu terjadi berulang kali dan seperti menekan rambut pada keningnya.


Walaupun hanya sebuah pemikiran, Namun Fatir sangat yakin jika wanita tersebut memiliki masalah pada keningnya dan hasilnya adalah benar.


"Itu hanya luka, apakah ada yang salah dengan itu? Aku pikir dengan perawatan rumah sakit, itu akan sembuh dengan sendirinya..." Jawab Fatir dengan jujur.


Hanya karena luka kecil di kening wanita itu, membuat Manajer Rumah sakit menghubungi Fatir. Sungguh sakit kepala yang luar biasa.


"Hmph..." Wanita itu mendengus dengan tidak puas. "Yang aku inginkan bukan saja kesembuhan luka ini. Tetapi, ingin menghilangkan bekas luka yang tertinggal..."


Fatir mulai memahaminya, Ternyata wanita itu hanya tidak ingin ada bekas luka di wajahnya.


"Bukanya, kamu bisa menyamarkannya dengan bedak setebal satu centimeter?!..." Pertanyaan Fatir adalah penghinaan terbesar untuk wanita itu.


Diam!


Satu centimeter!


"Jangan bercanda, aku menyukai kecantikan alami. Tidak mungkin bagiku untuk menggunakan riasan tebal..." Kata wanita itu dengan kesal.

__ADS_1


"Jadi kamu ingin operasi kulit?!..." Fatir memberikan tebakan.


"Itu benar..." Wanita itu mengakuinya. "Jangankan riasan tebal, aku bahkan tidak pernah menggunakan kamera jahat..."


Wanita itu menggeleng, kemudian menambahkan. "Jika ada bekas luka di wajahku, aku tidak akan pernah bisa mengganti gaya rambutku lagi seumur hidupku, sangat menyebalkan..."


Entah mengapa, wanita itu dapat terbuka kepada orang asing.


Secara tiba - tiba, seorang pria paruh baya dengan stelan jas dokter masuk dari luar dan di ikuti oleh perawat yang sebelumnya bertemu dengan Fatir.


Dokter itu tidak melirik Fatir sama sekali. Dia dengan tersenyum melihat wanita cantik yang duduk di atas ranjang.


"Nona Karina, bagaimana kondisimu hari ini?!..." Tanya pria itu dengan ramah di wajahnya.


Fatir akhirnya mengetahui nama wanita itu dan menurutnya, nama Karina sama cantiknya dengan wanita itu.


"Semuanya sangat baik, Dokter Rio. Apakah kamu memiliki metode untuk menghilangkan bekas luka di keningku?!..." Karina bertanya dengan terburu - buru. Berharap Dokter Rio memiliki solusi untuk kondisinya.


"Aku pikir, jawabanku akan mengecewakan nona Karina..." Dokter Rio berkata dengan nada penyesalan. "Bahkan dengan peralatan yang memadai, juga dengan kemampuanku sebagai dokter bedah kulit. Itu akan mustahil untuk menghilangkannya secara penuh..."


"Apakah tidak ada jalan lainnya!..." Karina tidak ingin menyerah, "Dokter Rio, selama kamu membantuku. Aku akan memberikan banyak uang, selain itu akan akan menerima undangan makan malam denganmu..."


Rio yang mendengar ini tentunya sangat senang. Selain mendapatkan keindahan Karina, dia juga akan menjadi bagian dari latar belakang Karina yang tidak sederhana.


Itu adalah keinginannya sejak lama, Tetapi Rio harus menyesalkan hal tersebut. Karena dia tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi keinginan Karina.


"Nona Karina, masalah ini bukan karena uang, juga bukan karena undangan makan malam. Tetapi teknologi medis saat ini, tidak mungkin bisa melakukannya..." Jawab Dokter Rio dengan penyesalan.


Fatir yang dari awal melihat semuanya, memberikan senyuman misterius. Tentunya dia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan luka di kening Karina tanpa meninggalkan bekas luka sama sekali.


Namun, Fatir memiliki kendala, yaitu membuat orang lain percaya dengan kemampuannya.


"Itu bukan tidak mungkin untuk menghilangkan bekas luka yang tertinggal..." Suara Fatir mengejutkan semua orang yang ada di dalam ruangan.


Semua orang melihat kearah Fatir yang duduk santai di sana. Karina masih memiliki keraguan di hatinya. Sedangkan perawat sebelumnya, dia melihat Fatir dengan kebencian.


"Kamu siapa?..." Tanya Rio dengan dingin. Dia menduga, jika Fatir menjadi orang yang ingin mengejar Karina, sama dengan dirinya.

__ADS_1


Sebelum Fatir memberikan jawaban, Perawat yang ada di belakang Dokter Rio langsung angkat bicara.


"Dokter Rio, Dia adalah seorang pria aneh yang sebelumnya kukatakan..." Kata perawat tersebut dengan tatapan menghina kearah Fatir.


Tentunya Dokter Rio telah mendengar dari perawat tersebut, jika Fatir dengan sengaja masuk keruang bangsal VVIP no 102.


"Hmph! Orang tidak penting..." Tentunya, kesan pertama Rio terhadap Fatir adalah tidak menyukainya sama sekali.


"Yang tidak memiliki kepentingan di harap keluar, Kamu hanya akan menggangu proses kesembuhan pasien..." Secara tegas, Rio mengusir Fatir untuk meninggalkan ruangan.


Fatir mengerutkan keningnya, Rumah sakit ini secara tidak langsung menjadi miliknya, Mengapa dia harus pergi?


Tidak memperdulikan siapa Dokter Rio, tidak ada yang berhak mengusir Fatir dari tempatnya.


Mengabaikan tatapan permusuhan dari Dokter Rio, Fatir memilih untuk melihat Karina.


"Jika aku keluar, tidak ada yang dapat membantumu..." Kata Fatir dengan tetap tenang kearah Karina.


Karina tersentak, Dia dapat melihat senyum percaya diri Fatir. Tentunya Dia ingin mendengar solusi yang akan Fatir berikan untuk kondisinya.


"Dokter Rio, dia akan tetap tinggal dan mari kita dengarkan penjelasannya..." Kata Karina setelah mengambil keputusan.


Dokter Rio sangat tidak puas dengan pernyataan Karina. Jelas - jelas Fatir bukan dokter, bagaimana dia bisa memiliki kemampuan pengobatan yang lebih baik dari teknologi medis saat ini.


Menurutnya, Fatir hanya ingin mencari muka di depan Karina.


"Tidak masalah..." Kata Rio dengan tertekan. "Aku juga ingin mendengar metode pengobatan darinya..."


Mendapatkan tatapan langsung dari semua orang, membuat Fatir dengan percaya diri berkata.


"Aku akan menggunakan metode mistis untuk menyembuhkan luka dan menghilangkan bekas luka di keningnya..." Jawaban Fatir benar - benar mengejutkan siapapun yang mendengarkannya.


Sejak kapan pengobatan mistis masih ada?


"Sialan... Kamu berada di rumah sakit dengan pengobatan modern dan teknologi canggih. Namun kamu membawa nama pengobatan mistis!..." Dokter Rio meraung dengan ganas.


Memang benar, Indonesia sangat terkenal dengan pengobatan mistis. Namun tahun berapa sekarang?

__ADS_1


Bukankah pengobatan mistis hanya praktek penipuan semata?


Bersambung...


__ADS_2