
Ruangan kantor semakin memanas dengan Fatir dan Mary saling menatap.
Pertanyaan Mary yang baru saja di tanyakan membuat pertahanan terakhir Fatir lenyap. Di gantikan dengan keinginan untuk melanggarnya dengan paksa.
Bagaimana tidak, sosok Mary tidak hanya cantik. Tetapi juga sangat menakjubkan. Pria manapun akan memimpikan untuk tidur dengannya. Tidak terkecuali Fatir juga.
Sekarang keduanya telanjang bulat, dengan joni agung yang menjulang tinggi. Selain itu, Mary sudah benar - benar basah dan tidak tahan lagi.
"Mary... Aku tidak. memiliki pengaman..." Kata Fatir dengan tidak berdaya, selama ini dia dua kali ngesek dengan Miranda, dan tidak mungkin melakukannya tanpa pengaman.
"Ketua, kamu tidak perlu khawatir dengan pengaman apapun. Ini hari amanku, bahkan jika kamu keluar di dalam, itu akan baik - baik saja..." Mary menjelaskannya untuk menenangkan Fatir.
"Aku mengerti..."
"Mary... kamu bisa berbalik... Aku akan akan melanggarmu dari belakang..." Jawab Fatir.
Dengan joni agung yang berdiri tegak, tidak mungkin Fatir menolaknya lagi. Lebih tepatnya sulit untuk menolaknya.
"Seperti ini!..." Kedua tangan Mary di letakan di atas meja kantor, dengan posisi punggung menghadap kearah Fatir.
Mary berdiri dalam kondisi membungkuk. Memperlihatkan pantatnya yang tebal. Walaupun cukup tersembunyi, namun celah rahasia miliknya terpampang sangat jelas.
Lembah rahasia milik Mary mengalami kebocoran. Cairan hangat mengalir membasahi paha putih salju milikNya.
Fatir yang berjalan di mendekat, Mengarahkan joni agung yang tinggi dan tebal kearah pintu celah sempit tersebut.
Walaupun sangat basah, namun Fatir kesulitan untuk memasukannya. Seolah sangat mustahil untuk di masuki oleh batang tebal joni agung.
"Mary, kamu harus melebarkan kedua kakimu agar lebih berjauhan..." Kata Fatir dengan niat menyarankan.
"Aku mengerti..." Mary sejak awal sudah menunggu momen tersebut, dan benar - benar menginginkan agar joni agung bersarang di dalam tubuhnya.
"Baiklah, rileks saja... Mungkin akan sakit untuk pertama kalinya..." Fatir menjelaskan.
"Tidak masalah, lanjutkan saja..." Jawab Mary dengan memalingkan wajahnya kebelakang.
"Aaahh!..." Mary menjerit kesakitan ketika joni agung menyelam kedalam tubuhnya.
Darah perawan mulai mengalir melalui paha putih salju miliknya. Momen ini akan selalu di ingat oleh Mary karena saat pertama seorang wanita melakukannya, benar - benar berharga.
"Ketua, kamu bisa bergerak sekarang juga..."
Persetujuan Mary membuat Fatir menggerakkan pinggulnya dan memulai penetrasi yang cukup bergesekan.
Sial, ini sangat ketat sekali!
"Haaa... Haaa... Ah..."
"Ketua... Aku senang sekali... Mmm..." Kata Mary dengan senyuman ekstasi.
Menjaga keperawanan hingga di usia dua puluhan tahun tidaklah muda, Banyak hal yang Mary lakukan untuk tetap menjaganya.
Sekarang, Fatir menjadi pria yang beruntung dan menjadi yang pertama untuk Mary.
__ADS_1
"Fwooop!..." Suara gesekan terdengar, dan pertempuran keduanya bertahan cukup lama.
"Ketua, tolong keluarkan di dalam diriku..." Kata Mary dengan senyuman ekstasi.
"Fwoop!..." pergerakan diantara keduanya terus berlanjut cukup lama.
"Kamu yakin tidak apa - apa!..." Jawab Fatir sambil kesulitan menghentikan pinggulnya.
"Haaa! Ketua lakukan saja apapun keinginanmu..." Kata Mary dengan tersenyum.
Karena tidak tahan lagi, Fatir mengulurkan tangannya untuk menyentuh payudara lembut milik Mary. Keduanya seakan tidak terpisahkan.
Sensasi melanggar dari belakang, benar - benar menakjubkan. Hal itu membuat kaki Fatir sedikit turun.
"Mmmph!..."
"Ketua, ini benar - benar enak..." Kedua payudara Mary menjadi bergoyang ketika Fatir mendorong pinggulnya.
"Aku juga enak Mary..." Jawab Fatir dengan jujur.
"Ketua, rasanya sangat nikmat. Aku ingin kamu mendorong lebih dalam lagi..." Kata Mary sebagai wanita yang menjadi sangat gila.
Rasa gatal benar - benar menghilang. Di gantikan dengan rasa sakit, dan tidak lama setelah itu. Sensasi kenikmatan memenuhi tubuh Mary. Rasanya benar - benar sangat tak tertahankan.
Sial, Aku tidak tahan lagi!
"Mary, aku akan keluar!..." Kata yang sudah menahan ejakulasi cukup lama.
"Ketua, keluarkan saja di dalam..." Mary meminta.
"Spurlt..."
"Annnnhhhh!..."
Cairan lengket dan pana memenuhi tubuhnya, bercampur dengan bercak darah perawan. Mary tersungkur di atas meja dengan lemas.
Rasanya, tubuhnya benar - benar sulit di gerakan. Setelah pertempuran yang cukup memakan waktu, akhirnya selesai.
"Bohong... Mengapa itu masih berdiri tegak?!..." Tanya Mary dengan bingung. Tubuhnya masih bergetar hebat karena perseteruan yang memanas sebelumnya.
Pertama, Fatir keluar di dalam mulutnya. Sekarang keluar di dalam tubuhnya. Mengapa saat ini masih bisa berdiri tegak.
"Aku sangat menyesal, setidaknya milikku bisa bertahan sepanjang hari atau mungkin lebih dari..." Fatir menjelaskan dengan dengan malu.
Diam!
Kini Mary tidak bisa berkata - kata. Siapa sangka jika Ketua baru yang terlihat sangat cupu, ternyata memiliki monster di antara kedua kakinya.
Keduanya melakukan pemeriksaan sejak siang hari dan sekarang sudah hampir sore hari dan kebanyakan karyawan pulang setelahnya.
Setidaknya keduanya, melakukan hubungan seksual hingga menjelang sore, namun Fatir masih sanggup berdiri.
"Ketua, apakah tidak masalah jika kita menambahkan jam lembur?!..." Tanya Mary dengan tersenyum.
Walaupun masih ada jejak rasa sakit dan cukup sulit untuk berjalan, namun sensasi joni agung di dalam tubuhnya, membuat Mary benar - benar ketagihan.
__ADS_1
"Aku tidak keberatan..." Jawab Fatir.
Pertempuran berikutnya berlangsung hingga menjelang malam, dan keduanya memutuskan untuk menginap di kantor.
_
_
_
Dua hari berlalu begitu saja.
Sejak kejadian di kantor, Fatir tidak lagi mengunjungi perusahaan. Semuanya di bawah kendali Mary seperti biasa.
Selama itu pula, Fatir melakukan rutinitasnya untuk istirahat di apartemen elite miliknya.
Kantor baru untuk pelayanan konseling masih dalam proses pembentukan. Sedangkan untuk gedung menggunakan salah satu gedung terbaik di kota jakarta.
Kabar, jika Fatir akan membuka pelayanan konseling telah menyebar diantara para karyawan. Walaupun mereka tidak mengetahui visi dari divisi baru tersebut, namun banyak karyawan wanita yang sangat optimis dan bersemangat.
Masih ada tiga hari lagi, sebelum divisi baru akan di resmikan. Namun Fatir tidak menginginkan acara perayaan apapun dan berharap semua orang mengerti dengan keputusannya.
Di salah salah satu pusat pembelanjaan di kita jakarta. Fatir baru saja keluar setelah membeli sesuatu.
Walaupun Fatir sekarang kaya raya, namun dia tidak menonjolkan kekayaannya. Dia benar - benar sulit memahami kehidupan orang kaya.
Fatir sudah beradaptasi berulang kali, namun dia tetap menyukai kehidupan sederhana miliknya.
Hari ini Fatir hanya ingin bersantai saja, namun tanpa di sadari, dia berada di tempat tersebut.
Ketika dia hendak pulang, Fatir menghentikan mobil Bugatti edisi terbatas miliknya di tepi sungai Ciliwung.
Mungkin bagi orang lain, sungai ini tidak berkesan apapun. Namun tidak bagi Fatir.
Di masa lalu, dia cukup sering bermain di dekat sungai tersebut. Aliran sungai akan membuatnya merasakan sensasi yang menenangkan.
Fatir sedang berjalan di sepanjang sungai dan tiba - tiba mendengar teriakan.
"Tidak baik, seseorang telah jatuh ke sungai..."
Fatir dengan cepat menoleh untuk melihat, dan menemukan seorang wanita hanyut di sungai, yang sedang dalam bahaya.
Perlu di ketahui, Arus sungai Ciliwung cukup deras. Di tambah wanita tersebut tidak bisa berenang, jika dia tidak di selamatkan secepatnya. Dia akan tenggelam dan meninggal.
Beberapa orang yang berdiri di dekat sungai terlalu cemas.
"Siapa gadis itu?!..."
"Cepat, seseorang selamatkan dia..."
"Sudah terlambat, wanita itu sekarat! dia tenggelam, dan sulit untuk di selamatkan..."
Situasinya sangat kritis dan kebanyakan orang lebih memilih menjadi penonton dari pada berlomba - lomba untuk memberikan bantuan.
Belum lagi, kebanyakan diantara mereka memilih untuk merekam momen tersebut dengan ponsel mereka, dari pada harus masuk kedalam sungai.
__ADS_1
Bersambung...