Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
90. Di Dalam Mobil Yang Memanas


__ADS_3


Meskipun Miranda pernah mendengar tentang pedang daging milik seorang pria, tetap saja dia sangat kagum dengan bagian bawah milik Fatir. Apa lagi setelah beberapa kali merasakannya, itu membuatnya sedikit kecanduan.


"Sekarang menjadi begitu besar. Ketua apakah kerena melihat tubuhku atau karena gerakan tanganku..." Miranda menyeringai dengan penuh kemenangan.


Wanita mendambakan pria yang perkasa seperti Fatir. Miranda bertindak lebih berani, pada saat menatap penuh dengan perhatian terhadap pilar batu giok joni agung, dia tidak bisa menahan diri untuk berhenti sejenak.


"Hehe... Bahkan hanya beberapa kali sentuhan, itu semakin keras..." Miranda membuka mulutnya kemudian meneteskan air liur hangat dan wangi.


Ketika itu semakin membasahi batang menjulang joni agung, tangannya segera bergerak seolah - olah dia memandikan tongkat bisbol.


Fatir tetap duduk di sana sambil mengemudi, terkadang dia memperlihatkan giginya yang putih ketika bertahan dari sentuhan lembut dari tangan Miranda.


Sekali lagi Miranda dengan seksama memperhatikan daging tebal yang menempel di antara kaki Fatir. Sekarang ini, dia akan lebih menggoda pria muda yang kuat ini.


"Miranda, jika kamu melakukan itu, aku tidak tahan lagi..." Jawab Fatir dengan tertekan. Segera dia mencari persimpangan sepi dan setelah menemukan jika tempat tersebut tidak ada siapapun yang akan melaluinya. Fatir langsung menghentikan mobil tersebut.


Miranda cukup senang ketika Fatir menghentikan mobilnya di tempat sepi. Dia menekankan mekanisme kursi kemudi sehingga bergerak kebelakang dan membuat Fatir terlentang kebelakang.


"Aku sangat senang dengan keputusanmu ketua!..." Kata Miranda dengan menggoda, dia dengan perlahan menarik resleting yang ada di punggungnya. Tidak lupa untuk melepas pengait dari bra yang dikenakannya.


Tetapi sebelum dia melepaskannya, suara Fatir terdengar. "Miranda, kita bisa mencari hotel terdekat..."


Miranda menggunakan jari telunjuknya untuk menyentuh mulut Fatir. Seolah mengisyaratkan untuk tidak berbicara, "Ketua, aku ingin melakukannya di sini!..."


Segera payudara montok milik Miranda terpampang jelas di depan penglihatannya. Fatir tanpa sadar menelan ludah, dia sudah melihat dan memakannya beberapa kali, tetapi tetap saja sangat mengagumkan.


Miranda bergerak lagi, kemudian dress pendek itu dengan perlahan tertarik keatas dan memperlihatkan tubuhnya yang bertelanjang bulat di depan mata Fatir.


Segera Fatir dapat melihat lekuk tubuhnya yang anggun dan mempesona. Payudara montok miliknya terlihat begitu mengesankan. Tentunya akan membuat pria manapun bersemangat ketika melihatnya.


"Ahh!..." Fatir memliki kedua mata memutar. Dia kesulitan menahan tubuh menggoda ini dan segera mengulurkan tangannya untuk menyentuh payudara montok dan lembut itu.

__ADS_1


"Sial!..." Fatir benar - benar frustasi, Dia tidak dapat menahan diri lagi mengingat godaan yang begitu besar terpampang di depan matanya.


Tanpa peringatan apapun, bagian bawah Fatir membengkak, itu benar - benar ingin meledak dan kondisi joni agung mulai meronta - ronta. Dia dengan cepat memainkan payudara montok milik Miranda.


"Aaahhhh!..."


Melihat Miranda yang berteriak, Kemudian Fatir berkata dengan sopan, "Miranda, kamu harus bertanggung jawab karena membuat temanku menjadi seperti ini..."


"Ketua bisa tenang, Aku akan bertanggung jawab sampai akhir..." Segera Miranda melepaskan celana hitam yang Fatir kenakan saat ini. Itu lebih memperlihatkan sosok joni agung dan memperlihatkan bagian perut Fatir yang berotot.


Kapten Joni agung sekali lagi mendapatkan tugas negara, sehingga dia harus melakukan yang terbaik.


"Ummm!..."


Berikutnya keduanya berciuman dengan begitu intens, memainkan lidah mereka hingga menggigit bibir satu sama lain. Sampai waktu berlalu, nafas keduanya menjadi berat dan berpisah.


"Uawww!..."


Miranda membungkuk di depan Fatir, meletakkan tangannya di atas kakinya. Payudara montok yang lembut secara tidak sengaja bersentuhan dengan pahanya, saat dia dengan berani menatap Fatir sambil tersenyum.


"Ini berdenyut dan besar, aku merasa, jika ini lebih besar dari yang terakhir kali..." Kata Miranda sambil menggerakkan tangannya.


Tangannya melingkari tongkatnya yang tebal. Payudara miliknya yang montok bergetar seiring dengan gerakannya. Fatir tidak bisa menahan diri untuk tidak mengulurkan tangannya dan mencubit payudara montok yang indah itu.


"Ahh!... Itu menyakitkan..." Miranda menarik tubuhnya ke belakang karena tersentak.


Rasanya seperti kesemutan. Entah mengapa, dia ingin dipermainkan oleh tangan Fatir walaupun jika itu menyakitkan. Tapi hanya dengan sebuah cubitan saja telah membuatnya lemas.


Payudara Miranda sangat lembut dan fleksibel. Fatir dengan sengaja menggerakkan pinggulnya ke atas, membuat tongkat dagingnya menyentuh payudara Miranda yang montok.


"Bisakah kamu menjepitnya?..." Fatir bertanya.


Miranda tahu niat Fatir dan dengan demikian menurunkan bagian atas tubuhnya, menjepit tongkat daging besar joni agung di antara dadanya yang lembut dan menggunakan payudara miliknya untuk memijat joni agung.

__ADS_1


"Ketua aku mengerti, aku dengar semua pria sangat menyukai posisi memalukan ini..." Jawab Miranda. Tentunya dia tidak memiliki pengalaman, tetapi setiap gerakannya begitu hati - hati.


Tongkat daging joni agung berkeliaran di belahan dadanya yang dalam seperti ular. Hingga menjadi lebih besar di bawah provokasi tubuh yang memikat itu. Pada saat Miranda menggerakkan payudara miliknya, pantatnya juga mengikutinya.


"Ya, kamu cukup baik ketika melakukannya..." Fatir berkata dengan jujur. Dia bisa merasakan nafsu berapi - api di mata Miranda.


Daerah bawahnya sudah menjadi basah dan menetes keluar. Batang tebal joni agung mencapai bibirnya yang harum dan dengan sengaja menggunakan bibir seksinya untuk menggoda joni agung.


"Ummm!..."


Penampilannya yang cabul itu membuat Fatir semakin bersemangat. Dia menatap ke arah wajahnya yang cantik dan memikat. Miranda perlahan - lahan menurunkan tubuhnya, membiarkan tongkat panas itu masuk kedalam mulutnya. Dia melihat ke arah Fatir dengan tatapan mempesona dan pada saat yang sama menjulurkan lidahnya untuk menjilati joni agung.


"Ahh!... Rasanya sangat baik..." Fatir mengangguk dan mengeluarkan erangan rendah.


Miranda menjadi lebih berani, dia menggunakan lidahnya yang harum untuk menjilat kelenjarnya yang mengkilap. Melihat ekspresi mabuk di wajah Fatir, membuat Miranda mencengkeram joni agung yang tebal dengan lembut dengan jari - jarinya.


Miranda membuka mulutnya, membungkus kepala joni agung di dalam mulutnya, dan membiarkannya meluncur masuk dan keluar dengan lembut.


"Ennnngh!..."


Bibir lembutnya membuat Fatir cukup nyaman. Pada saat yang sama, dia bisa merasakan lidahnya yang lembut bergerak di sekitar kepala joni agung.


"Ah!..."


Perlahan namun pasti, dia menundukkan kepalanya, dan mengambil tongkat daging tebal joni agung jauh di dalam mulutnya. Pada saat kepala itu menusuk jauh ke dalam tenggorokannya, Fatir hampir merasa seolah - olah dia menusuk rahim seorang wanita.


"Sampai di sini, kamu melakukannya dengan begitu baik, baik gerakan dan teknik yang kamu gunakan, itu lebih baik dari terakhir kali..." Fatir memberikan pujian.


Fatir melihat kembali tubuh menakjubkan Miranda juga melihat belahan dadanya yang dalam, hingga ke bibir bawahnya. Wanita itu berjongkok di sana, memisahkan kedua kakinya, memperlihatkan gua sempit di tempat tersembunyi itu.


Sungguh adegan yang menawan!


Jelas bahwa Miranda menjadi bersemangat, terutama pada saat bagian bawahnya mulai membasahi dirinya sendiri.

__ADS_1


Tangannya memegang batang daging tebal milik Fatir saat dia membalikkan tubuhnya, mengubah postur tubuhnya, dan membiarkan Fatir menikmati jalannya hubungan seksual di dalam mobil dan juga membuat Fatir harus menghargai keindahan tubuh Miranda yang anggun dari belakang.


Bersambung...


__ADS_2