
Fatir terkejut ketika melihat keindahan di depannya. Walaupun sedikit terpukau dia kembali tenang.
Bagaimanapun juga, wanita di depannya memiliki kecantikan yang sama dengan Miranda dan Mary sehingga membuatnya sedikit kebal dan tidak mudah tergoda.
Ayolah Fatir jangan berfikir yang tidak - tidak!... Keluhan Fatir di dalam hatinya.
Wanita cantik itu berusia sekitar 25 tahun, dengan rambut hitam seperti air terjun, wajah seperti pahatan karya seni, matanya berkedip dengan memukau, dengan daya tarik alami.
"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan?..." Wanita itu bertanya kepada Fatir yang baru saja masuk, tetapi dia sangat dingin dengan ada kerutan di keningnya.
Apa yang wanita itu pikirkan, tentunya Fatir bukan dokter juga bukan perawat. Dirinya juga tidak mengenalnya, lalu mengapa Fatir berada di tempatnya!
Fatir kembali sadar dan berkata dengan malu, "Halo, Aku datang untuk pelayanan medis..."
"Pelayanan medis!..." Wanita itu memandang Fatir dari atas ke bawah untuk beberapa saat.
Memang benar Fatir cukup enak di pandang, namun tidak menunjukkan dia seperti dokter yang seharusnya. Dan dia terlalu muda, juga tidak mengenakan jas putih stelan dokter.
Jika mengingat dengan benar, kondisi seperti ini cukup sering terjadi. Di mana seorang penjahat kelamin menggunakan modus pelayanan medis untuk mengambil keuntungan dari pasiennya.
Dengan curiga wanita itu bertanya, "Di mana lisensi kedokteranmu?..."
Tentunya wanita itu tidak bodoh, dia secara tidak langsung mempertanyakan kemampuan Fatir dan jaminan pelayanan medis darinya.
Tentu saja Fatir tidak memilikinya, "Aku tidak memilikinya. Tetapi aku bisa melakukan pelayanan medis..."
Wanita itu melirik Fatir dengan tidak senang, Siapa yang akan percaya pria muda yang mengaku bisa melakukan pelayanan medis tanpa memiliki lisensi kedokteran.
Jelas - jelas Fatir hanya pria mesum yang tertarik dengan kecantikannya. "Kamu bisa pergi!..."
Diam!
Fatir kesulitan memahami, dia datang karena manajer rumah sakit mengundangnya untuk melihat kondisi pasien VVIP No 102.
Mengapa sekarang pasien menyuruhnya pergi? Walaupun tidak puas, namun Fatir tidak mengeluh.
"Haaah..." Fatir mengambil nafas panjang. "Aku sangat yakin jika rumah sakit tidak memuaskanmu. Jika aku pergi, kamu akan kehilangan kesempatan untuk kondisimu..."
Fatir begitu percaya diri. Manajer rumah sakit memintanya secara langsung sehingga membuatnya yakin jika rumah sakit tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi permintaan pasien.
Sekarang Fatir sudah menyanggupi permintaan Manajer rumah sakit. Sehingga tidak ada alasan untuk pergi, sebelum menyembuhkan pasien.
__ADS_1
Wanita itu tidak tahu, dari mana datangnya kepercayaan diri Fatir. Namun dia memang tidak puas dengan kinerja rumah sakit kota jakarta.
Walaupun dia tidak tahu, apakah Fatir memiliki kemampuan atau tidak, Wanita cantik itu sedikit mempertimbangkan perkataan Fatir dengan matang.
Wanita itu berkata lagi, "Baik kamu bisa tetap tinggal. Kita akan berbicara setelah Dokter Rio datang..."
"Tidak masalah..." Fatir mengangguk, walaupun ada ketidakpuasan di hatinya. Dia memilih untuk duduk di kursi yang ada di dalam bangsal.
Fatir secara tersembunyi masih dapat menikmati pemandangan wanita cantik yang tidak di kenalnya. Sebenarnya dia ingin menghubungi Manajer Jamal agar semuanya cepat terselesaikan, Tetapi Fatir memilih duduk di sana sambil mencuri pandang terhadap pasien wanita tersebut.
Tanpa diduga, wanita itu berkata sendiri, "Mengapa kamu melihatku?..."
"Aku memiliki mata, apakah salah melihat apa yang ada di depanku?..." Jawab Fatir.
Ketenangan Fatir begitu luar biasa. Sehingga membuat wanita tersebut sedikit kagum. Biasanya, pria lain yang melihat dirinya akan memberikan pujian tiada henti sampai mulut mereka lelah.
Jelas Fatir jauh lebih muda darinya, sehingga membuat wanita cantik tersebut ingin sedikit menggodanya.
"Apakah aku terlihat cantik di matamu?..." Wanita itu berkedip, sedikit main - main.
"Lumayan..." Itu bukan jawaban yang di inginkan wanita tersebut.
Jawaban tersebut kurang memuaskan untuknya, Wanita manapun ingin orang lain memuji kecantikannya. Dan tidak terkecuali untuk wanita yang duduk di atas ranjang. Apa lagi wanita itu cukup bangga dan percaya diri, jika dirinya benar - benar cantik.
"Menurutmu kekurangan apa yang aku miliki? Apakah kamu ingin melihat bagian tubuhku yang lain?atau..." Ketika wanita itu mengatakan ini, dia tiba - tiba membuat gerakan yang mengejutkan hati Fatir.
Melihat wanita itu sedikit mencondongkan tubuhnya, membuat Fatir harus mengakui lekukan tubuhnya yang begitu indah.
Gawat!
Jika itu sebelumnya, di saat Fatir impoten. Dia tidak akan memiliki reaksi sama sekali. Namun tidak dengan sekarang, jika dia membangunkan joni agung. Itu akan sangat memalukan.
Tenang!
Ambil nafas dalam - dalam, lalu hembuskan.
Pakaian Wanita itu memiliki jenis potongan yang cukup terbuka, dan dia sedikit membungkuk untuk memperlihatkan sesuatu yang tidak biasa namun sangat menggoda.
Tentunya, wanita tersebut tidak pernah melakukan tindakan seperti itu di depan siapapun, dan Fatir adalah pria pertama. Namun dia terpaksa melakukan hal tersebut, karena jawaban Fatir yang kurang memuaskan sebelumnya.
Wanita tersebut cukup terbiasa mendapatkan pujian saat bertemu dengan pria asing dan itu akan membuatnya puas. Kali ini dia melakukan hal tersebut, hanya ingin membuat Fatir mengakui kecantikannya.
Yang lebih mengejutkan, wanita tersebut melihat Fatir dengan sudut mulut terangkat, juga sedikit menggigit bibir merahnya. Itu adalah salah satu teknik wanita untuk membuat seorang pria terpesona.
__ADS_1
Seolah - olah menyerukan sesuatu.
Datanglah! Ayo datang dan bermain!
"Glup!..." Fatir menelan seteguk ludah.
Sial!
Sulit untuk bertahan!
Fatir tidak ingin mengakui kecantikannya, Dia memahami jika wanita itu menginginkan pujian, walaupun tubuhnya sangat - sangat baik. Namun kesan pertama Fatir terhadapnya kurang baik.
Fatir memiliki garis bawah, dan dia tidak ingin begitu saja memberikan pujian terhadap wanita asing yang baru ditemuinya.
"Bagaimana dengan sekarang?!..." Tanya wanita itu dengan mengharapkan pujian dari Fatir.
Mungkinkah wanita ini ingin melakukan itu di rumah sakit?!
Kedengarannya tidak buruk!
Mendengar suara merdu dan sangat lembut, membuat telinga Fatir seperti tersengat listrik, dan tubuhnya seperti mati rasa.
"Lumayan!..."
Jawaban Fatir membuat wanita itu langsung terbius. Segera dia menjadi begitu kesal.
Berapa banyak orang asing yang memujinya? Tentunya tidak dapat di hitung dengan jari.
Wanita itu bertanya - tanya, apa yang kurang sehingga Fatir mengatakan lumayan.
"Hmph!... Menurutmu, kekurangan apa yang aku miliki?..." Tanya wanita itu dengan tidak puas.
"Jika kamu tidak memiliki luka di wajahmu, itu akan membuatmu sangat cantik..." Jawab Fatir.
Diam!
Wanita itu sangat terkejut, dia belum lama ini mengalami kecelakaan ringan. Dengan luka di keningnya, itu akan mengurangi kecantikannya yang alami.
Saat ini, dia begitu yakin dengan gaya rambut yang menutupi luka tersebut, dan orang lain tidak akan mengetahuinya.
Tetapi, jika memiliki terpaan angin kencang, luka tersebut dapat terlihat dengan jelas. Alasan inilah, dia ingin melakukan perawatan untuk menghilangkan luka di keningnya.
Bersambung...
__ADS_1