Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
118. Pergi Untuk Penyelamatan


__ADS_3


Ketika kembali ke mobilnya, Fatir berusaha untuk tetap tenang, tetapi dia telah mengemudi sepanjang jalan kembali dengan wajah dingin dan tak tergoyahkan. Dia hanya mengabaikan apa pun yang ada dalam imajinasi liarnya, seolah - olah itu tidak ada.


Siapa yang tidak marah ketika membayangkan dirinya terkena NTR? dan yang terburuk Lestari di rugikan oleh Sugeng dan pengikutnya. Hanya memikirkannya saja sangat marah, apa lagi jika benar - benar terjadi.


"Vroommm!..."


Mobil yang Fatir gunakan tidak menghiraukan apapun yang ada di jalan raya, dia benar - benar tidak peduli selain bergegas dengan cepat agar tidak terlambat menghentikan segalanya.


Setengah jam kemudian, Fatir menghentikan mobilnya di luar taman umum kecil di pinggiran kota Malang yang ada di kaki gunung Kawi, dan di sekitarnya ada daerah perumahan yang yang cukup umum. Kediaman Sugeng, tepat di samping sungai yang berjarak satu kilometer. Jika dia menghentikan mobil terlalu dekat, akan sulit untuk menyembunyikan dirinya.


Fatir turun dari mobil, dia mengenakan kemeja lengan pendek hitam yang pas, dan sepasang celana hitam di bagian bawahnya. Segera Fatir bergerak dengan cepat untuk menemukan kediaman Sugeng yang ada di komplek tersebut.


Sementara Fatir melompat beberapa kali di pagar dan pohon, dia juga membuat beberapa gerakan yang aneh sebelum akhirnya menghilang tanpa di ketahui pejalan kaki dan pengendara jalan raya lainnya.


Fatir berdiri di atas pohon. Di depannya terdapat Villa pribadi yang sangat besar. Dari depan kediaman Sugeng benar - benar tertutup. Juga memiliki penjagaan yang sangat ketat. Tentunya jika Fatir datang dengan baik - baik, dia tidak akan bisa masuk dengan mudah.


Jikapun dia membuat kekacauan di depan, itu akan menari banyak orang yang tidak bersangkutan akan terlibat. Belum lagi di era digital ini. Di mana masyarakat sangat mudah membagikan pengalaman mereka di media sosial. Jika Fatir tidak bergerak dengan hati - hati, dia akan di viralkan orang yang tidak di kenal.


"Huuu..." Dengan napas panjang, Fatih mengangkat kepalanya ke arah Villa besar yang bersembunyi dari masyarakat umum, dia mengungkapkan senyum yang agak santai, "Jika kakak ipar benar - benar di rugikan, aku tidak akan meninggalkan satupun yang hidup..."


Tepat setelah kata - kata itu, dalam sekejap sosok Fatir menghilang dari posisi aslinya, dan ketika dia muncul lagi, dia sudah puluhan meter di atas atap apartemen tiga lantai. Dia seperti kucing macan tutul yang unggul dalam melompat - lompat, berlari dan melompat dari atap ke atap, dan menuju ke villa besar yang ada di tepi sungai.


Dalam waktu kurang dari dua menit, Fatir sudah berjongkok di atas tanah halaman yang ada di dalam pagar, kurang dari sepuluh meter di depannya, adalah kediaman Sugeng. Itu mencakup lebih dari ratusan meter persegi dengan bangunan villa besar tiga lantai di dalamnya.


Fatir melirik kasar dan melihat bahwa untuk memasuki kediaman Sugeng hanya ada pintu utama, yang memiliki sepuluh penjaga berpakaian hitam berdiri dalam antrean tepat di depan pintu masuk.

__ADS_1


Di halaman kadang - kadang ada beberapa orang pengawal berjalan melewati untuk pemeriksaan, dan jika seseorang dengan hati - hati menyelinap masuk, tidak akan sulit untuk memasuki gedung Villa besar.


Hanya saja mereka bersenjata lengkap di pinggang mereka. Tentunya penjagaan ini sangat mengejutkannya, karena Indonesia tidak melegalkan penjagaan atau apapun bisa menggunakan pistol.


Fatir tidak akan percaya bahwa daerah sebesar itu hanya memiliki jumlah orang yang begitu sedikit, dan melihat dengan hati - hati, sepertinya sebagian besar antek berkeliaran di dalam gedung Villa, untuk tetap dekat dan melindungi Sugeng.


Menyusup ke villa bukanlah hal yang sulit untuk Fatir. Namun, ini bukan tujuannya, dan yang Fatir sedang mempertimbangkan saat ini hanyalah menemukan keberadaan Lestari dan Sugeng.


Jadi Fatir merasa bahwa akan lebih baik untuk menangkap seorang bawahan Sugeng dan bertanya kepada mereka tentang keberadaan kakak iparnya.


Selesai berpikir, tubuh Fatir menghilang dari posisinya, dan ketika dia muncul kembali dia sudah berada di pintu masuk kediaman Sugeng dengan senyum yang sangat berbahaya.


Sepuluh antek - antek Sugeng terkejut oleh kemunculan Fatir yang tiba - tiba berada di halaman depan, padahal pagar besar itu tidak mudah di lalui. Kemudian mereka buru - buru mengelilingi Sosok Fatir dengan sikap permusuhan.


"Berhenti, siapa kamu? Apakah kamu tahu di mana tempat ini?..." Pria dengan tubuh besar bertanya dengan tegas. Tentunya mereka belum pernah melihat Fatir sehingga mereka harus mengusirnya.


Fatir tidak menjawab, dan ketika dia berada sekitar tiga meter dengan musuhnya, dia dengan lembut menginjak tanah dengan kaki kanannya, dan tubuhnya berayun ke depan kemudian terbang seperti panah, dan tiba - tiba melompat ke arah sepuluh penjaga itu!


Sepuluh penjaga itu bahkan tidak punya waktu untuk bereaksi, pistol mereka berada di dekat dada dan pinggang mereka, tetapi dalam jarak sedekat itu tidak ada kesempatan untuk menariknya.


Salah satu dari mereka mencoba mengangkat tinjunya untuk menghalangi serangan dari Fatir, tetapi tiba - tiba, dia dipukul oleh tinju Fatir dengan kejam. Kemudian merasakan sakit yang tidak tertahankan seperti tulang di tangannya benar - benar hancur!


"Baamnn!..."


"Aaaahhh!..."


Jika seseorang menyaksikan dari jauh, maka akan terlihat tubuh Fatir seperti menolak gravitasi bumi, dia menerobos sepuluh penjaga itu sementara seluruh tubuhnya berada di udara dan berguling 360 derajat secara keseluruhan, seperti tornado hitam.

__ADS_1


"Kraaakkk!..."


"Aahhh!..."


Kedua tangan dan kaki Fatir bergerak dengan cepat dan bersentuhan dengan tubuh kesepuluh penjaga itu, yaitu tinju, telapak tangan, dada, dan perut mereka semua tanpa terkecuali


Semua ini terjadi dalam sekejap, dan tanpa menunggu kesepuluh orang untuk bereaksi, mereka sudah jatuh ke tanah seperti mereka terpaku dan kehilangan kesadarannya.


Karena bagian tubuh mereka yang merasakan rasa sakit ditubuh mereka, mereka mengeluarkan teriakan kesakitan sebelum akhirnya tak sadarkan diri.


"Aaahhhh!..."


Pria terakhir yang memiliki tubuh besar merasakan semua tulang di tangannya hancur, dan dia tahu dia telah bertemu musuh yang tangguh, jadi dia tidak lagi berani melawan.


Dengan keringat dingin di punggungnya pria kekar itu buru - buru mengulurkan tangannya yang kesakitan dan menekan tombol bicara walkie-talkie sebagai upaya untuk memberitahu semua orang di dalam Villa besar.


"Baammm!...."


Tanpa diduga, Fatir yang memahaminya tidak membiarkannya begitu saja. Dia bergerak cepat tiba - tiba menendang wajah pria kekar itu, dan menghancurkan walkie-talkie menjadi berkeping - keping.


"Aaaahhh!..."


Pria kekar itu memiliki Kepala bengkok, matanya, telinga, mulut, dan hidungnya mengeluarkan serentetan darah, dan sebuah depresi serius muncul di tengkoraknya, sementara cairan merah gelap mengalir ke tanah, dengan satu pandangan siapa pun bisa tahu dia sudah mati!


Saat para penjaga yang lain berdatangan, mereka menyaksikan pemandangan yang menyedihkan ini, dan menarik napas dingin.


Pria muda di depan mata mereka, benar - benar mempertahankan senyum tipis seperti sebelumnya. Jika benar - benar ada iblis dari neraka, senyum iblis itu mungkin akan seperti ini!

__ADS_1


Mereka yang memiliki kesempatan untuk hidup awalnya ingin memberitahu yang lain, namun semuanya berkeringat dingin ketika mereka melihat Fatir, dan mereka takut sampai - sampai mereka bahkan tidak berani bergerak.


Bersambung...


__ADS_2