
Miranda dan Yunita memilih untuk menemukan tempat duduk di kantin perusahaan untuk melanjutkan perbincangan keduanya.
"Jadi, pria beruntung mana yang tidur denganmu?!..." Tanya Yunita.
Miranda masih mengerutkan keningnya karena kesal dengan teman baiknya. Namun semuanya sudah terjadi sehingga tidak ada alasan untuk marah kepadanya.
Bahkan jika Miranda memukul Yunita karena kebohongan sebelumnya. Itu tidak akan merubah apapun. Yang jelas, apa yang telah terjadi hasil dari kebodohannya sendiri.
"Awalnya, aku hanya menerima undangan dari temanku untuk melakukan kencan buta! Siapa sangka di saat aku tidak serius sama sekali, akan bertemu dengan Alex..."
"Karena aku ingin membuat Alex menyerah, aku tanpa berpikir panjang memilih untuk mencium pria yang melakukan kencan buta denganku..." Miranda menjelaskan.
"Miranda, kamu sangat berani..." Yunita berkata dengan heran.
Miranda terus bercerita tentang pertemuannya dengan Fatir secara singkat tanpa melebih - lebihkanya.
"Hahaha, Miranda, mengapa kamu begitu bodoh. Kamu menolak banyak pria kaya raya, namun kamu tidur dengan pria yang tidak bisa membayar biaya menginap di hotel?!..." Yunita terus menerus menertawakan kebodohan Miranda.
"Huuu!... Jangan menertawakanku!..."
"Maaf..."
Perbincangan terus berlanjut diantara keduanya.
"Bahkan setelah tiga hari sejak saat itu, rasanya masih menyakitkan..." Miranda menghela nafas.
"Serius! Apakah miliknya begitu besar sehingga kamu kesakitan seperti itu?!..." Tanya Yunita dengan heran.
Berbicara tentang alat vital laki - laki tentunya tidak asing lagi di kalangan para wanita. Pembahasan yang satu ini akan membuat wanita manapun sangat tertarik.
Pada dasarnya baik wanita atau pria keduanya satu mahluk yang sama. Sehingga memiliki keinginan tahuan yang cukup besar.
Mungkin para wanita tidak akan mengungkapkannya di depan pasangan mereka, namun di belakang. Mereka akan membicarakan terhadap teman baik mereka.
Keduanya memiliki hubungan yang baik dan pertemanan yang sangat dekat. Sehingga tidak ada rasa malu dan khawatir saat membicarakan hal - hal yang tidak senonoh.
"Mungkin sebesar ini!..." Kata Miranda saat di memperlihatkan lengan putih saljunya.
__ADS_1
Shock!
Yunita terdiam, Pusaka dari mana yang memiliki ukuran sebesar lengan wanita dewasa.
"Itu tidak mungkin, kamu pasti berbohong!..." Kata Yunita dengan perasaan menggelikan.
Yunita sendiri tidak jauh berbeda dengan Miranda. Dia beberapa kali melakukan kencan buta, bahkan dia pernah berakhir tidur di hotel dengan tuan muda kaya raya.
Sayangnya, Yunita masih bertahan dengan keperawanannya. Pria yang pernah tidur dengannya memiliki ukuran sebesar jari kelingking. Belum lagi, hanya dengan sentuhan tangannya saja, akan cepat keluar.
Benar - benar kurang beruntung.
Karena alasan tersebut, Yunita tidak mungkin mencapai apa yang dia inginkan. Semua wanita cantik hanya menginginkan satu hal, yaitu ukuran super besar. Jika itu hanya sebesar jari kelingking, jangan harap bisa dekat dengannya.
"Yunita, aku benar - benar tidak berbohong, mungkin kamu harus merasakannya juga agar kamu merasakan rasa sakit yang sama, seperti yang aku rasakan saat ini..." Miranda mengeluh.
"Sudahlah, aku tahu kamu ingin sombong kepadaku. Tapi tidak perlu berbohong seperti itu..." Yunita tentunya tidak percaya dengan ukuran yang Miranda katakan.
"Jadi, mengapa kamu diluar?!..." Kali ini pertanyaan datang dari Miranda.
"Miranda, Kita memiliki ketua baru!..." Kata Yunita dengan tersenyum.
"Ketua baru?!!!... Apakah dia Boss misterius yang tidak pernah menampakkan dirinya sejak Perusahaan Angkasa berdiri?!..." Miranda, mulai tertarik dengan topik pembicaraan yang mengarah ke jenjang pekerjaannya.
"Maaf, karena tugas di luar lapangan. Aku tidak bisa datang pagi hari. Bisakah kamu menceritakan apa yang terjadi?!..." Tanya Miranda.
Yunita dengan tersenyum di wajahnya menjelaskan tentang apa yang terjadi di depan pintu masuk utama perusahaan Angkasa Grup.
"Menurutku Ketua baru ini sangat luar biasa. Hanya dengan sekali bertindak, dia dengan cepat membersihkan sampah perusahaan..." Yunita benar - benar di taklukkan oleh tindakan Fatir yang memecat Lilis, Alex dan ayahnya.
"Kamu benar, Jika ketiga orang yang selalu menekan kita pergi, tempat perusahaan akan menjadi seperti di surga..." Miranda tersenyum bahagia.
Manajer umum memiliki wewenang di atas keduanya. Sebelumnya saat jabatan tersebut menjadi milik ayah Alex, Miranda dan Yunita juga beberapa karyawan wanita lainnya mendapatkan cukup tekanan.
Belum lagi tentang kebiasaan buruk Alex yang beberapa kali tertangkap melecehkan karyawan wanita. Sekarang kedatangan dan tindakan Fatir telah membuat semua wanita di perusahaan merasa sangat bersyukur.
Selain Tampan, Sosok Fatir telah menjadi pahlawan di hati semua karyawan wanita.
Sedangkan untuk Lilis, tentunya. Banyak karyawan wanita yang membencinya. Selain sombong, dia bertindak seperti nyonya besar karena menjadi pacar Alex.
__ADS_1
Siapa sangka jika Lilis akan begitu bodoh. Mencampakkan putra kedua Angkasa Grup dan lebih memilih untuk bersama Alex. Sungguh lelucon yang luar biasa.
_
_
_
Sedangkan itu, di ruang kantor ketua.
"Ketua, Aku membuatkan kamu secangkir kopi..." Mary yang baru saja masuk meletakkan secangkir kopi di atas meja dan begitu dekat dengan tempat duduk Fatir.
"Oh! Terima kasih..." Jawab Fatir dengan senyuman hangat.
"Ketua, kamu pasti lelah. Minum kopi dapat mencegah rasa kantuk! Tapi, aku tidak menambahkan susu. Ketua bisa memerasnya sendiri jika menginginkannya..." Mary begitu dekat dengan Fatir. Keduanya bahkan dapat mencium aroma tubuh mereka masing - masing.
Fatir terdiam kaku, dia benar - benar kesulitan dalam memahami segala tindakan Mary. Dia bisa membayangkan bentuk payudara indah hanya dengan melihat bentuk luarnya.
Benar - benar bentuk yang luar biasa.
Jika dapat memerasnya sendiri, itu akan sangat menakjubkan. Fatir benar - benar tertarik untuk memeras payudara miliknya dengan kedua tangannya.
Sial, Apa yang aku pikirkan! Pikir Fatir dengan tertekan.
"Nona Mary, kamu begitu dekat..." Fatir berusaha untuk setenang mungkin.
Mary yang lihat tanggapan dari Fatir begitu frustasi. Mengapa Ketua baru ini begitu lemot? Dia berfikir dengan yakin, jika Fatir akan menerkam dirinya tanpa penundaan. Tetapi kenyataannya, sangat mengejutkan.
"Ketua, ruangan ini begitu panas, apakah kamu merasakan hal yang sama?!..." Mary memiliki lekuk tubuh yang begitu menggoda. Dia dengan sengaja menaikan rok pendek yang dia kenakan sehingga hampir memperlihatkannya.
Tidak berhenti di sana, Dia juga melepaskan satu kancing pakaian yang dia kenakan. Fatir yang polos, hanya bisa termenung dengan tatapan tercengang.
Fatir hanya ingin memiliki pekerjaan yang normal. Mengapa dia memiliki sekertaris cantik yang sakit?
Sebenarnya, Tempat apa perusahaan Angkasa Grup ini?
"Nona Mary, kamu tidak perlu melepaskannya. Biarkan aku menurunkan suhu ruangan..." Kata Fatir dengan berusaha setenang mungkin.
Dia mengambil remote kontrol pendingin ruangan. Seketika AC pada ruangan tersebut beralih ke pengaturan yang lebih rendah. Dan membuat suhu ruangan tersebut menjadi lebih dingin dari sebelumnya.
__ADS_1
Mary yang melihat tindakan Fatir hanya bisa tercengang!
Bersambung...