Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
36. Penyelamatan


__ADS_3


Melihat mobil Audi putih dan Mercedes - Benz merah yang berhenti di tepi jalan. Fatir langsung menginjak pedal gas dengan penuh.


"Vroomm!..."


Mobil Avanza bergetar hebat, dan mesinnya berteriak dengan raungan besar. Seperti binatang buas yang ganas, itu melaju kencang dengan tiba - tiba meningkatkan kecepatannya.


Lokasi kedua target cukup jauh, belum lagi puluhan mobil yang menghalangi perjalanannya. Sayangnya Fatir tidak peduli dengan itu semua.


Seluruh tubuh mobil Avanza melintas di jalan raya seperti terbang. Dengan cepat, satu persatu mobil kendaraan tertinggal di belakang mereka.


Sungguh teknik mengemudi mobil yang sangat menakutkan. Miranda yang duduk di sampingnya memiliki wajah seputih kertas. Itu karena Fatir mengendarai mobil Avanza ke kiri, ke kanan, mempercepat laju mobil juga berbelok.


Seperti ikan berenang di air dengan bebas, tanpa hambatan. Mobil tersebut bergerak dengan cepat di jalanan lalu lintas.


"Orang ini gila..."


"Apakah dia ingin mencari kematian..."


"Sialan... Mati saja sendiri, jangan membawa orang lain..."


Pengemudi kendaraan lainnya mencemooh dengan kebencian, Beberapa kali mobil Avanza seperti akan menabraknya itu terlihat terlalu menakutkan.


Kecepatan mobil Avanza, semakin meningkat, 150, 170, 200 km/jam dan itu tidak menurun sedikitpun.


Bahkan pembalap profesional, akan kesulitan untuk mengemudikan mobil dengan kecepatan melebihi 150 km/jam. Jika tidak berhati - hati, mungkin akan menciptakan kecelakaan maut.


Semua pengemudi di jalan raya, hanya berfikir jika seseorang yang mengemudikan mobil Avanza tersebut hanya orang gila.


_


_


_


Bersamaan dengan itu, mobil Audi putih yang Maya kemudikan berhenti di tepi jalan. Dia terkejut dengan mobil Mercedes benz merah yang menghentikan dirinya. Dan ketika dua sosok pria keluar dari dalam mobil tersebut, Maya memiliki firasat buruk.


"Cepat keluar..." Justin berteriak, dengan Farhan mengikutinya dari belakang.


"Sial, Fatir tidak bersamanya..." Mengetahui jika di dalam mobil hanya ada Maya seorang diri, keduanya sedikit kesal.


Tujuan keduanya untuk memberikan pelajaran berharga untuk Fatir, setidaknya dengan membuat Fatir tidak bisa bangun dari ranjang rumah sakit. Maka keduanya akan menyelesaikan kebencian dia hati mereka.

__ADS_1


Terutama untuk Farhan yang merasa di permalukan kerena tidak dapat menaklukkan Maya. Dia merasa kalah dari pria miskin seperti Fatir dan itu sangat tidak nyaman.


"Lebih baik kamu pergi. Jika tidak, aku akan memanggil polisi..." Maya yang turun dari mobil mengeluarkan ponselnya dan berniat melakukan apa yang dikatakannya.


Keberadaan polisi bukan ancaman untuk tuan muda kaya seperti keduanya. Mereka bisa memberikan suap dan dengan bantuan ayahnya mereka akan dapat menyelesaikan segalanya.


"Bro Farhan, karena Fatir tidak ada. Ini akan menjadi malam keberuntunganmu. Mengapa kamu tidak menangkap istrinya dan bersenang - senang dengannya..." Kata - kata Justin langsung memancing keinginan lama Farhan.


Sejak pertama bertemu, Farhan memiliki keinginan untuk mendapatkannya. Tentunya dia selalu gagal karena Maya selalu menolaknya dan yang terburuk memilih menikah dengan pria lain.


"Haha... Cukup lama aku bersabar, dan sepertinya. Malam ini akan menjadi kesenanganku..." Farhan menyeringai, dia dengan cepat berdiri di depan Maya dan menangkap tangannya.


"Ah! Berhenti, lepaskan tanganmu..." Mendapatkan kedua tangannya terkunci dan tidak bisa melawan, membuat Maya panik.


Segera kenangan buruknya dengan perlahan muncul kembali. Itu adalah ingatan di saat dirinya akan diperkosa dan perasaan trauma tersebut membuat tubuhnya bergetar ketakutan.


"Aku dengar, suamimu impoten... Itu berarti dia tidak pernah melanggar mu. Apakah aku akan menjadi yang pertama?! Itu akan menjadi luar biasa..." Farhan benar - benar puas, wanita seperti Maya ini sangat sulit dirinya taklukkan.


Namun berbicara permainan di atas ranjang, dia memiliki kepercayaan diri untuk menyenangkan wanita dan membuatnya ketergantungan dengan miliknya.


Mungkin Maya akan menolaknya di awal. Namun dengan seiring berjalannya permainan, itu akan menyenangkan dengan membuatnya ketagihan. Dengan begitu, Farhan bisa meminta Maya untuk menceraikan suaminya dan seutuhnya menjadi miliknya.


Perasaan mengambil sesuatu yang menjadi milik orang lain adalah suatu kemenangan yang luar biasa. Rasanya seperti mengambil makanan milik orang lain.


"Tentu saja, Aku akan menggunakan milikku untuk membuatnya melupakan suaminya..." Farhan menarik Maya semakin dekat dengan mobil Mercedes benz dan berniat memasukannya kedalam.


"Tidak... Jangan... kumohon... Jangan melakukannya itu..." Dengan Trauma masa lalu yang begitu buruk, Maya seperti orang yang berbeda. Dia tidak dapat berpikir dengan jernih.


"Haha... Katakan selamat tinggal dengan suamimu..." Farhan semakin bersemangat.


Terutama ketika dia melihat tubuh Maya yang begitu menakjubkan. Sepertinya Fatir menjadi pria yang sangat bodoh karena tidak melanggar tubuh wanita seindah ini. Namun mengingat kondisi Fatir yang impoten. Itu bukan karena dia bodoh, melainkan karena dia kurang beruntung.


"Cepat masuk..." Farhan mendorong Maya, namun keduanya tangannya menahan pintu mobil dan tidak dapat masuk dengan cepat.


"Baaammmm..."


Sebuah tamparan keras terjadi, tubuh Farhan terlempar di kejauhan. Dia mengalami pembengkakan di wajahnya, rasa sakit seketika merayap di sekujur tubuhnya. Dia memuntahkan darah dan beberapa giginya yang terlepas.


Itu pukulan yang sangat kuat, namun Fatir tidak menggunakan seluruh kekuatannya. Bagaimanapun juga, negara Indonesia adalah negara hukum, jika dia tidak sengaja membunuh Farhan, dia akan mendapatkan masalah.


"Sial, kamu berani memukul Bro Farhan..." Justin berteriak, dia menatap Fatir dengan ganas.


Sejak kapan Fatir ada di sana?! pikir Justin dengan sedikit bingung.

__ADS_1


Terutama, pukulan sebelumnya, sangat cepat. Dia bahkan tidak melihat pergerakan dari kedatangan Fatir.


"Datanglah... Aku ingin melihat seberapa tangguh kalian berdua..." Kata Fatir dengan dingin.


Dia menatap istrinya dan mencoba untuk menenangkannya. Kemudian pergi mengurus dua tuan muda yang tidak bisa dilepaskan.


"Sialan... Aku belum siap sehingga aku tidak menyadari pukulannya..." Farhan dengan perlahan berdiri dan menatap Fatir dengan kebencian.


"Haha... ini kesempatan kita untuk menghancurkannya..." Kata Justin dengan kegembiraan di wajahnya.


Maya yang mengalami trauma mulai kembali tenang. Dia melihat seseorang yang membantunya dengan seksama. Seketika dia mengenali tentang siapa penolongnya tersebut.


"Fatir!..." Kata Maya dengan suara rendah. Dia tidak menyangka suaminya akan datang membantunya.


Kemudian dia melihat mobil lain yang berhenti di sisi jalan berlawanan. Lalu memahami bagaimana suaminya tersebut datang.


Tetapi, hal yang mengejutkannya adalah Fatir bisa melakukan perlawanan terhadap keduanya. Apa yang Maya ketahui suaminya memiliki tubuh lemah dan tidak pandai melakukan perkelahian. Namun di depannya dia di suguhkan di mana suaminya begitu kuat.


"Bammm..."


Setiap kali Justin dan Farhan menyerangnya, Fatir akan dapat dengan mudah menghindarinya.


"Ahhh!..."


Tidak hanya itu, Justin dan Farhan mengalami kekalahan telak di depan Fatir.


"Sialan..." Farhan berteriak dengan memperlihatkan giginya yang memerah.


Fatir merasa sudah cukup untuk bermain Main dengan keduanya. Segera dia bertindak dengan cepat dan melumpuhkan keduanya tanpa belas kasihan.


"Krrrak..."


"Ahhh!..."


Keduanya yang berniat melumpuhkan Fatir harus merasakan keganasan dari Fatir. Sekarang bukan hanya keduanya tidak dapat mengalahkan Fatir.


Tetapi juga harus mengalami kelumpuhan dan berakhir di ranjang rumah sakit sampai batas waktu yang tidak di ketahui. Dan yang terburuk, Fatir menghancurkan masa depan keduanya.


"Ahhhhhhh!..." Teriakan keduanya terdengar begitu menakutkan.


Seketika keduanya pingsan tak sadarkan diri karena tidak sanggup menahan rasa sakit dia antara kedua kaki mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2