Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
94. Penjelasan Yang Sulit Di Percaya


__ADS_3


Fatir keluar dari ruangan milik Lestari setelah kepergian Silfi. Dia terpaksa harus menunggu di tempat parkir karena Lestari masih mempersiapkan jadwal kerja dengan pihak manajemen rumah sakit.


Tepat ketika Fatir menuju ke tempat parkir, dia tercengang dengan kelakuan seorang gadis sekolah yang melihat mobil Bugatti miliknya dengan kekaguman. Tentunya dia Silfi yang dengan menggunakan ponselnya, melakukan foto selfie untuk diupload di akun instagram miliknya.


Tentunya, Fatir masih belum selesai dengan Silfi. Sehingga dia ingin memberikan sapaan dengan mengatakan jika mobil Bugatti itu miliknya. Setidaknya sedikit sombong bukan hal yang buruk, belum lagi jika gadis sekolah ini terlihat begitu menyukai mobil Bugatti miliknya.


Fatir mengeluarkan remote untuk mobil Bugatti miliknya dan menekan tombol pada remote tersebut.


Silfi terlihat begitu bahagia, dia ingin bertemu dengan pemilik mobil Bugatti itu, tetapi ketika dia berbalik harus bertemu dengan Fatir lagi.


"Eh! Kak Fatir..." Silfi tersenyum canggung, dia tidak percaya jika Fatir menjadi pemilik mobil Bugatti itu. Dia melihat sekeliling tempat parkir, tetapi tidak menemukan keberadaan siapapun.


Silfi bertanya - tanya di mana pemilik mobil Bugatti itu.


"Apa yang kamu lakukan di dekat mobil Bugatti itu? Mungkinkah kamu menunggu seseorang?..." Tanya Fatir dengan rasa ini tahu.


"Itu benar, aku sedang menunggu seseorang. Dia pacarku. Pemilik mobil Bugatti edisi terbatas ini..." Jawab Silfi tanpa rasa malu.


Jika itu orang lain, tentunya akan langsung mempercayainya tanpa berpikir tentang adanya kebohongan. Hanya saja, mobil itu milik Fatir dan keduanya tidak berpacaran, mengapa Silfi mengakuinya begitu saja.


Masih dengan rencananya untuk menggoda gadis muda ini, Fatir tersenyum sambil berkata, "Wiiih! Aku tidak menyangka kamu sudah memiliki pacar. Sepertinya pacar kamu anak orang kaya..."


Silfi tersenyum lebih lebar, dia membusungkan dadanya yang masih dalam tahap pertumbuhan dan berkata, "Tentu saja, maka dari itu jangan menganggap aku sebagai anak kecil lagi..."


Fatir menggeleng, dia ingin tertawa namun tidak bisa. Dia kemudian berkata lagi, "Aku penasaran sekali, pria seperti apa yang menjadi pacar kamu..."


Silfi langsung menjadi panik, dia hanya ingin membuat Fatir tidak mengakuinya sebagai anak kecil. Dan hanya berpura - pura memiliki pacar. Selain itu, dia benar - benar tidak tahu tentang siapa yang menjadi pemilik mobil Bugatti edisi terbatas itu.


Hal yang membuat Silfi khawatir adalah, bagaimana jika pemilik mobil Bugatti itu seorang pria tua dengan perut besar. Tentunya Silfi tidak mungkin mengakuinya sebagai pacar.

__ADS_1


"Hemm! tentunya dia tampan dan sangat keren. Bukan seperti Kak Fatir..." Jawab Silfi dengan keringat dingin mengalir di keningnya. Dia melihat ke sana kemari dan tidak ada orang lain yang menjadi pemilik mobil Bugatti itu.


Dia bertanya tanya, Sebelumnya pemiliknya menekan remote mekanisme. Tetapi pemiliknya tidak kunjung datang, mungkinkah pemiliknya pergi ke kamar mandi yang ada si rumah sakit?


"Oh!... Pacarku sedang pergi ke kamar mandi, jadi aku harus menunggunya di sini..." Jawab Silfi dengan tersenyum. Dia menatap Fatir dan berkata lagi, "Kak Fatir sendiri, mengapa masih di sini!..."


"Ya, sebenarnya aku ingin menunggu kakak ipar sebelum pergi, mungkin menunggu dari dalam mobil akan lebih baik..." Jawab Fatir dengan tersenyum, kemudian dia menekan tombol remote tersebut dan pintu mobil Bugatti terbuka secara mekanisme.


"Nona Silfi, tolong menjauh sebentar!..." Kata Fatir dengan sopan.


Silfi tanpa sadar menjauh dari mobil Bugatti dan hanya bisa terdiam membisu di tempat, ketika melihat Fatir melangkah dan memasuki Bugatti edisi terbatas itu.


Fatir duduk dengan tenang sambil menurunkan kaca mobilnya. Dia bersandar ketika melihat keluar jendela dan tanpa sadar menguap. Sepertinya, karena bergadang dengan Miranda membuatnya sedikit mengantuk.


"Jadi mobil ini milikmu?..." Silfi bertanya dengan tidak berdaya. Dia begitu malu hingga ingin menggali lubang untuk bersembunyi.


Membuat kebohongan hanya untuk mempermalukan dirinya sendiri. Dia tahu jika mobil Bugatti itu milik Fatir, dan mangaku pemilik mobi Bugatti sebagai pacarnya. Bukannya itu mengakui Fatir sebagai pacar tanpa disengaja.


"Hmph! Siapa yang ingin menjadi pacar pria cabul sepertimu?..." Tentu saja Silfi tidak mengakuinya, semuanya tidak sengaja dan murni kebetulan saja. Andaikan dia tahu lebih awal, dia tidak akan melakukan tindakan sepertinya sebelumnya.


"Oh! Benarkah, bukannya aku keren?..." Fatir tersenyum menggoda, dia menunjukkan seringai dan pesona seorang pria pada saat yang sama.


Hal itu membuat Silfi sedikit terpesona kemudian menyangkalnya, "Hmph! Jangan bermimpi..."


Silfi berjalan kearah mobilnya sendiri dan membuka pintu mobil Audi hitam itu. Lalu menghidupkan mesinnya dan tidak lupa untuk melihat Mobil Bugatti itu lagi sebelum pergi meninggalkan tempat parkir.


_


_


_

__ADS_1


Fatir masih tertawa di dalam mobil ketika melihat kepergian Silfi yang begitu menggemaskan.


Dari kejauhan sosok wanita cantik berjalan seorang diri. Dia tentunya Lestari yang ingin menemukan Fatir di tempat parkir. Karena tidak menemukan keberadaan Fatir, Dia membuka ponselnya untuk melakukan panggilan.


"Fatir, di mana kamu?..." Tanya Lestari melalui panggilan telepon.


"Aku ada di dalam mobil, apakah kamu melihatnya..." Jawab Fatir.


Lestari melihat sekelilingnya, diantara begitu banyaknya mobil terparkir di sana, akhirnya dia menemukan Fatir yang duduk di dalam mobil Bugatti edisi terbatas.


Seketika Lestari terdiam di tempat, dia tidak berharap Fatir ada di dalam mobil Bugatti itu. Dia dengan perlahan berjalan mendekat sambil menyembunyikan ketidak percayaan di matanya.


"Kakak ipar, ayo masuk..." Kata Fatir sambil tersenyum.


Lestari tidak memiliki pilihan selain masuk kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Kemudian keduanya meninggalkan rumah sakit dan mobil Bugatti itu melaju di jalan raya kota jakarta.


"Apakah ini mobilmu?..." Tanya Lestari sambil melihat - lihat kodisi yang ada di dalam mobil. Tentunya dia dapat membedakan tenang beberapa jenis kendaraan, dan kendaraan yang dirinya memiliki harga yang tidak murah.


Jika Lestari bertanya kapan dirinya dapat membeli jenis kendaraan yang satu ini, maka jawabnya tidak mungkin. Tetapi Fatir mampu memilikinya, hal ini membuat Lestari bertanya - tanya tentang bagaimana Fatir membelinya.


Fatir menghela nafas ketika mendengar pertanyaan tersebut, dia segera menjawabnya. "Apakah kakak ipar percaya jika aku anak orang kaya dan tidak sengaja mendapatkan ini semua?..."


Tentu saja Fatir tidak ingin menutupi lagi identitas miliknya. Namun, apakah orang lain akan mempercayainya?


"....." Lestari terdiam tanpa kata, dia melihat Fatir yang fokus mengemudi. Sambil terus mencerna kata - kata Fatir yang sulit di percaya.


"Siapa yang akan mempercayainya? Jika kamu benar - benar anak orang kaya, mengapa kamu hanya diam dalam tiga tahun terakhir ketika menjadi suami Maya?..." Kata Lestari dengan kesal, menurutnya tidak ada cara untuk Fatir menjadi putra orang kaya, dan untuk mobil mahal jenis Bugatti edisi terbatas ini bisa saja menyewa milik orang lain.


Fatir hanya bisa menggeleng, "Antara percaya atau tidak. Itu terserah kakak ipar, karena aku mengatakan apa yang sebenarnya..."


Fatir kembali fokus mengemudikan mobil Bugatti itu tanpa memberikan penjelasan lain agar Lestari mempercayainya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2