
Mendapatkan dorongan dari Fatir membuat Mary melepaskan ciuman tersebut.
Mary sedikit terkejut kemudian tersenyum. Sepertinya ketua baru sedikit malu sehingga menolak dirinya.
"Maaf Mary... Untuk saat ini Aku tidak bisa melakukan hubungan seksual denganmu..." Kata Fatir dengan berat. Jika dia terlambat sedikit saya menolak Mary. Dia akan berakhir dengan memanas. Bahkan joni agung siap bangkit kapan saja.
Mary tidak bersedih sama sekali, Jika untuk saat ini tidak bisa melakukannya. Masih ada hari esok, lusa dan seterusnya.
"Ketua, Bukan masalah besar..." Jawab Mary.
Mary sendiri sudah siap dengan penolakan Fatir. Namun tujuannya telah tercapai.
Sebagai pelakor tingkat nasional, banyak cara untuk Mary membuat rumah tangga Fatir mengalami keretakan. Sebelum bertemu dengan Fatir, Mary dengan sengaja mempertebal bibir manisnya dengan lipstik merah.
Hal tersebut membuat bibir Fatir sedikit belepotan. Mary ingin melihat, reaksi seperti apa yang akan Maya lakukan ketika mengetahui tentang hal ini.
"Apakah karena istri ketua ada di ruangan lain?!..." Tanya Mary tanpa kehilangan senyuman di wajahnya.
"Benar..." Fatir mengangguk. Dia tidak tahu jika bibirnya sedikit menerima lipstik dari Mary.
"Ketua, Aku sedikit memahami kondisi pernikahanmu. Seorang istri yang menyia - nyiakan suaminya. Ada kalanya memiliki pria lain di luar sana..." Maya tidak tahu jika kata - katanya menyebabkan badai di hati Fatir.
Mary mulai membukakan pintu ruangan untuk Fatir. Namun Fatir tidak bergerak dan itu seperti yang dirinya harapkan.
Fatir terdiam dan mencerna perkataan Mary dengan hati - hati.
Awalnya dia menikah dengan kontrak pernikahan palsu tanpa unsur kedekatan apapun di dalam. Mungkin Fatir memiliki sedikit rasa kepada istrinya. Tetapi bagaimana dengan Maya?
Apakah Maya memiliki pria lain yang tidak Fatir ketahui?
Fatir hanya akan mendapatkan jawabannya langsung jika dia menanyakannya kepada Maya.
Keluar dari ruang pemantauan, Fatir langsung pergi dengan pemikiran yang rumit. Sedangkan Mary yang melihat kepergian Fatir hanya tersenyum dengan indah.
_
_
_
Ruang tempat umum 114 yang di penuhi dengan orang - orang yang melakukan reuni.
__ADS_1
"Maya, apakah menurutmu suamimu ini sedikit berbeda?!..." Laura yang duduk di sampingnya bertanya.
"Mengapa kamu berfikir begitu?!..." Maya melihat temannya dengan heran. Dia juga merasakan hal yang sama. Menurutnya Fatir telah banyak berubah dibandingkan dengan sebelumnya.
"Maya, Mungkinkah suamimu memiliki wanita lain di luar sana?!..." Laura langsung memberikan pendapatnya.
"Itu tidak mungkin..." Jawab Maya langsung.
Mendengar ini, ada ekspresi rumit di mata Maya. Dia ingin mengabaikan dugaan tersebut namun tidak bisa.
Apakah dirinya memiliki perasaan terhadap Fatir?!
Tetapi, ketika dia memikirkan Fatir yang impoten. Dia langsung tenang. Bahkan jika Fatir bertemu dengan wanita lain. Tidak ada wanita yang menginginkan pria impoten.
Waktu terus berjalan.
Saat ini semua orang sedang menunggu Fatir yang akan mempermalukan dirinya sendiri.
Tagihan yang begitu besar tentunya tidak ada yang percaya jika Fatir dapat mendatangkan pesanan tersebut.
Tepat ketika semua orang menunggu kemunculan Badut. Pintu ruangan terbuka. Beberapa pelayan hotel berdatangan dengan mendorong meja yang memiliki makanan mewah di atasnya.
Beberapa pelayanan juga memiliki nampan dengan segala minuman indah di atasnya.
Adegan tersebut membuat semua orang yang ada di dalam ruangan terdiam.
Bahkan manajer Gedung Graha, secara pribadi datang untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Semua orang tercengang, mulai bertanya - tanya. Apakah mereka sedang berhalusinasi?
Justin dan Farhan tidak bisa tenang, mereka adalah orang - orang dari kalangan masyarakat atas. Dan untuk membuat Manajer Gedung Graha bertindak secara langsung tidaklah sederhana.
Bahkan jika Keluarga Panadol dan Kalpanak memesan tempat. Mereka akan cukup sulit mendapatkan perlakuan langsung dari Manajer Gedung Graha.
Wati dan juga teman pendukungnya, tidak jauh berbeda. Sedangkan Maya dan Laura. Seperti melihat hantu di siang hari. Yang jelas, kedatangan Manajer Gedung Graha dan melakukan kepengurusan langsung, benar - benar di luar dugaannya.
"Pak manajer, Apakah kalian tidak salah tempat?!..." Wati adalah orang pertama yang bertanya. Dan pertanyaan tersebut mewakili keingintahuan semua orang.
Benar, pasti Manajer Gedung Graha salah tempat! Pikir semua orang.
"Kami tidak salah tempat, tuan Fatir memesan semua hidangan yang terbaik untuk ruangan ini..." Manajer Gedung Graha memberikan penjelasan dengan jujur.
Tidak ada yang bisa tenang dengan jawaban tersebut. Terutama untuk Wati yang tidak ingin kalah, karena suami Maya menjadi begitu mampu.
__ADS_1
"Baiklah selamat menikmati semua hidangan yang telah kami persiapkan..." Manajer Gedung Graha dengan semua pelayanan meninggalkan semua orang yang masih tercengang.
Tepat setelah kepergiannya, Sosok Fatir memasuki ruangan dengan bibir yang belepotan. Semua orang semakin berfikir jika Suami Maya terlalu gila dan begitu luar biasa.
"Ok! Aku sudah memesan semua hidangan. Kalian harus menghabiskannya..." Kata Fatir dengan tersenyum.
Fatir tidak peduli dengan semua orang yang terkejut. Dia berjalan kearah istrinya untuk duduk di dekatnya.
Melihat bibir Fatir yang belepotan, membuat Maya memikirkan perkataan Laura sebelumnya.
"Mengapa kamu melihatku seperti itu..." Tanya Fatir dengan bingung.
Maya yang kesal mengambil cermin kecil dari dalam tas miliknya. "Apakah kamu baru saja mencium seseorang?!..."
Fatir langsung mengambil cermin tersebut untuk berkaca, dan saat dia mengetahui ada noda merah yang belepotan di sekitar bibirnya. Dia langsung berkeringat dingin.
"Ini..." Fatir benar - benar kesulitan dalam menjelaskannya. Dia mengambil tisu dan mengelap bibirnya.
Dalam hatinya, Fatir mengutuk Mary. Sepertinya sekertaris bengkok ini, harus di beri pelajaran agar tidak mempersulit dirinya lagi.
Maya yang selalu mengabaikan suaminya tersebut. Entah mengapa untuk pertama kalinya dia menjadi begitu kesal.
Apakah dirinya cemburu?!
Semua orang yang ingin melihat pertunjukan badut hanya bisa berdiam tanpa berbicara.
Untuk beberapa orang, mulai melihat Fatir dengan cara berbeda. namun beberapa diantara mereka masih meremehkannya.
Semua orang tidak ingin mengakui jika Fatir memiliki uang sebanyak itu. Mereka mulai bertanya - tanya dari mana semua uang Fatir berasal.
"Bro Justin, Apanya rencana brilian?! Rencana milikmu, membuat Fatir semakin di pandang tinggi oleh semua orang..." Kata Farhan dengan kesal.
Tidak mungkin keduanya bahagia, di saat orang yang mereka benci mendapatkan sorotan kemenangan di mata orang lain.
Tujuan keduanya, untuk mempermalukan Fatir. Tetapi hasil akhirnya berada di luar dugaan mereka.
"Bro Farhan. Kita masih bisa menggunakan cara lain. Aku tidak percaya jika Fatir tidak dapat di kalahkan dengan tinju kita..." Kata Justin dengan membentuk tinju di tangan mereka.
"Hmph... Kamu benar, Mari kita melihatnya nanti..." Kata Farhan dengan dingin. Dia melihat Fatir yang di kelilingi oleh banyak orang dengan kebencian.
Hingga acara reuni menjelang berakhir, Beberapa orang mulai mendekati Fatir dan Maya. Mereka mulai membentuk lingkaran perbincangan hangat.
Fatir dan Maya juga kewalahan, mendapatkan sanjungan terus menerus dari semua orang.
__ADS_1
Sedangkan Mereka yang membenci Fatir, hanya bisa melihatnya dengan kesal dan kecewa.
Bersambung...