Kehidupan Menantu Hebat

Kehidupan Menantu Hebat
32. Kekhawatiran


__ADS_3


Di dalam ruang pemantauan.


Mary melihat semua yang terjadi pada layar CCTV, Dia sedikit besarnya, sangat memahami tentang apa yang terjadi di ruangan no 114 di mana acara reuni berlangsung.


Fatir adalah ketua baru Angkasa Grup. Tidak mungkin, dia tidak sanggup membayar semua tagihan. Belum lagi Gedung Graha adalah miliknya, sehingga Mary tidak ingin membuat semua orang mempermalukan Fatir.


"Sekertaris Mary, Siap melayani..." Kepala manajer Gedung Graha tidak ingin terlambat ketika Mary memanggilnya.


"Untuk ruangan penyewaan no 114 berikan layanan terbaik dan gratiskan semuanya untuk ketua baru..." Kata Mary dengan santai.


"Mengerti!..." Manajer tersebut tidak ingin mengecewakan ketua baru sehingga dia langsung melaksanakan permintaan Mary.


Pada saat ini, semua orang percaya. Jika Fatir sedangkan memaksakan dirinya untuk berpura - pura hebat dan dapat di andalkan. Atau mungkin karena tidak ingin mempermalukan istrinya.


"Fatir, ini adalah daftar makanan yang sudah kami pesan..." Wati dan teman pendukungnya memberikan menu pesanan yang memiliki catatan di atasnya.


"Tidak masalah..." Jawab Fatir tanpa perubahan ekspresi apapun.


Namun ketika dia melihat jumlah pesanan pada catatan, dia langsung terdiam.


Sial, ini perampokan di siang hari. Pikir Fatir dengan kesal.


Walaupun dia sekarang kaya, namun dia lahir dan menjalani kehidupan di kalangan masyarakat biasa. Yang mana harga nasi pecel 5 ribu sampai 10 ribu rupiah.


Sekarang catatan tersebut memiliki jumlah pesanan lima kali lipat untuk setiap porsinya. Hal tersebut menandakan 5 juta perorangan. Jadi jika ada 30 orang, maka tagihan keseluruhan memiliki jumlah 150 juta.


Diam!


Hanya untuk makan malam bersama, Fatir harus mengeluarkan uang sebanyak itu?! Benar - benar pemborosan. Tetapi uang tidak ada artinya baginya. Sehingga Fatir mengabaikan jumlah tersebut.


Semua orang yang melihat ekspresi terkejut Fatir, hanya bisa tertawa di dalam hati mereka masing - masing. Ekspresi terkejut Fatir, membuat semua orang semakin yakin jika Fatir tidak memiliki banyak uang.


Maya tidak terkecuali. Dia langsung menarik lengan Fatir untuk berbicara di kejauhan.


"Ada apa?!..." Tanya Fatir heran ketika istrinya menarik lengan kanannya.

__ADS_1


"Biarkan aku melihatnya..." Mata mengambil catatan menu makanan dan ketika dia melihat jumlah yang tertera. Dia langsung lemas seolah kehilangan energi miliknya.


"Kamu baik - baik saja?..." Tanya Fatir dengan khawatir.


Walaupun keduanya terjebak dengan pernikahan palsu, namun kekhawatiran Fatir adalah hal nyata.


"Apanya yang baik - baik saja! Tagihan sebesar ini, bagaimana kamu akan membayarnya?!..." Tanya Maya dengan kesal. Namun dia tidak berani meninggikan nada bicaranya, karena tidak ingin semua temannya mendengarkan perkataan dirinya.


Fatir melihat Maya dengan ekspresi rumit, Dia ingin menjelaskan jika dirinya kaya raya sebagai tuan muda kedua Angkasa Grup. Namun kondisi saat ini mengingatkan Fatir dengan Miranda.


Apakah Maya akan membenci dirinya jika mengetahui dirinya kaya raya?!... Karena merasa dibohongi selama tiga tahun ini?!


Tunggu dulu, bukankah itu yang aku inginkan. Bukannya aku sangat ingin bercerai dengannya?! Fatir terdiam dan terus berfikir.


Entah mengapa, walaupun itu hanya hal kecil. Fatir tidak ingin membuat Maya membenci dirinya. Mungkin selama ini dirinya menjadi sosok suami yang tidak dianggap oleh Maya.


Namun, Kedatangan Maya tiga tahun yang lalu telah menyelamatkan dirinya dari keterpurukan. Walaupun Fatir kesulitan mengakuinya, namun perasaan tersebut sangat sulit di hilangkan.


"Tenang saja, Aku memiliki cara untuk membayar semua tagihan..." Fatir memutuskan untuk saat ini, dia harus merahasiakan identitasnya.


Tanpa memperdulikan Maya yang masih tercengang, Fatir pergi untuk melakukan pemesanan.


Saat Fatir pergi keruangan lain di mana pemesanan di lakukan. Dia sedikit bingung.


Mengapa semua karyawan Gedung Graha sangat menghormati kedatangannya. Fatir merasa, jika dia tidak memiliki koneksi dengan orang dalam. Juga tidak mengetahui apapun tentang Gedung Graha.


"Tuan Fatir... Kami akan menyiapkan pesanan secepatnya..." Manajer Gedung Graha secara pribadi menyapa Fatir.


"Tidak masalah, aku akan langsung membayar tagihan..." Kata Fatir dengan niatan mengambil kartu Hitam.


"Tuan Fatir, tolong untuk menyimpannya. Karena semuanya akan di gratiskan?!..." Kata Manajer dengan ramah.


Diam!


Fatir sangat terkejut! Keanehan yang dia rasakan semakin jelas. Dia bertanya - tanya tentang siapa yang ada di balik semua pengaturan ini.


"Katakan, Siapa yang memberikan perintah..." Tanya Fatir dengan sedikit menekan. Dia merasa, jika Gedung Graha berhubungan erat dengan Angkasa grup.

__ADS_1


"Ini..." Manajer, kesulitan menjawab.


Sebelum manajer memberikan jawaban. Suara manis dan lembut terdengar dari arah lain.


"Ketua, Senang melihatmu di sini. Mengapa kita tidak berbicara di tempat lain?!..." Mary berbicara dengan senyuman nakal. Dia tidak bisa melupakan sosok Joni agung yang begitu tebal dan besar milik Fatir.


Fatir sudah, menduga jika ada seseorang yang memberikan pengaturan terhadap Manajer dan semua karyawan Gedung Graha. Namun dia tidak menyangka seseorang tersebut akan menjadi Mary.


"Mary..." Fatir hanya bisa tersenyum kecut. Kemudian dia mengikuti Mary keruangan pemantauan.


"Jadi, Kamu melihat semuanya?!..." Kata Fatir ketika dia melihat layar yang menampilkan berbagai macam tempat. Dan tatapannya segera mengunci layar yang menampilkan ruangan no 114 yang digunakan untuk pertemuan.


"Sudah menjadi tugasku, untuk memperlakukan ketua baru dengan baik..." Kata Mary dengan tersenyum nakal, dia berjalan mendekati pintu dan menguncinya dari dalam.


Fatir mengerutkan keningnya saat melihat tindakan Mary, entah mengapa. Dia merasa jika sekertaris cantik dan begitu menggoda ini, memiliki pemikiran bengkok.


"Ketua, Kamu harus memberikan aku hadiah atas kinerja yang aku lakukan..." Mary berdiri begitu dekat. Keduanya bisa merasakan, hembusan nafas mereka satu sama lain.


Bibir merahnya begitu dekat dengan jarak 1 cm dari bibir Fatir. Terlihat, hanya dengan sedikit usaha. Kedua bibir tersebut dapat menyatu.


"Mary, Aku bisa menambahkan Gajimu Lima kali lipat jika kamu menginginkannya..." Kata Fatir dengan berusaha menahan godaan yang ada di depannya.


Di ruangan lain, ada istri dan teman - temannya, Bahkan layar CCTV menampilkan sosok mereka. Sedangkan, dirinya bersama wanita lain. Hal ini membuatnya bersalah.


"Ketua, Aku tidak menginginkannya..." Mary menggeleng.


"Mengapa kita, Tidak Ngesek di sini..." Akhir kata tersebut, Mary menekankan bibir merah lembut miliknya. Kedua bibir tersebut saling menutupi satu sama lain.


Fatir yang polos, benar - benar kesulitan untuk menolaknya. Dia tahu apa yang dirinya lakukan adalah salah. Namun dia seorang pria normal. Menghadapi godaan Mary, membuatnya kesulitan menolak.


Belum lagi, dia masih ketagihan dengan sensasi berhubungan seksual dengan seorang wanita. Apa lagi wanita tersebut begitu cantik, dengan tubuh yang begitu luar biasa.


Pertahanan terakhir, Fatir benar - benar terguncang. Mary di depannya, adalah Wanita kedua yang menciumnya, dan akan berhubungan seksual dengannya, setelah Miranda.


Bahkan, dia belum pernah mencium istrinya sendiri. Apa lagi berhubungan seksual dengannya.


Apakah dirinya selingkuh?!

__ADS_1


Rasa bersalah Fatir semakin besar. Seketika dia mendorong Mary kebelakang dan melepaskan ciuman panas tersebut.


Bersambung...


__ADS_2