KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3
Balas Dendam Nada


__ADS_3

"Sayang, mas ngga mau kamu keluar dengan bibir yang sangat menggoda seperti ini." kata Arsyad sambil memegang wajah cantik Nada. Iya memegangnya dengan erat. Tanpa basa-basi, Arsyad langsung mendekatkan bibirnya ke bibir ranum Nada yang terlihat sangat menggoda.


"Mas ma..." saat 2 kata yang mau Nada ucapkan belum selesai, Arsyad sudah membungkamnya dengan bibir. Arsyad ******* bibir ranum Nada dengan penuh gairah. Nada terus memberontak, iya memukul-mukul dada Arsyad tapi itu tidak berpengaruh sama sekali.


Hingga akhirnya, tak lama setelah itu, Arsyad melepaskan Nada. Iya masih memegang wajah Nada dengan kedua telapan tangannya yang besar itu. Setelah ciuman paksa itu. Nada terlihat ngos-ngosan. Arsyad mengusap sudut bibir Nada dengan ibu jarinya.


"Ingat sayang, kalau keluar kamu jangan pernah memakai apapu itu yang membuat bibirmu berkilau. Aku ngga mau seseorang merasa tergoda dengan bibirmu hingga akhornya dia melakukan hal yang tidak-tidak. Bibirmu ini sangat menggoda siapapun kalau kamu membubuhkan benada lain. Bahkan aku saja sangat tidak tahan untuk tidak menikmatinya. Jangan protes dengan apa yang baru saja suamimu lakukan, ciuman tadi berpahala, mas cuma mau menghapus lipglos mu saja. Sekarang ayo berangkat! " kata Arsyad dengan bisikan sensual di dekat telinga Nada. sedangkan Nada benar-benar syok dengan apa yang baru saja Arsyad lakukan. Iya hanya bisa mengangguk terdiam.


Dalam hati Nada benar-benar terkejut. Iya tak menyangka kalau Arsyad menghapus lipglos yang di pakaianya dengan bibirnya.


"Mas, seharusnya mas bilang saja ke aku untuk menghapusnya. Bukan malah berbuat seperti itu." kata Nada memprotes saat tangannya di tarik oleh Arsyad.


"Bibirmu sangat manis, mas benar-benar ingin menikmatinya kembali. Apa kamu mau lagi? Mas bakal menghubungi papa lalu bilang ngga akan ke kantor." kata Arsyad, iya kembali mengedipkan matanya.


"Ngga, ayo kita berangkat saja." kata Nada dengan cepat. Iya benar-benar merasa gemetar. Tapi Nada mampu menutupi dengan sikapnya. Sedangkan Arsyad tersenyum puas.

__ADS_1


"Bang Vian, bang Ardi, aku tinggal dulu. Ini kunci rumah, nanti kalau sudah selesai, kuncinya bawa aja dulu." kata Nada.


"Kita juga seudah selesai Nad. Kita bakal kembali ke kantor dulu dan bakal nyelesaiin di sana." jawab Vian sambil mematikan komputernya.


"Oke kalau gitu." jawab Nada.


Setelah beberapa saat, Mereka semua keluar dari rumah Nada. Vian dan Ardi mengendarai motornya. Sedangkan Nada dan Arsyad naik mobil yang di kendari oleh pak Mahmud sebagai sopir Arsyad. Nada duduk di pinggir berniat menjauhi Arsyad. Iya tak ingin tiba-tiba Arsyad melakukan hal yang tak terduga lagi.


"Nad, sini." Arsyad menepuk kursi kosong yang memisahkan antara dirinya dan Nada. Nada hanya mengangguk menanggapi apa yang dikatakan oleh Arsyad. Karena Nada tak kunjung bergerak, Arsyad mengeluarkan ponselnya. Iya mengetikkan sesuatu.


"Kamu mau saya cium lagi di sini? " sebuah tulisan yang membuat Nada membulatkan matanya karena terkejut. Ia pun bergegas mendekat ke arah Arsyad. Begitu sudah berada di dekat suaminya, Nada memandang ke arah kiri menuju luar jendela.


"Jangan menjauh lagi, nanti aku kangen." kata Arsyad. Iya tak mempedulikan ada orang lain di depannya.


"Kita kemana tuan? " tanya Pak Mahmud sebagai sopir.

__ADS_1


"Ke kantor. Aku ada meeting." jawab Arsyad.


"Aku balesin email dulu ya sayang. Tunggu sebentar saja." kata Arsyad lagi. Setelah Nada mengangguk, Arsyad kembali sibuk dengan tabletnya.


Saat ini, Arsyad dan Nada sudah sampai di perusahaan Utama grub. Nada merasa bingung karena sejak tadi Arsyad tidak mengajaknya berbicara. Setibanya di kantor pula Arsyad malah berjalan duluan ke lift dan melupakan Nada karena sibuk dengan panggilan di teleponnya. Yang entah dengan siapa Nada tidak tahu. Nada pun punya rencana untuk mengerjai Arsyad balik.


"Aku tinggal aja lah, kemungkinan besar dia ngga akan tahu." Nada tersenyum sambil bergumam dalam hati. Akhirnya Nada berbelok ke arah kiri. Arsyad masih tak menyadari. Dirinya tetap masuk ke dalam Lift dengan ponsel yang iya letakkan di telinganya.


"Kemana ya aku? " gumam Nada saat sudah jauh dari Arsyad. Ke kantin aja lah." Kata Nada. Iya melihat sebuah tulisan dengan anak panah bertuliskan 'Kantin' Nada segera berjalan.


Setelah tiba di kantin, iya mencari bangku kosong untuk di duduki. Setelah mendapatkan, iya menaruh tasnya di atas meja.


"Akhirnya bisa lepas juga dari dia hanya. " Nada menghembuskan nafas lega. Dia menyalakan tabletnya dan melihat notifikasi yang masuk.


"Akhirnya selesai juga." kata Nada dengan senyum sumringah di bibirnya. Ia merentangkan kedua tangannya ke atas untuk melepaskan lelah.

__ADS_1


"Masih sepi banget ya kantinnya. Apa ini belum waktunya istirahat. Arsyad sih sibuk sendiri dengan ponselnya. Tapi lumayan juga gak di kekang sama dia." gumam Nada. Iya mengambil ponselnya lalu mematikannya. Berharap Arsyad tidak mencari atau menghubunginya.


Di saat yang bersamaan, seorang wanita datang dan duduk di meja samping Nada. Wanita itu sejak datang selalu menatap Nada dengan pandangan sinis.


__ADS_2