KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3
Di Kerjain suami


__ADS_3

"Mas... Mas Arsyad mau apa? " Tanya nada dengan suara gemetar. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Arsyad terhadapnya. Pikirannya sudah melayang kemana-mana.


"Mau apa? Sudah jelas kalau mas mau..." ucapan Arsyad berhenti tepat di depan nada. Ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala nada.


"Mas... Mas mau ngapain? " Nada terlihat sangat terkejut.


"Mas cuma mau benerin ini." Arsyad menyentuh dahi Nada dan memasukkan beberapa anak rambut yang keluar dari jilbab nada. Nada pun menarik nafas lega.


"Makanya, pikirannya jangan mesum mulu. Apa kamu sudah benar-benar menginginkan Mas memberikan kamu nafkah batin?" Kata Arsyad sambil tersenyum, nada menganggap senyuman itu benar-benar mengerikan.


"Siapa yang berfikiran seperti itu? Jangan su'udzon." jawab Nada mencoba menutupi kegugupannya.


"Jangan bohong sayang, ekspresimu benar-benar menunjukkan semua yang mas katakan tadi." kata Arsyad lagi sambil mengedipkan matanya.


"Maaf, aku... Aku mau ganti baju dulu." Nada mencoba mendorong Arsyad yang berada di depannya. Arsyad pun tak menolak. Iya mundur beberapa langkah. Hatinya terasa puas bisa membuat istrinya merasa panik. Iya tersenyum sambil menatap Nada yang melangkah dengan cepat menuju ke kamar mandi.


'Ceklek' Arsyad mendengar pintu kamar mandi di kamar Nada terbuka. Nada sudah berpakaian. Gadis itu mengenakan celana kulot berwarna coklat tua serta sebuah kemeja.  Terlihat formal. Setelah itu iya membuka lemari. Arsyad yang duduk di sofa memperhatikan istrinya yang saat ini sedang memilih-milih sesuatu di dalam lemari. Tak lama setelah itu ia pun melihat nada yang memegang sebuah jilbab berwarna coklat, sangat serasi dengan warna celananya. Nada melangkah kembali sepertinya ingin ke kamar mandi.


"Nad, mau kemana lagi? " tanya Arsyad memanggil istrinya.

__ADS_1


"Mau ganti jilbab di kamar mandi. "Jawab nada dengan pelan.


"Kenapa harus ke kamar mandi? Di sini kan juga bisa? " kata Arsyad menatap nada dengan tajam.


"Ehmmm, anu... Biar nyaman aja kalau di kamar mandi." jawab Nada kembali gugup.


"Berarti kalau di sini kamu tidak nyaman karena ada aku, begitu kan? " kata Arsyad sambil berdiri dan melangkah ke arah nada.


"Ngga guru, tapi... Tapi aku merasa belum bisa membuka kerudung di depan mas aja." Kata Nada dengan suara yang terdengar gemetar. Hatinya semakin tidak karu-karuan saat Arsyad saat ini sudah berada di depannya.


"Apa kamu masih menganggap kalau aku adalah orang lain? Kamu lupa ya Sayang kalau aku ini adalah suami kamu. " kata Arsyad.


"Ngga dosa sayang kalau aku lihat aurat kamu. Sekarang jangan membuang-buang waktu lagi ya, cepat lepas jilbabmu dan pakai di sini juga juga. Tadi papa Menelpon aku kalau meeting akan dimulai dalam 1 jam. Kalau misalnya kita terlambat Papa pasti akan marah-marah. " kata Arsyad untuk menakut-nakuti istrinya itu.


"Tapi... Tapi ak..." Nada tak jadi melanjutkan kata-katanya ketika Arsyad meletakkan jari telunjuknya di bibir.


"Jangan membantah sama suami sayang. Sekarang cepat lepas dan pakai jilbab itu di sini. Atau mau mas yang melepasnya." Kata Arsyad. Nada masih terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Arsyad.


"Ngga, ngga usah. Nada bisa sendiri." jawab Nada. Dengan ragu iya berjalan menuju ke arah meja rias. Dengan mmebelakangi Arsyad, iya melepas kerudung instannya itu. Arsyad memastikan dengan seksama gadis di depan kaca itu. Bisa di lihat dengan jelas bayangan yang memantul di kaca. Arsyad tersenyum memandang itu. Meskipun tidak melihat secara langsung, tapi Arsyad sudah melihat kecantikan luar biasa dari sang istri. Sebuah kecantikan alami tanpa polesan.

__ADS_1


Di lihat oleh Arsyad, Nada sedang memegang sebuah bedak dengan merk terkenal. Gadis itu lalu mengoleskan bedak menggunakan spon bedaknya. Setelah selesai dengan bedak, Nada mengolekan entah apa ke bibirnya. Iya berkaca kembali setelah itu memperbaiki jilbabnya.


"Sudah mas, ayo sekarang kita pergi." kata Nada. Namun Arsyad tak menjawab. Iya malah memandang Nada tanpa berkedip.


"Kenapa ya? Apa ada yang salah dengan yang aku pakai? " Arsyad masih memandang Nada. Dan Nada juga terdiam melihat itu.


"Mas, mas..." Nada melambaikan tangan di depan wajah Arsyad. Membuat lelaki tersebut mengerjab beberapa kali karena terkejut.


"Eh, iya... Ada apa ya? " Tanya Arsyad.


"Mas kenapa? Ngelamun ya? " tanya Nada.


"Aku panggil-panggil dari tadi ngga ada jawaban." kata Nada kepada Arsyad.


"Maaf, maaf banget mas tadi ngga dengar." kata Arsyad sambil berdiri dari duduknya.


"Ya sudah... Ayo."Arsyad yang sudah berdiri mendekat ke arah Nada lalu meraih tangannya.


Mereka pun melangkah bersama. Tapi saat berada di depan Pintu, Arsyad menarik tangan Nada. Langsung saja Nada berbalik dan menabrak dada Arsyad yang berada di sampingnya karena tarikan itu.

__ADS_1


"Mas, kenapa harus di tarik? " kata Nada dengan penuh rasa ketakutan karena saat ini tubuhnya sudah menempel di tubuh Arsyad. Tangan kanan Arsyad langsung mendorong pintu di depannya hingga tertutup rapat.


__ADS_2