
Mobil yang ditumpangi oleh Arsyad dan nada kini telah berbelok ke sebuah rumah mewah. sebuah rumah yang telah dimasuki oleh ada beberapa kali. Iya saat itu kemari bukan sebagai menantu, melainkan sebagai orang asing yang menolong Ibu dari suaminya. Deru mobil berhenti tepat di depan pintu rumah Arsyad.
"Arsyad, ayo kita turun." kata Arsyad mengajak istrinya untuk turun dari mobil.
"Iya, sebentar." jawab Nada. Iya mengambil tas kecil yang di bawanya tadi.
"Ayuk." Arsyad menggenggam tangan kecil sang istri dan langsung mengajaknya untuk masuk.
"Mama sama papa pasti udah nunggu." kata Arsyad sambil melangkah masuk. Di depan pintu, ada seorang pelayang yang sudah menyambut kedatangan Arsyad dan Nada.
"Selamat malam tuan muda, nona muda." sapa pelayan tadi.
"Malam." jawab Arsyad tanpa melirik. Tas laptop yang di bawa oleh sopir Arsyad langsung di serahkan ke pelayan tersebut.
"Ayo sayang." kata Arsyad. Sedangkan Nada masih merasa sungkan. Iya melangkah mengikuti Arsyad yang menariknya.
"Assalamu'alaikum." kata Arsyad.
" Waalaikumsalam. " jawab Hana dan Dafa yang saat ini sedang duduk di ruang keluarga. keduanya terlihat sedang menonton televisi.
"Mah, pah, Arsyad atas dulu ya. " kata Arsyad. tapi tiba-tiba Hana melepaskan genggaman tangannya. Iya langsung menuju ke arah Hana dan data dan langsung menyalami keduanya.
"Hmmm... Mari pah, mah. Nada ikut mas Arsyad dulu ya." kata nada dengan sedikit ragu.
__ADS_1
"Iya, kalian bersih-bersih dulu ya. Istirahat aja dulu." jawab nada menjawab dengan ramah.
Nada dan Atsyad pun berjalan menaiki tangga. Sesampainya di depan sebuah pintu kamar, Arsyad membukanya.
"Ini kamar mas sayang. tapi sekarang jadi kamar kamu juga. " kata Arsyad sambil membuka pintu tersebut dan berjalan masuk.
"Kamu mau mandi dulu atau mandi bareng sama mas? " kata Arsyad membuat Nada melongo.
"Mas duluan aja. Nanti aku... Aku nunggu di sini." kata nada dengan sedikit ragu. dia sudah benar-benar Waspada dengan apa yang akan dilakukan oleh Arsyad. meskipun Arsyad sudah menjadi suaminya, tapi belum membuat rasa berdebar-debar dan takut itu hilang begitu saja.
"Oke... Tunggu dulu ya." Arsyad mengedipkan sebelah matanya.
'Tok tok tok' saat sudah beberapa saat Arsyad memasuki kamar mandi, Nada mendengar pintu di ketuk dari luar. Membuat Nada langsung saja berdiri dan menghampiri pintu tersebut. Iya segera membuka pintu dan melihat Siapa yang datang ke kamar Arsyad.
"Sayang, ikut mama yuk. Kita kerjain Arsyad." Kata Hana sambil berbisik. Nada terlihat berbinar mendengar perkataan Hana.
"Ayuk mah." Nada pun membalas ajakan Nada dengan sumringah.
"Tutup pintunya kembali nak." Kata Hana. Nada pun dengan perlahan langsung menutup pintunya.
"Mah, tas Nada ketinggalan. Ambil dulu ya? " Kata Nada.
"Iya, buruan sebelum Arsyad selesai." Nada membuka kembali pintu kamar dan langsung mengambil tasnya.
__ADS_1
Hana mengajak Nada ke sebuah kamar di lantai bawah.
"Kamu mandi terus istirahat di sini ya. Di dalam lemari sudah ada baju kamu." Kata Hana.
"Tapi mah, kalau nanti Arsyad nyariin gimana? " Tanya Nada ragu.
"Mama bakal bilang kalau kamu pulang. Pokoknya kita kerjain Arsyad. Di dalam juga sudah ada camilan biar peut kamu ada pengganjalnya. Ponsel kamu silent ya. Biar kapok tuh anak ngga ngedengerin mama." Kata Hana dengan nada geram. Mendengar ide yang dikatakan oleh Mama mertuanya, membuat nada tersenyum sumringah. Iya tidak menyangka kalau Mama mertuanya tersebut bakal mendukung dirinya.
"Oke... Mama ke ruang keluarga dulu ya. Nanti kalau mama udah hubungin kamu, kamu boleh keluar. Kita kerjain Arsyad." Kata Hana. Setelah Nada mengangguk. Iya pun langsung keluar dari kamar tersebut.
"Sudah ma? " tanya Daffa saat melihat sang istri kembali. Mereka berdua sudah berencana untuk membuat Arsyad bingung.
"Beres pah. Nada sudah mama sembunyikan. Kita nanti harus meyakinkan Arsyad supaya dia bener-bener gelisah." kata Hana dengan pelan.
"Siaap sayangkuu... Kita pastikan Arsyad ga bisa tidur malam ini." Balas Daffa.
Hampir 20 menit setelah Hana menyembunyikan Nada. Terdengar langkah kaki menuruni tangga. Daffa dan Hana yakin kalau itu adalah putranya.
"Maah, pah, lihat Nada ngga? " Tanya Arsyad.
"Loh, bukannya tadi sama kamu? " jawab sang mama.
"Iya, tapi sekarang ga ada. Ponselnya aku hubungi juga ngga di angkat." Arsyad benar-benar terlihat khawatir.
__ADS_1
"Mah, serius.. Nada kemana? " Tanya Arsyad sekali lagi.