KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3
Di Dalam Kamar


__ADS_3

Nada dan Arsyad saling memandang ketika mereka mendengar pintu yang diketuk dari luar.


"Biar aku aja yang membuka pintu." Kata Arsyad sambil berdiri. Lalu lelaki itu berjalan menuju ke arah pintu dan membukanya. Ketika sudah melihat Siapa yang mengetuk pintu, Arsyad langsung bertanya.


"Ada apa? " tanya Arsyad kepada seorang pelayan yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ini, tadi nyonya Hana menyuruh saya untuk mengantarkan makanan ini."kata pelayan tersebut sambil menyerahkan nampan berisi makanan.


"Oke... Makasih ya." kata Arsyad.


"Sama-sama tuan." jawab pelayab tersebut sambil menunduk.


"Kalau tidak ada yang di perlukan lagi, saya ke bawah dulu ya tuan." kata pelayan tersebut.


"Iya." kata Arsyad. Setelah pelayan tersebut pergi, Arsyad menutup kembali pintu kamarnya.


"Makan dulu ya." kata Arsyad kepada Nada. Karena Nada sudah merasa lapar, iya langsung mengangguk. Nada mengambil satu piring nasi lalu menambahkan lauk. Tanpa menunggu Arsyad, Nada langsung memakan nasi tersebut setelah berdo'a dalam hati.


"Nada makannya pelan-pelan aja. Ngga ada yang minta." kata Arsyad.


"Iya maaf." jawab Nada. Tapi Iya langsung menyuapkan satu sendok nasi lagi ke dalam mulutnya.


"Alhamdulillah... akhirnya kenyang juga. " kata Nada sambil meletakkan sendoknya di atas piring dengan posisi yang atas berada di bawah.


"Maaf ya. Karena aku kamu harus kelaparan." Kata Arsyad yang memanjang ke arah Nada.


"Ngga masalah, yang penting sekarang aku sudah kenyang." jawab Nada sambil tersenyum.


"Ngga ada tissue ya mas? " tanya Nada.


"Ada, tapi di meja saja. Biar aku ambilkan terlebih dahulu." kata Arsyad.

__ADS_1


"Ngga usah mas, biar aku aja yang ngambil."kata nada sambil berdiri dari duduknya.


"Nurut sama suami adalah kewajiban. "Kata Arsyad sambil menatap dan tersenyum ke arah nada. Akhirnya mau tidak mau nada kembali duduk ke sofa yang berada di depan TV tersebut.


Tak ada 1 menit setelah nada meminta tisu kepada Arsyad. Kini lelaki itu sudah datang kembali dengan membawa satu kotak tisu di tangan kanannya. Setelah mengambil satu buah tisu, Iya langsung mengusap bibir nada yang terlihat sedikit belepotan.


"Mas Arsyad, aku bisa sendiri." kata Nada menepis tangan Arsyad yang sedang memegang tissu untuk membersihkan bibirnya.


"Aku mau membersihkan. Apa ada masalah? " tanya Arsyad sambil menatap Nada. Nada hanya menggeleng.


"Bagus, nurut ya sama suami." kata Arsyad sambil mengusap kepala berhijab istrinya.


"Sekarang kamu istirahat, ini sudah malam." kata Arsyad lagi.


"Iya..." Nada hanya bisa menurut. Selain canggung, Nada juga menyadari posisinya sebagai seorang istri.


"Ayo istirahat! " Arsyad menarik istrinya ke arah ranjang.


"Besok ada yang ngambil. Jangan permasalahkan piring kotor." kata Arsyad. Akhirnya, dengan langkah yang berat, Nada mengikuti Arsyad.


"Kok lama sih sayang. Mas sudah capek lo." selesai mengatakan itu, Arsyad langsung membopong Nada dan mengangkat ke arah tempat tidur.


"Mas, aku bisa jalan sendiri." kata Nada mencoba meminta Arsyad untuk menurunkan dirinya.


"Kelamaan. Kita harus cepat istirahat." kata Arsyad tak mempedulikan Nada.


"Pegangan, atau kamu akan jatuh." kata Arsyad lagi. Akhirnya Nada langsung mengalungkan ke dua lengannya ke leher Arsyad. Ancaman Arsyad membuat Nada merasa takut.


Setelah berjalan sambil menggendong Nada, Arsyad menurunkan dengan perlahan tubuh sang istri.


"Istirahat ya." Arsyad langsung naik kr atas tempat tidur. Nada hanya mengangguk.

__ADS_1


"Nada..." panggil Arsyad. Nada langsung membuka matanya. Iya mendongak dan menatap sang suami.


"Iya..." jawab Nada.


"Nyaman ngga mas peluk kaya gini? " tanya Arsyad.


"Iya." Nada langsung menenggelamkan wajahnya kembali ke dada bidang Arsyad. Yang menurutnya bau badan Arsyad sangat enak.


"Kamu ngga menyesal kan menikah di usia dini? Sekarang kalau ngga salah usiamu belum genap 18 tahun." kata Arsyad sambil mengusap kepala sang istri.


"Ngga tahu." jawab Nada.


"Kok ngga tahu." tanya Arsyad kembali.


"Bahkan aku belum yakin kalau sudah menjadi seorang istri." jawab Nada dengan pelan.


"Apa rasanya seperti mimpi? " tanya Arsyad. Nada tak menjawab. Tapi Arsyad tahu karena Nada menganggukkan kepalanya yang tepat berada di dada.


"Aku harap pernikahan ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Aku sudah menyuruh Firman untuk mengurus pernikahan kita dan mendaftakan ke KUA. Dan tinggal menunggu beberapa hari lagi, kita akan sah menjadi suami istri di mata hukum maupun agama." Kata Arsyad memberitahu istrinya.


"Apa ngga terlalu cepat? " kata Nada.


"Ngga. Aku sudah melihat banyak wanita di luaran sana. Tapi hanya seorang gadis sepertimu yang bisa menarik perhatianku. Aku harap kamu ngga akan pernah menyesal menikah denganku." kata Arsyad lagi.


"Oh iya, apa menurutmu aku tampan? " kata Arsyad. Nada tak menjawab.


"Nad, jawab! " kata Arsyad.


"Iya." jawab Nada singkat. Dalam hatinya terasa malu mengakui kalau Atsyad benar-benar tampan.


"Dan aku yakin, karena ketampananku ini, aku pasti bisa mendapatkan hatimu." kata Arsyad sambil memeluk Nada semakin erat. Nada tak melawan. Iya hanya terdiam.

__ADS_1


"Boleh aku minta sesuatu? " tanya Arsyad. Nada langsung melepaskan pelukan Arsyad. Iya sedikit menjauhkan tubuhnya dari Arsyad. Nada masih ragu untuk menjawab pertanyaan Arsyad yang kali ini. Iya memalingkan wajahnya takut menatap mata Arsyad. Tapi dengan cepat, Arsyad menarik wajah gadis cantik itu untuk kembali menatap dirinya.


__ADS_2