KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3
Tumbangnya ratu gosip


__ADS_3

Arsyad melangkah keluar dari kamar. Iya menghampiri orang-orang yang berada di ruang tamu tadi.


"Maaf, tas saya sedang ketinggalan di rumah. saya akan menyuruh seseorang untuk mengantarkannya ke sini. Kalau boleh say..." kata Arsyad. tapi kalimatnya langsung terhenti ketika ibu-ibu tadi memotong.


"Bilang saja kalau kamu itu bohong. mana ada maling yang mau ngaku." kata ibu-ibu bermulut pedas itu.


"Saya tidak berbohong. Semalam orang tua saya pulang ke rumah dan membawa tas yang berisi sertifikat pernikahan siriku dengan Nada. Tunggu saja sebentar." kata Arsyad semakin geram.


"Oke, kita tunggu saja gimana akhirnya." kata Wanita bermulut licin itu.


"Bu ida, lebih baik jangan emosi. Kita tunggu saja apa yang di katakan oleh temannmya neng Nada ini." Pak RT dengan bijaksana mengatakan. Dan ekspresi wajah bu Ida pun terlihat meremehkan kepada Nada dan Arsyad.


"Maaf pak, kalau semalam saya tidak mengatakan sama pak RT. Karena sudah malam, jadi saya takut mengganggu." Kata Nada.


"ALESAN..." cibir bu Ida kembali.


"Halo, tolong bawakan sertifikat pernikahanku sama Nada kemarin. Aku tunggu 15 menit lagi. Aku di rumah Nada." Ucap Arsyad yang sedang berkata dengan seseorang di seberang telepon.


"Baik tuan." jawab seseorang yang tidak di ketahui oleh pak RT dan yang lain. Arsyad menatap tajam ke arah bu Ida. Seolah siap untuk membungkam mulutnya yang terlihat sangat licin itu.


"Kalau sampai apa yang saya katakan benar, aku tidak takut untuk menuntut anda." Kata Arsyad sambil menatap tajam ke arah wanita itu.

__ADS_1


"Paling cuma alesan kamu aja, biar kita ngebiarin kamu bebas berduaan di sini untuk berbuat zina. Padahal surat yang kamu maksud itu tidak ada. Mana mungkin masih sekolah tapi sudah menikah. Aneh-aneh saja. Saya bilangin ya anak muda, kalau pacaran jangan keterlaluan." Cerocos bu Ida debgan percaya diri.


"Semua yang anda katakan sudah cukup menjadi bukti pencemaran nama baik." Jawab Arsyad. Pak RT pun bingung bagaimana menghadapi keduanya. Arsyad terlihat tenang, tapi mereka tidak tahu apa yang sedang ada dalam benaknya itu.


Tak ada 20 menit setelah Arsyad menelpon. Ada 2 mobil datang dan berhenti tepat di depan rumah Nada.


"Assalamu'alaikum..." Sapa seseorang berseragam hitam. Iya datang sambil membawa sebuah map berwarna hijau di tangannya.


"Maaf tuan, tadi jalanan sedikit macet. Jadi saya terlambat." Kata orang tersebut. Baju yang iya kenakan langsung di kenali oleh orang-orang yang duduk.


"Tuan Muda Utama? " Tanya pak RT. Arsyad hanya menoleh, tersenyum lalu mengangguk.


"Apa? Utama grub? " Kata bu Ida terkejut.


"Arsyad." Panggil seorang wanita paruh baya yang baru saja masuk. Tidak lain wanita itu adalah Hana, sang mama.


"Maafkan kami tuan Muda. Kami sudah berburuk sangka kepada anda dan Neng Nada." Kata pak RT.


"Mahmud, panggil polisi terdekat untuk menyeret wanita berbisa ini. Dia akan sangat membahayakan warga di swkitar sini karena bisanya bisa meracuni orang-orang di sekitarnya. Aku ngga mau istriku ikut terkontaminasi dengan mulut basinya itu." kata Arsyad kepada sopirnya. Seketika itu pula, wanita yang bernama bu Ida itu langsung berdiri dan berlutut di depan Arsyad.


"Tuan, saya tahu saya salah. Saya mohon tuan, jangan memanggil polisi. Saya mohon tuan... Maafkanlah saya..." Kata bu Ida mencoba memohon.

__ADS_1


"Kemana kata-kata pedas yang tadi dengan bangga keluar dari mulutmu? kenapa sekarang malah memohon kepadaku? Apa kamu tidak malu? " Kata Arsyad dengan kejam.


"Mahmud, lakukan perintahku. Beri dia hukuman yang setimpal karena sudah berani menyepelekan orang lain." Kata Arsyad.


"Tuan... Saya mohon tuan. Saya mohon. Saya tidak akan mengulangi lagi apa yang saya lakukan tadi. Saya mohon tuan, jangan penjarakan saya, saya mohon..." Wajah bu Ida terlihat pucat karena ketakutan. Iya memohon belas kasihan.


"Tidak ada kata maaf untuk orang sepertimu."


"Sekarang saya tanya, kalau misalnya aku ngga nunjukin surat itu, pasti kamu akan membandingkan Nada dengan orang lain. Apa kamu memang tidak suka dengan istriku? " Kata Arsyad. Tapi bu Ida hanya terdiam.


"Jawab! " Dengan suara lantang, Arsyad berkata.


"Maaf tuan... Saya minta maaf. Saya akan menjaga cara bicara saya. Saya mohon tuan. Saya berjanji." Wajah memelas bu Ida terlihat sangat serius.


"Tidak ada maaf." Arsyad pun dengan tegas berkata.


"Mas, maafkan bu Ida ya. Sekali ini saja." Kata Nada tiba-tiba.


"Sayang, dia seudah berani mengatakan godip tanpa mencari tahu kebenarannya. Anggap saja ini adalah hukuman untuknya." Kata Arsyad.


"Sekali ini saja mas, ya? " Nada pun memohon. Merasa tak tega melihat wanita itu terus memohon.

__ADS_1


"Baiklah... Mas akan memaafkannya karena kamu. Ingat, karena kamu. Dengarkan semua yang ada di sini. Kalau sampai aku mendengar kamu berkata tanpa mencari tahu yang sebenarnya kepada siapapun, kamu akan merasakan nikmatnya tidur di hotel pordeo." Arsyad merasa muak dengan orang-orang seperti bu Ida. Yang kalau tidak suka dengan orang lain, dia akan mencari keburukan lalu membesar-beasarkannya. Satu lagi, akhirnya Ratu gosip tumbang juga. Semua orang yang ada di sana merasa lega. Setidaknya sang penjual omongan sudah berkurang.


__ADS_2