KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3
Memprovokasi sang papa


__ADS_3

"Mah, serius Nada kemana? " Tanya Arsyad terlihat khawatir.


"Arsyad, nada itu sejak tadi nggak ke sini. Bukannya tadi sama kamu. Kenapa kamu malah tanya sama mama?" kata Hana sebagai sang mama mengatakan Yang Sejujurnya. karena memang sejak tadi nada tidak berada di tempat tersebut.


"Mah, tadi ada di kamar. Kok tiba-tiba ngga ada." Arsyad masih tidak percaya.


"Coba cari lagi." kata Daffa tiba-tiba.


"Kamu itu ganggu mama sama papa aja mau pacaran." sambung Daffa kembali. Akhirnya, mau tak mau Arsyad mencari Nada ke seluruh penjuru rumah.


Setelah mencari-cari hampir setengah jam, Arsyad kembali lagi ke ruang keluarga. dan saat sudah tiba di sana, ia tidak melihat orang tuanya lagi.


"Kayanya ada yang ngga beres ini. Kenapa tiba-tiba Nada pergi." Gumam Arsyad. Iya pun kembali ke kamar lagi.


Arsyad menuruni tangga dengan sudah memakai jaket dan sepatunya. Di tangannya terdapat kunci mobil. Saat Hana melihat ini dari CCTV, iya jadi sedikit panik. Akhirnya iya pun melangkah keluar menemui sang anak. Hana tahu kalau sang putra akan keluar rumah untuk mencari istrinya.


"Arsyad." panggil Hana saat Arsyad hampir mmebuka pintu rumah.


"Mama..." kata Arsyad dengan lesu.


"Mau kemana? " Tanya Hana.


"Nyariin Nada mah. Aku udah hubungin dia berkali-kali tapi ngga di jawab. Aku takut ada apa-apa." Kata Arsyad terlihat cemas.


"Hahahha..." sesaat kemudian terdengar tawa yang menggelegar. Saat Arsyad menoleh ke arah kiri, iya melihat sang papa yang berjalan ke arahnya.


"Papa kok malah ketawa sih. Aku curiga kalau papa dan mama yang sudah menyembunyikan Nada." Kata Arsyad.

__ADS_1


"Katanya, Su'udzon itu tetap salah walaupun sebenarnya benar." Kata Daffa.


"Tapi papa sama mama benar-benar membuat Arsyad yakin kalau perginya Nada karena kalian." Kata Arsyad.


"Hahaha... Arsyad Arsyad." Kata papa Arsyad yang tak lain adalah Daffa.


"Apa kamu benar-benar mencintai istrimu? " Tanya Hana.


"Mah, mencintau atau tidak, Nada itu tanggung jawab Arsyad sebagai seroang suami. Arsyad ngga mau Nada kembali ke rumah itu. Arsyad merasa ada bahaya yang sewaktu-waktu bisa mengancam keberadaan Nada." Jawab Arsyad.


mendengar apa yang diucapkan oleh Arsyad, Daffa dan Hana langsung berhenti tertawa. Iya Pun saling memandang karena bingung.


"Maksud kamu bagaimana? " Hana bertanya dengan serius.


"Mah, selama ini Nada dan trekan kerjanya menyelesaikan pekerjaan di rumah Nada. Aku takut kalau hal itu terus terjadi pihak musuh akan mengetahui kalau Nada adalah orang yang sudah menggagalkan rencana mereka semua. Makanya Arsyad membawa Nada pulang ke rumah ini. Arsyad ingin menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu untuk membuat Nada tetap aman tinggal di rumah itu." Kata Arayad menjawab.


"Aku juga tahu akan hal itu. Tapi aku hanya ingin Nada tetap dalam keadaan aman dan terjauh dari semua mara bahaya. Aku ngga mau sesuatu terjadi sama Nada." Kata Arsyad. Dari sini Daffa dan Hana paham bagaimana perasaan tulus dalam hati sang putra untuk menantunya.


Sedangkan seorang gadis yang berada di kamar tak jauh dari tempat Arsyad dan orang tuanya berbicara, mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan.


"Ternyata selain nyebelin, Arsyad perhatian juga." Gumam Nada sambil tersenyum.


"Ah, lebih baik aku istirahat saja. Biarin aja Arsyad nyariin. Tadi aku sudah di bilangin untuk tetap di sini." Kata Nada. Iya tak tahu kenapa hatinya terasa berbunga-bunga. Jadi seperti ini rasanya punya keluarga setelah sekian lama tidak di rasakannya.


"Ya yaa yayaa. Papa paham sekarang. Ternyata orang jatuh cinta itubisa mencari banyak alasan ya untuk bisa bersama dengan orang yang di cintainya." sindir Daffa.


"Aku rasa papa juga pernah muda." Jawab Arsyad.

__ADS_1


"Bukan pernah muda lagi, tapi sekarang saja papa ini masih muda." Jawab Daffa dengan menepuk dadanya.


"Heeuuhh... Percaya diri sekali." sahut Hana.


"Bukannya benar apa yang aku katakan. Sekarang aku masih muda, masih tampan." Jawab Daffa lagi. Membuat Arsyad memutar bola matanya heran dengan kelakuan sang papa.


"Pah, boleh ngga aku nyaranin sesuatu? " Tanya Arsyad.


"Apa itu? " Kata Daffa. Terlihat Arsyad yang berjalan mendekat ke arah papanya. Setelah berada di samping Daffa, Arsyad membisikkan sesuatu.


"Waah, kamu nantangin papa? Siapa takut." tiba-tiba saja Daffa merasa tertantang dengan apa yang di katakan oleh putranya.


"Papa berani? " tanya Arsyad lagi. Anak muda itu memang berniat memprovokasi sang papa.


"Kalian ngomongin apa? Awas aja ya kalau sampai macam-macam." kata Hana yang penasaran dengan apa yang di bisikkan sang putra kepada suaminya.


"Ini urusan lelaki ya pah." Jawab Arsyad.


"Oh, jadi papa ngga mau ngasih tahu mama nih? Oke." Kata Hana sambil melipat kedua tangannya ke dada.


"Mah, ini ur..." Saat akan berkata, Arsyad mendengar suara teriakan dari dalam kamar yang tak jauh dari tenpatnya berdiri. Sekilas iya langsung mengenali suara tersebut.


"Nada..." Arsyad langsung berlari ke sumber suara. Di ikuti oleh orang tuanya dair belakang.


Yang di bisikkan Arsyad ke papanya.


"Gimana kalau papa buatin aku adek lagi, dan aku buatin papa cucu. Masih sanggup ngga? " Bisik Arsyad.

__ADS_1


__ADS_2