KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3
Istri General Manager


__ADS_3

"Kamu ini, ini kan jam kerja. Kenapa malah di luar? " tanya Wanita yang tak di kenali oleh Nada itu. Karena merasa tak ada hubungan dengan dirinya.


"Heeh, kamu denger ngga aku ngomong apa? " kata wanita itu sambil menggebrak meja tempat Nada duduk.


"Sama aku ya kak ngomongnya? " tanya nada dengan terkejut.


"Emangnya ada orang lain selain kamu dan aku disini? " tanya wanita tersebut dengan Ketus. Nada yang mendengar ucapan tersebut langsung menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia tak melihat siapapun di sana kecuali dirinya dan wanita yang berada di depannya tersebut.


"Kakak ngomong aku ya. Maaf aku ngga tahu." Kata Nada dengan suara pelan. Iya tak ingin membuat keributan di tempat yang baru pertama kali dikunjunginya tersebut.


"Jangan pura-pura bodoh dan sok polos kayak gitu deh. Kamu itu di sini ngapain? kamu mau tebar pesona?" Kata wanita tersebut dengan mendongakkan kepalanya sedikit ke atas, terlihat sangat angkuh.


"Kakak kalau Ngomong yang bener aja lah. Di sini aku mau tebar pesona sama siapa? Kakak tahu kan di sini itu nggak ada orang lain selain kamu dan aku. Dan aku juga masih normal untuk bisa suka sama sesama perempuan. " kata Nada tak mau kalah. Sebenarnya iya tak mau mencari keributan dengan orang lain. Tapi kata-kata dari wanita tersebut benar-benar membuatnya tersinggung. Iya Dibilang tebar pesona di tempat yang tidak ada siapapun kecuali dia dan wanita tersebut.


"Kamu tahu kan kalau sebentar lagi akan ada anggota eksekutif perusahaan yang akan makan siang di sini. Kalau kamu ada di sini dan mereka melihat kamu sama aja kamu tebar pesona ke mereka. " kata wanita tersebut dengan sadis seolah ia sedang menghina Nada.


"Mana bisa kaya gitu. Kakak ini kenapa sih? Aku di sini cuma duduk. Dan nggak ada niatan apapun untuk tebar pesona ke siapapun. " jawab nada. Wanita tadi pun merasa emosi dengan jawaban nada yang seakan berani membantahnya.


'Plaak' tanpa aba-aba wanita tersebut melayangkan tangannya menampar pipi Nada. Karena tak ada persiapan apapun, Nada merasakan panas di pipinya karena tamparan wanita tadi sangat keras.

__ADS_1


"Berani-beraninya kamu membantah aku. Kamu nggak tahu siapa Aku di sini? Aku kasih tahu kamu ya, di sini Aku adalah istri dari general manager. Kami itu kerja di bagian apa sih berani-beraninya ngejawab aku. " kata wanita tersebut dengan bangga saat mengatakan Ia adalah istri dari seorang General Manager.


"Kakak nampar aku padahal ngga tahu aku siapa? " kata Nada.


"Kamu pantas ngedapetin tamparan itu karena kamu berani membantah aku." Kata wanita tersebut dengan bangganya.


"Kakak ngga tahu siapa aku dan sudah berani menamparku karena hal sepele. Aku pastikan kakak akan menyesal karena sudah melakukan itu kepadaku. " kata Nada dengan suara yang berani.


"Hahahaa, kamu fikir kamu siapa yang bisa membuat aku menyesal. Kamu nggak tahu kalau aku ini istri dari general manager di sini. " kata wanita tersebut masih membanggakan suaminya.


Nada yang terlihat kesal mendengar ucapan dari wanita tersebut segera mengambil ponsel dan mengaktifkannya kembali. Setelah ponselnya menyala Iya melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Arsyad.


"Kamu di mana sih sayang? " Tanya Arsyad terdengar panik.


"Di kantin." Jawab Nada.


"Oke aku ke sana sekalian makan siang sama client." kata Arsyad, dan panggilan pun berakhir.


"Menghubungi siapapun, kamu ngga akan bisa membuat aku menyesal." kata wanita itu lagi.

__ADS_1


"Terserah, aku ngga peduli." Nada tak mau memandang ke arah wanita tersebut karena merasa jengkel. Sebenarnya Nada bukanlah orang yang mudah marah, tapi karena kesombongan wanita tersebut iya jadi emosi. Nada baru tahu kalau ternyata kehidupan di dunia kerja tepatnya di perusahaan adalah seperti itu.


"Berani sekali kamu bicara seperti itu sama aku. Aku bakal minta sama suami aku untuk memecat kamu dari perusahaan ini. " kata wanita tersebut dengan geram.


"Atau malah sebaliknya, suami kakak Oh yang akan dipecat dari sini. " jawab Nada dengan enteng.


"Jaga mulut kamu yang murahan itu. Mana bisa orang seperti kamu memecat suamiku yang seorang general Manager. Lihat saja, aku akan menghubungi dia untuk segera datang ke sini. Aku pastikan nanti kamu akan menyesal dan memohon belas kasihan sama aku. Dilihat dari Penampilanmu saja nggak meyakinkan kalau kamu bisa memecat suamiku. Dasar bocah bego." kata-kata wanita tersebut sudah sangat keterlaluan kepada Nada.


"Mulut Siapa yang murahan di sini? Sejak tadi yang mengatakan aku murahan itu kakak, yang menghina aku juga anda. Mana bisa mulut seperti itu dikatakan mulut mahal. "kata Nada. Di saat yang bersamaan, iya sekilas melihat Arsyad yang baerjalan, dan saat ini terhalang tembok. Saat Nada tahu wanita tadi mendekat dan mencoba menarik jilbab yang dikenakannya, Nada hanya diam. Nada ingin tahu bagaimana reaksi Arsyad saat melihat istrinya di aniaya di perusahaannya sendiri.


"Berhenti..." Suara Arsyad terdengar lantang mengucapkan kata berhenti. Iya menyaksikan dengan mata kepala sendiri istrinya sedang di aniaya oleh orang yang tak di kenalnya.


"Siapa kamu berani menganiaya istriku? Lancang sekali kamu ini." kata Arsyad langsung mendekat ke arah Nada. Wanita itu langsung melepaskan cengkeraman tangannya di jilbab Nada.


"Sayang, kamu ngga apa-apa? " tanya Hana sambil mendekat ke arah Nada.


"Siapa kamu berani-beraninya menyakiti anakku? " kata Hana dengan tegas.


"Ella, kenapa kamu harus buat masalah sih di sini? Kamu ngga bisa berbuat seenakmu di sini." tanya suami wanita tadi. Iya tidak tahu kenapa sang istri bisa sampai membuat masalah dengan keluarga pemilik perusahaan. Sedangkan Wanita yang bernama Ella tersebut hanya bisa diam. Iya tidak menyangka kalau ternyata wanita yang sudah di kata-katai tadi adalah istri pemilik perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2