KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3
Pulang ke Rumah Mertua


__ADS_3

"Jangan lupa keramas ya." Bisik Arsyad. Mata Nada membulat sempurna.


"Kee... Keramas? " Ulang Nada dengan terbata-bata.


"Iya." jawab Arsyad sambil tersenyum jahil.


"Emangnya kenapa aku harus keramas? " tanya Nada.


"Kamu tadi berkeringat." kata Arsyad lagi. Nada malah terdiam. Iya berdiri mematung di depan kamar mandi. Entah fikirannya sedang di penuhi dengan apa.


"Halo..." saat mendengar Suara Arsyad. Nada langsung mengerjab. Tersadar dari lamunannya yang membuat dirinya membatu di depan pintu.


"Ngga jadi ke toilet kah? " tanya Arsyad dengan senyuman di bibirnya.


"Tadi mas Arsyad nyuruh aku keramas. Apa... Apa sesuatu telah terjadi? " tanya Nada ragu-ragu.


"Iya." kata Arsyad dengan sangat enteng.


"Mas, apa? " Nada langsung melongo mendengar apa yang di katakan oleh Arsyad. Setelah itu iya tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Kok malah bengong? Ngga jadi masuk? Apa mau mas anterin? " Arsyad menggoda Nada habis-habisan hingga gadis itu berfikir yang tidak-tidak.

__ADS_1


"Mas, maksudnya tadi terjadi apa? " Tanya Nada lagi. Arsyad semakin tersenyum jahil mendengar pertanyaan itu.


"Nada sayangkuh, istriku yang paling cantik. Kamu tadi di tampar dan di sentuh oleh Ella. Jadi mas mau kamu keramas. Juga tadi waktu kamu tidur, keringat kamu kemana-mana. Tuh lihat pipi kamu ada ilernya juga." Arsyad mengatakan sambil tertawa. Iya sangat paham apa yang di pikirkan oleh istrinya yang polos itu. Iya juga melihat Nada yang saat ini menghembuskan nafas lega. Karena malu, Nada akhirnya menutup pintu kamar mandi dan langsung menguncinya.


"Hufft... Keren banget actingnya. Ngga tahu apa kalau aku benar-benar takut. Aku kira tadi Arsyad mau bilang kalau... Hiiih, kenapa fikiran aku sampai ke sana sih." Gumam Nada dalam hati karena takut di dengar oleh Arsyad yang berada di luar kamar mandi. Iya benar-benar merutuki kebodohannya dalam menyimpulkan sesuatu.


Sedangkan di luar kamar mandi, Arsyad benar-benar tersenyum puas melihat istrinya yang benar-benar terlihat ketakutan.


"Waah, punya istri enak juga ya. Bisa ngilangin stress. Apalagi lihat ekspresi Nada yang ketakutan banget. Hehe..." gumam Arsyad sambil melepas sarung yang di kenakan untuk sholat tadi. Iya menunggu nada keluar dari kamar mandi.


Hampir 10 menit telah berlalu, Nada mengenakan kembali pakaian yang tadi Iya gunakan.


"Sudah selesai? " tanya Arsyad saat nada sudah berdiri tidak jauh dari dirinya.


"Aku mau sholat. Ada mukena? " tanya Nada mencoba mengalihkan pembicaraan. Sedangkan Arsyad masih tersenyum jahil ke arahnya.


"Ada, itu di dalam lemari, milik mama." jawab Arsyad sambil menunjuk sebuah lemari kecil yang tidak jauh dari tempat tidur.


"Bisa tolong ambilkan ngga? Aku ngga berani." Kata Nada menatap Arsyad. Dia benar-benar belum terbiasa dengan perlakuan luar biasa sang suami.


"Sayang, ambil sendiri. Kamu ngga boleh sungkan. Semua ini juga milik kamu karena kamu adalah istriku. Ambil sendiri ya." Arsyad tahu kalau Nada masih canggung untuk bersikap di tempat orang lain. Tapi Arsyad tidak akan membiarkan semua itu terjadi lagi.

__ADS_1


"Maaf ya mas." sebelum mengambil mukena di dalam lemari. Nada mengucapkan kata maaf terlebih dahulu. Setelahnya ia pun berjalan mendekati lemari tersebut dan membukanya. Sebuah mukena terlihat sangat mewah.


"Ini sajadahnya." Arsyad menunjuk sebuah sajadah yang tadi ia letakkan di atas tempat tidur. Mendengar perintah dari suaminya, Nada pun segera mengambil sajadah tersebut dan melakukan tiga rakaat salat magrib.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 malam, Arsyad mengajak Nada untuk segera pergi dari perusahaannya.


"Mas, ini kan bukan jalan menuju rumah aku. Kita mau ke mana? " tanya nada saat ia sudah berada di dalam mobil Bersama sang suami.


"Pulang ke rumah dong sayang, emang mau ke mana lagi. Jawab Arsyad dengan santai.


"Maksud mas, kita ngga pulang ke rumah aku? " tanya Nada.


"Ya ke rumah kamu. Ke rumah kamu yang baru." jawab Arsyad dengan senyum indah di bibirnya. Sorot mata tegas itu menatap Nada seolah-olah memberikan sebuah penjelasan.


"Mas, aku hanya punya 1 rumah. Dan aku juga ngga beli rumah baru." kata Nada masih belum paham karena iya merasa gugup.


"Sayang, kita mau ke rumah mertua kamu." jawab Arsyad. Dan setelah Arsyad mengatakan itu, Nada baru bisa memahami.


"Kok.. Kok kesana mas? Aku ngga bawa baju ganti lo. Terus aku juga belum..." kata-lata Nada terhenti seketika saat Arsyad memotongnya.


"Di sana banyak baju ganti sayang. Tadi mama bilang kalau kamu harus ke rumah. Ngga usah bawa baju. Tadi mama udah ngebeliin kamu baju banyak." jawab Arsyad. Membuat Nada melotot tak percaya.

__ADS_1


"Mas, kenapa harus ke rumah mas Arsyad sih? Kan kemarin aku minta kita akan tetap tinggal di rumah aku terlebih dahulu." kata Nada memprotes.


"Aku juga butuh baju ganti sayang. Apa kamu punya baju yang bisa aku pakai? " tanya Arsyad. Nada menggelengkan kepalanya.


__ADS_2