KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN S3
Di bela sang papa


__ADS_3

"Kalau begitu, tuan Muda, kami semua izin untuk pulang. Saya selaku RT memohon maaf yang sebesar-besarnya karena sudah membuat anda tidak nyaman." kata pak RT dengan pelan dan hormat.


"Baiklah, karena semuanya sudah jelas, kalian boleh pergi. Oh iya, satu lagi, disiplinkan mulut-mulut yang tidak berguna. Jangan sampai karena perkataan kalian, sampai harus memakan korban." Kata Arsyad. Iya memandang ke arah Bu Ida dan menatapnya dengan tajam.


"Baik tuan." jawab pak RT. Setelah berpamitan, mereka pun keluar dari rumah Nada.


Setelah keprrgian pak RT dan bala tentaranya, Hana memandang tajam ke arah sang anak.


"Kalau tadi mama ngga datang, kasihan Nada menjadi bulan-bulanan warga. Kamu itu, selalu ngeyel kalau di bilangi." Kata Hana kepada putranya.


"Mah, Arsyad sama Nada sudah menikah. Ngga ada larangan kita harus berjauhan. Iya kan sayang." jawab Arsyad memandang istrinya yang masih berdiri di sampingnya. Iya mendongak lalu mengedipkan sebelah matanya.


"I.. Iya." Kata Nada tergagap.


"Kamu ngga di ancam kan sayang sama dia." Tanya Hana.


"Mah... Mana mungkin Arsyad ngancem istri Arsyad sendiri." Arsyad berkata dengan bibir cemberut.


"Mama ngga tanya lo sama kamu. Mama tanya sama anak gadis mama ini.l Kata Hana. Membuat Nada merasa ingin tersenyum mendengar jawaban itu.


"Mah, yang anak mana itu Arsyad. Nada ini istri Arsyad. Jadi sudah tanggung jawabku dong." Arsyad berkata kembali.


"Memang gitu. Tapi mam..." Ucapannya terhenti ketika sang suami berkata.


"Mah, sudah lah. Jangan suka berdebat sama anak. Ayo kita berangkat ke kantor. Biarin Arsyad nanti nyusul." Kata Daffa.

__ADS_1


"Arsyad mau bulan madu dulu sama Nada." Kata Arsyad berniat memprovokasi sang mama.


"Arsyad... Jangan bilang gitu kalau ngga mau di coret dari daftar kartu keluarga." ucap sang papa. Arsyad tersenyum. Tapi sang mama merasa belum siap meninggalkan menantu perempuanya bersama sang anak. Yang ada dalam fikiran Hana, takut mereka berbuat sesuatu yang sudah di larang olehnya. Meskipun Nada dan Arsyad sudah sah menurut hukum agama, tapi Hana masih ingin dia melanjutkan sekolah.


"Kita aman sayang, ngga ada lagi yang bakalan gangguin kita. Ayo kalau mau tidur lagi." Kata Arsyad sambil menatap istrinya dan senyum mmenyeringai.


"Apaan sih mas, Nada mau nglanjutin makan aja." Nada pun berlari masuk ke dalam dapur. Membuat Arsyad merasa ingin tersenyum melihat tingkah sang istri. Iya pun berjalan menyusul sang istri.


Di meja makan.


"Mas Arsyad ngga mau makan lagi? " tanya Nada mencoba menghilangkan kegugupannya dengan berbicara.


"Mau, tapi mas ngga mau makan ini lagi." jawab Arsyad.


"Bukan..."jawab Arsyad sambil menatap istrinya yang sedang mengunyah makanan.


"Terus? " jawaban Arsyad membuat nada bertanya-tanya.


"Mas mau makan kamu aja." jawab Arsyad dengan senyum menyeringai.


"Emang aku makanan kok di makan." jawab Nada dengan cuek. Tapi dalam hati iya merasakan sesuatu yang belum pernah iya rasakan sebelumnya. Akhirnya Nada memilih terdiam saja daripada berbicara dan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.


Setelah menyelesaikan sarapannya, Nada pun berjalan menuju ke kamar. Iya akan menyelesaikan sebuah pekerjaan yang tidak bisa di kerjakan oleh teman-temannya.


"Mas. maaf ya, aku ada pekerjaan dan ngga bisa di tinggal. Aku harus menyelesaikannya sekarang juga." kata Nada kepada Arsyad yang sudah duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


"Iya, nanti kalau butuh sesuatu mas bakal nyariin kamu.' Setelah mendapat jawaban dari Arsyad Nada langsung masuk ke dalam kamarnrya. Iya meninggalakan sang suami yang saat itu sedang sibuk dengan tabletnya. Sepertinya iya juga sibuk dengan pekerjaan.


Setibanya di dalam kamar, Nada segera menyalakan laptop dan semua komputernya. Iya segera menyibukkan diri dengan pekerjaan. Hingga beberapa jam berlalu dan iya tak ingat kalau ada Arsyad di sana.


"Sudah selesai? " ucap Arsyad. Dan suaranya membuat Nada melonjak kaget.


"Astaghfirullahaladzim... Mas kenapa harus ngagetin sih? " tanya Nada.


"Emangnya ngagetin kenapa sayang? " Arsyad langsung saja bangkit dan mendekat ke arah sang istri.


"Ngga apa-apa.' jawab Nada singkat.


"Apa kamu sedang kesulitan sesuatu untuk menyelesaikan semuanya? " Tanya Arsyad.


"Iya, aku sedang nunggu bang Vian dan teman-teman datang. Mereka juga ngga bisa menyelesaikan semuanya." kata Nada memberitahu.


"Emangnya ada masalah yang serius? " tanya Arsyad.


"Iya, ada pengiriman senjata ilegal melalui jalur laut, dari informasi yang di terima bang Vian dan kawan-kawan, mereka melewati singapura menuju ke batam. 2 hari yang lalu mereka masih bisa mengakses di mana keberadaan senjata itu. Tapi sejak kemarin, tim kehilangan jejak dan mereka tidak menemukan apa-apa. Lokasi ngga bisa di lacak sama sekali." kata Nada menjelaskan.


"Kenapa masih ada pengiriman secara ilegal sih. Bukannya yang waktu itu sudah berhasil di ringkus." kata Arsyad bertanya.


"Ini beda kelompok lagi mas. Ini sekelompok ketua mafia yang berhasil memporak poranadakan keamanan di tanjung priok. Sudah banyak menelan korban jiwa juga. Makanya tim harus bisa segera melacak keberadaan mereka ada di mana." Kata Nada.


"Ternyata selain cantik, istriku ini seseorang yang sangat genius ya. Ngga salah aku nikagin kamu secepat ini." mendengar apa yang di katakan oleh Arsyad membuat Nada menjadi teripu. Iya langsung menunduk menyembunyikan rona merah di wajahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2