
"Kenapa Vian menghubungi kamu? " Tanya Arsyad.
"Dia nanyain kenapa sejak kemarin aku ngga online." Jawab Nada. Tubuhnya kaku di saat Arsyad berada di belakang dan menghapus jarak antar dirinya.
"Aku ngga suka kamu dekat sama Vian. Kamu sekarang sudah jadi milikku." Ucap Arsyad dengan tegas.
"Mas, ngga bisa gitu. Mas mungkin sudah tahu kan aku ini kerjanya gimana? Aku memang istri mas Arsyad, tapi tolong jangan over protective." jawab Nada.
"Vian terlihat sangat menyukaimu." Tegas Arsyad.
"Mas, mas tahu kan? Sebagai abdi negara aku ngga mungkin tidak berhubungan sama mereka. Terus gimana caranya aku kerja? " Kata Nada tak mau mengalah.
"Lebih baik kamu keluar dari pekerjaanmu saja! " Kata Arsyad membuat Nada langsung meletakkan sendok yang di pegangnya.
"Mas, aku tahu kamu adalah suamiku, meskipun aku ngga tahu suka sama kamu apa ngga. Aku selama ini bertahan hidup dengan pekerjaan yang aku cintai karena aku ngga punya siapa-siapa. Dan saat kamu baru hadir di hidupku dengan ketidakkesengajaan itu, tolong jangan berbuat sesukamu. Kita butuh waktu untuk bisa menerima satu sama lain." ucap Nada dengan tegas pula, iya langsung berlari meninggalkan Arsyad di sana. Nada menutup pintu kamarnya. Iya merasa kesal sekali.
"Haah, kenapa dia marah? Aku hanya menjaga milikku agar tidak di ambil orang lain." Gumam Arsyad. Dia tidak menyangka kalau sikapnya itu akan mmebuat Nada marah. Iya pun langsung berjalan ke kamar yang semalam iya tempati itu.
"Nad, maaf... Aku ngga akan seperti ini lagi." Kata Arsyad yang langsung masuk saat tahu pintu tidak di kunci. Tapi Nada hanya diam.
"Sayang, maaf ya. Aku memang salah! " Ucap Arsyad lagi. Iya langsung duduk di atas tempat tidur dimana Nada sedang tengkurap. Gadis itu sama sekali tidak menyahut. Karena tak ingin Nada marah, Arsyad pun berinisiatif untuk membujuk istrinya.
"Kalau kamu mau tidur, mas juga akan tidur di sini." Kata Arsyad. Iya membaringkan tubuhnya di samping kiri Nada di pinggir kasur. Tangannya bergerak memeluk sang istri. Nada tetap terdiam. Tidak menolak juga tidak melakukan apa-apa. Arsyad mempererat pelukannya.
Tok'tok tok Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Ada tamu." Nada betusaha untuk menyingkirkan tangan Arsyad. Tapi ngga bisa.
"Arsyad, tolong lepasin! " Kata Nada.
__ADS_1
"Maafin dulu! " Jawab Arsyad.
"Kalau kamu ngga mau maafin aku, aku ngga akan melepaskan. Biarin aja orang di aana menunggu.
"Iya aku maafin." Jawab Nada. Arsyad pun melepaskan, tanpa menunggu lama, iya mengecup bibir aang istri.
"Arsyaaad." Kata Nada dengan terkejut.
"Buka gih, dari pada nunggu lama tamunya." Kata Arsyad. Nada pun langsung turun darin tempat tidur dan langsung membenarkan jilbabnya.
"Iya sebentar..." Sahut Nada ketika mendengar pintu di ketuk kembali.
'ceklek' Setelah memutar knop pintu, Nada melihat siapa yang bertamu sepagi ini.
"Pak RT..." Kata Nada.
"Maaf pak, Ada apa ya? " Tanya Nada bingung. Karena ada sekitar 7 orang yang sekarang berdiri di depan pintu rumah Nada.
"Maaf nak, kedatangan kami kesini karena saya menerima laporan kalau semalam kamu pulang sama orang laki-laki. Dan sepertinya sampai sekarang laki-laki itu belum pergi. Apa dia menginap di sini? " Tanya Pak RT. Kini Nada paham apa yang di maksud oleh pak RT.
"Benar pak. Ini... Mas Arsyad." kata Nada dengan gugup.
"Boleh saya masuk? " tanya pak RT. Setelah Nada mengangguk, 7 orang itu masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
"Jadi, siapa laki-laki itu nak? " Tanya pak RT lagi.
"Maaf pak, biar saya panggilkan saja dia." kata Nada sambil berlalu ke belakang untuk memanggil Arsyad.
"Ada apa? " Tanya Arsyad yang sudah berdiri tidak jauh dari ruang tamu.
__ADS_1
"Waah, ini pak yang semalam saya katakan." Jawab seorang perempuan.
"Mohon maaf mas. Kedatangan kami di sini karena suatu hal." Kata Pak RT sambil menatap Arsyad yang berjalan kearahnya.
"Iya pak, mohon maaf, ada apa ya ini? " Tanya Arsyad tak mengerti juga.
"Begini anak muda. Semalam saya mendapat laporan kalau nak Nada ini membawa laki-laki masuk ke rumahnya. Karena kita tahu kalau Nada ini ti ggal sendirian, kami hanya ingin mengkonfirmasi. Siapa anda? " Tanya pak RT.
"Pasti kamu pacarnya Nada ya? "
"Aku kira Nada itu benar-benar polos, nyatanya dia malah bawa laki-laki pulang. Kelihatannya kamu bukan orang miskin. Apa kamu membeli Nada? " Tanya salah seorang tetangga Nada yang terkenal dengan sebutan ketua geng gosip. Arsyad yang mendengar ini merasa emosi mulai memuncak di otaknya.
"Apa peduli anda bu? Siapa anda berani menilai istri saya seperti itu? " Kata Arsyad dengan dingin. Sontak peryataan Arsyad membuat semua orang yang berada di sana tercengang.
"Istri? Sebentar-sebentar... Tadi kamu bilang istri. Bisa jelaskan bagaimana? " Kata Pak RT menengahi.
"Saya adalah suaminya Nada. Su- A -Mi... Jelas ya. Kami baru saja kemarin menikah." Kata-kata Arsyad terdengar dingin.
"Saya adalah kekasih Halal Dari Nada. Bukan sekedar pacaran. Paham? " Kata Arsyad kembali.
"Menikah? Bukannya Nada masih sekolah? " Tanya ibu-ibu tadi.
"Iya, Nada memang masih sekolah, dan saya sudah memperistrinya." Jawab Arsyad tegas.
"Kalau kalian memang sudah menikah, sekarang tunjukkan buktinya! " Kata ibu-ibu yang tadi lagi.
"Tunggu sebentar! " Kata Arsyad. Arsyad pun melangkah pergi kmar untuk mencari tasnya. Tapi sayangnya, setelah mencari-cari, iya tak menemukan.
"Duh, aku lupa lagi kalau tas ku kebawa sama mama." kata Arsyad dalam hati.
__ADS_1