
Setelah selesai urusanku dengan ras setengah human aku pergi meninggalkan desa itu dan melanjutkan perjalananku untuk pulang kekerajaan alheil. butuh 2 hari untuk sampai kesana
"d..dia!".. "tidak salah lagi dia yang dirumorkan itu".. kata penjaga gerbang "yo paman sudah lama kita tidak bertemu lagi tidak terasa 1 tahun ya".. "m..mustahil bukannya kamu sudah mati?".. "heeh berita konyol darimana itu".. "ras demon mereka yang menjadikanmu tumbal kan?".. "memang benar ".. "kata mereka kamu sudah pasti mati tapi kenapa bisa ada disini sekarang".. "ceritanya panjang paman sudah biarkan aku lewat".. "tunggu dulu kami akan mengawasimu dari belakang".. "haah terserah paman saja"..
setiap aku melihat kekiri dan kekanan banyak orang yang saling membisikkan sesuatu sambil melihatku mungkin, karena aku masih hidup atau masih saja mereka menghinaku.
tidak terasa aku sudah sampai di istana raja andri,kartika dan nisa dilarang masuk ke dalam istana alhasil aku sendiri yang masuk dan melapor ke baginda raja.
"ho kamu masih hidup ternyata".. kata raja
"baginda raja aku mempunyai 1 permintaan"..
__ADS_1
"apa itu?".. "biarkan temanku tinggal di kerajaan ini".. "hmm baiklah sebagai hadiah karena kamu masih hidup aku bolehkan temanmu tinggal dikerajaan ini".. "terima kasih raja kalo begitu aku pamit dulu".. "tunggu sebentar".. "ada apa lagi raja?".. "terima kasih telah menolong mereka".. kata raja itu.. "menolong siapa raja?".. "tidak lupakan saja cepat pergi dari sini".. "ba..baiklah".. kemudian aku pergi dari istana
"kak gimana?".. "kalian diperbolehkan".. "asiik".. kata mereka bertiga dengan kompaknya
"soal kalian tinggal,. di daerahku ada 3 kosan yang kosong seingatku dulu ayo kita coba kesana".. "ayoo".. mereka setuju dan mengikutiku.
setelah sampai memang benar ada 3 kosan yang kosong aku pergi untuk menemui pemilik kosan itu
"sisanya kalian urus aku mau pulang dulu".. sambil memberikan kunci ke mereka "baiklah terima kasih banyak kak".. "terima kasih ikki".. "aku berhutang budi kepadamu kawan".. "aah iya iya semuanya silahkan menikmati kalo begitu aku pergi dulu".. sambil melambaikan tangan mereka membalas lambaian tanganku juga. setelah sampai dirumah
aku heran kenapa ada sepatu wanita 2 padahal dirumah ini cuma ada adikku saja.
__ADS_1
"aku pulang dik".. aku melihat adikku sedang menyiapkan makan malam, dia kaget melihatku seolah dia sedang melihat hantu.
"i..ini kakak aku kan bukan arwahnya?".. "oi oi candaan apa itu dik".. "jadi benar ini kakak?".. "pastinya lah".. "kakaaak".. ketika dia tau aku masih hidup dia memelukku sambil menangis
"sudah-sudah kakak mau kekamar dulu".. sambil melepaskan pelukannya dan berjalan kelantai atas
"kak tunggu sebentar diatas a~".. aku tidak mendengarnya dan membuka pintu kamarku
tiba-tiba "a..alice".. aku terkejut melihat alice sedang ganti baju "ikki?".. "a..anu ..i.ini bukan seperti yang kamu pikirkan aku tidak tau kalau kamarku ada orang".. mencoba menjelaskan "ikkiiiiii".. tiba-tiba alice memelukku dengan erat "a..anu alice".. "syukurlah ikki kamu masih hidup aku tidak tau harus gimana lagi kalo tidak ada kamu".. "um aku juga senang melihatmu baik-baik saja alice".. "sungguh aku merindukanmu ikki".. "~astaga punya dia menempel apa aku harus pura-pura tidak tau atau melepaskan pelukannya~ um aku juga alice".. alice tersenyum "aaa aku sungguh tidak percaya kalo ikki masih hidup".. "anu sekarang kan aku udah ada disini bisakah kamu melepaskan pelukanmu?".. "emang kenapa kamu gak suka dipeluk sama aku?".. tanya dia dengan nada kecewa "b..bukan itu p..punyamu menempel".. "eh".. alice baru sadar kalo dia belum selesai memakai bajunya..
"~astaga malah bilang lagi~ anu.. alice".. "i...ikki sebaiknya kamu mati saja dasar mesuum!".. sambil menamparku
__ADS_1
haah aku senang bisa kembali lagi kerumah~