Kekuatan yang dipendam

Kekuatan yang dipendam
Chapter 34 Hadiah dari ketua osis


__ADS_3


"S.siapa kamu sebenarnya?"


"kamu tidak perlu tau untuk sekarang bersiaplah untuk kalah" noro yang menggantikan tubuh ikki menyerang ketua osis dengan serangan beruntun sehingga ketua osis tidak sanggup menahan serangnnya.


"uhk d.dia berbeda sekali dengan sebelumnya "


"sekarang tuanku lagi istirahat jadi untuk kali ini akulah lawanmu"


"sialan terima ini" ketua osis meluncurkan serangannya namun,bisa dihindari dengan mudah karena tenaga ketua osis semakin melemah.


"~noro biar aku yang menghadapinya~"


"~oi oi jangan bodoh kawan kamu masih terluka~"


"~aku yang harus mengalahkannya noro~"


"~haah baiklah~" kemudian aura kegelapan yang menyelumutinya hilang begitu saja


"aah maaf ketua osis sepertinya aku kehilangan kesadaran tadi"


"hah apa maksudmu?"


"maksudku mari kita lanjutkan pertarungan ini"


"j.jadi dari tadi kamu belum serius?"


"hm ya begitulah"


"sialan seberapa kuat kamu itu"


"aku tidak sekuat yang ketua osis bayangkan" langsung aku menghampiri ketua osis dan berbisik


"namun aku bisa membunuh kekasihmu dengan mudah"


"apa yang~"


"jangan pura-pura bodoh ketua, aku tau ketua yang menyuruh orang untuk menusukku kan"


"bagaimana kamu bisa tau?"


"selama ini bukan kamu saja yang selalu mengawasi orang dari jauh"

__ADS_1


"hahaha jadi begitu ya aku kira kamu orang bodoh yang selalu dibicarakan disekolah"


"hah dan 1 lagi ketua, tolong rahasiakan ini dari semua orang. aku juga akan minta temanku untuk merahasiakan hal ini"


"apa maksudmu?"


"ketua tidak ingin kehilangan posisi ketua kan? dari awal aku tidak tertarik bergabung jadi aku minta hadiah yang lain saja"


"bukan hanya pintar tapi baik juga. baiklah kalo begitu aku akan mengirim hadiah untukmu besok"


"terima kasih ketua"


"jangan panggil aku ketua lagi, panggil namaku saja."


"baiklah Rifqi"


"itu lebih baik"


"baiklah sekarang kita resmi berteman"


"hahaha pertemanan yang tidak biasa ternyata"


setelah pertarungan kami berakhir,alice dan teman-temanku menghampiri kami.


"tenang saja alice kekasihmu itu kuat lihat saja ketua osis pun kalah" kata hendra


"sudahlah aku baik-baik saja terima kasih alice sudah mengkhawatirkanku"


"ketua bagaimana keadaanmu?" kata gina yang ikut khawatir


"aku baik-baik saja gina keliatannya ikki tidak melukaiku lebih dalam"


"haah syukurlah" gina lega mendengarnya


"Rifqi kami pamit pulang dulu"


"ah baiklah ikki hati-hati dijalan soal hadiah~" belum selesai ketua osis bicara


"besok saja aku ingin pulang sekarang"


"ah baiklah"


aku pergi meninggalkan sekolah bersama teman-temanku kami terpisah karena beda arah rumah.

__ADS_1


kemudian aku dan alice pulang berjalan kaki karena,mobil yang biasa kami naiki sudah terlanjur pulang bersama miyuki.


"Alice maaf karena salahku kamu jadi pulang jalan kaki begini"


"um bukan salah ikki kok lagian dulu kita juga sering begini"


"hehehe iya juga sih"


"yang paling penting adalah"


"hm?"


"aku ingin selalu bersamamu ikki itulah yang bikin aku bahagia"


Blushh wajahku kini semerah tomat


"a..anu aanu itu"


"kyaa wajah ikki imut kalo lagi malu"


"b..berhentilah menggodaku alice"


"hihihi iya-iya"


kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah.


setelah sampai aku dimarahi ibu karena membiarkan alice jalan kaki, alice membelaku dan membuat ibu ku memaafkanku.


aku kembali ke kamarku dan membersihkan luka dari pertarungan tadi tidak sadar aku langsung tidur setelah mengobati luka.


¤keesokan harinya 09:00¤


"hoaam sudah pagi ya" aku keluar dari kamar dan pergi ke lantai bawah.


disana sudah ada lengkap keluargaku


"ah sudah bangun ternyata"


"um selamat pagi alice"


"ikki ini hadiah dari ketua osis dia mengirimnya tadi"


"hm coba aku lihat" pas aku buka ternyata tiket pemandian air panas untuk 10 orang

__ADS_1


"a..apa!!"


__ADS_2