Kekuatan yang dipendam

Kekuatan yang dipendam
Chapter 39 Firasat buruk


__ADS_3


"eeh jadi surat ini bukan untukku"


"bukan aku cuma minta tolong kamu buat ngasih surat ini ke ikbal soalnya aku terlalu malu" kata eva


"haah jadi begitu ceritanya"


"aku mohon" kata eva


"baiklah"


"huaa terima kasih ikki kalo begitu aku pulang dulu yah" kata eva


"aah kenapa harus aku" sambil memasang wajah depresi


setelah itu aku juga pulang kerumah.


30 menit kemudian...


"ikki kenapa baru pulang" kata alice khawatir


"maaf ada sedikit urusan tadi"


"eh i.ini bau parfum wanita" kata alice


"eh parfum?"


"ikki jangan-jangan kamu pergi berduaan kan?!"


"eeh masa iya aku pulang telat demi kencan"


"buktinya itu bau parfum wanita" kata alice dengan raut wajah kesal


"haah jadi begini tadi aku diberi surat cinta sama eva"


"apaaaa" kata alice terkejut


"haah tapi dia memberikan surat itu untuk ikbal bukan untukku jadi, aku hanya disuruh memberikan surat itu untuknya."


"hiks ikki aku paham m..maaf sudah menanyakan hal menyakitkan" kata alice


"glek a.alice jangan menambah penderitaanku"


"hihihi maaf, yaudah sekarang ikki mandi dulu habis itu kita makan" kata alice

__ADS_1


"~haah seperti istriku saja~ b.baiklah"


setelah mandi dan ganti baju aku pergi kelantai bawah, terlihat ayah,ibu dan lainnya sudah menungguku untuk makan malam.


"kawan ada yang harus kita bicarakan nanti"


"ada apa noro?"


"nanti kita bicarakan" kata noro


"kamu bicara sama siapa ikki?"


"a.ah aku hanya bicara sendiri ayah ahaha"


"kami mulai khawatir dengan keadaanmu sekarang" kata ayahku


"~glek awas saja noro~ a.aku baik-baik saja ayah"


"haah baiklah dan ikki, setelah makan tolonh belikan ayah minuman di toko ya"


"baik ayah"


10 menit kemudian...


aku pergi keluar rumah untuk membeli minuman yang ayah mau


"kawan apa kamu tidak merasa aneh dari kemarin"


"aneh?"


"iblis.. mereka sudah tidak bermunculan lagi"


"bukannya bagus?"


"masalahnya bukan itu kawan tapi, aku berpikir mereka sedang merencanakan sesuatu"


"hm benar juga sih"


"lebih baik kamu harus waspada sekarang"


"tenang saja yang penting aku sudah membeli minuman yang ayah aku inginkan, untuk sekarang aku ingin menikmati kebahagiaan ini."


"kawan aku mengerti maksudmu tapi, suatu saat nanti kamu akan mengeluarkan kekuatanmu sepenuhnya kan?"


"tentu saja noro meskipun ingatanku harus jadi pengorbanannya."

__ADS_1


"kawan apa kamu yakin?"


"aku tidak ingin gagal lagi seperti dulu noro"


"haah baiklah terserah kamu saja"


tidak terasa sudah sampai rumah lagi.


"oh ini dia minuman favorit ayah terima kasih ikki"


"iya ayah aku mau tidur saja sekarang."


sambil pergi kekamar.


"haah lebih baik aku tidur dulu sekarang" sambil berbaring dan memejamkan mata.


¤didalam mimpi¤


"i.ikki tolong aku"


"alice bertahanlah"


"ka.kakak"


"miyuki miyuki"


"t.tetaplah hidup ikki"


"ayah ibu. h.hentikan aku mohon hentikan jangan bunuh mereka" tapi terlambat pasukan misterius itu sudah membunuh keluarganya.


"a.aku gagal lagi kenapa.. kenapa harus Akuuu!"


"haah haah haah ternyata cuma mimpi" sambil mengusap dada


"s.sialan mimpi apa barusan, mimpi itu begitu menyeramkan"


tok..tok..tok


"ikki kamu kenapa?" kata alice di luar pintu kamarku


"a.aku tidak apa-apa alice tenang saja"


"kata ayah ayo kita sarapan aku tunggu dibawah ya" kata alice sambil meninggalkanku


"noro"

__ADS_1


"iya kawan?"


"sepertinya kamu benar, aku harus waspada sekarang"..


__ADS_2