Kekuatan yang dipendam

Kekuatan yang dipendam
Chapter 41 Pengkhianat


__ADS_3


aku berjalan ke arah utara seperti kepala sekolah bilang, tapi aku merasa diikuti seseorang dari belakang.


"oi aku tau kamu bersembunyi disana, cepat keluar!."


"haah apa boleh buat yo ikki"


"h.hendra apa yang kamu lakukan disini"


"aku disuruh kepala sekolah untuk membantumu" kata hendra


"benarkah itu?"


"tentu saja mana mungkin aku membiarkan teman masa kecilku menghadapi pasukan iblis sendirian" kata hendra


"kepala sekolah itu kenapa dia tidak bilang kepadaku tapi, aku menghargai keputusannya terima kasih sudah mau membantuku kawan"


"heh mari kita hajar habis-habisan para iblis itu" kata hendra dengan semangat


"tentu saja"


setelah mengetahui orang sembunyi dibelakang itu adalah hendra, aku melanjutkan perjalananku untuk menghadapi pasukan iblis itu.


dalam perjalanan kami membahas strategy yang akan kami gunakan untuk mengalahkan pasukan iblis, tentu saja aku sangat senang sekali baru pertama kalinya ada yang mau membantuku.


"ikki"


"ah kamu benar aura ini tidak salah lagi, kita sudah dekat dengan mereka"


dan benar saja lebih dari 4000 pasukan iblis berjalan kearah kami.


"oi oi yang benar saja !" kata hendra terkejut


"bersiaplah summon excalibur"


"baiklah aku juga summon machine gun" kata hendra


"Ayo kita serang hendra"


"tentu saja!"

__ADS_1


Hyaaaa.. kami berdua berlari kearah pasukan iblis itu, satu-persatu kami berhasil membunuh mereka


"hossh hossh ikki j.jumlah mereka terlalu banyak" kata hendra kewalahan


"ja.jangan menyerah hendra kita pasti menang" sambil menebas kepala iblis


butuh waktu 3 jam kami menghabisi setengah pasukan iblis itu tapi, hendra terluka karena menerima serangan dari 5 iblis langsung.


"hendraaa !" aku mendatanginya dan mengecek lukanya


"a.aku baik-baik saja ikki b.biarkan aku beristirahat sebentar" kata hendra sambil memejamkan matanya


"baiklah hendra untuk sekarang serahkan padaku summon norooo" datanglah pedang kegelapan


"yo kawan sekarang giliranku ya" kata noro


"mari kita habisi mereka noro"


"tentu saja"


kemudian aku melanjutkan pertarunganku..


aku sudah berhasil membunuh 1300 iblis


"kawan tenagamu sudah terkuras banyak" kata noro


"demi melindungi alice dan lainnya aku akan menggunakan itu noro"


"jangan-jangan"


"biarkan kegelapan menyelumutiku berikan penderitaan yang mengerikan buat musuhku DARK SLAASH" sambil mengayunkan pedangku


alhasil semua pasukan iblis yang tersisa disana lenyap tidak tersisa.


"kawan apa kamu yakin setelah mengeluarkan itu" kata noro


"biarpun ingatanku imbalannya demi semuanya aku rela melakukan ini"


"haah kamu ini" kata noro


ketika aku ingin beristirahat sebentar tiba-tiba.

__ADS_1


Daaarr...


"uhk k.kenapa"


"hahaha terima kasih ikki"


"h.hendra" aku langsung terbaring lemas


"haah sepertinya aktingku tadi tidak sia-sia" kata hendra


"k.kenapa kamu melakukan ini?"


"oh tentu saja, AKU INGIN MEMBUNUHMU !" kata hendra


"j.jadi daritadi~"


"ah kamu benar aku pura-pura terluka dan membiarkanmu membunuh sisa pasukan iblis dengan seluruh kekuatanmu setelah itu aku mengambil kesempatan itu untuk membunuhmu" kata hendra dengan senyum sinis


"uhk uhk" darah yang keluar dari tubuhku semakin banyak kesadaran aku juga semakin memudar


"a.aku punya permintaan untukmu"


"baiklah"


"tolong jaga alice dan yang lainnya"


"tentu saja setelah ini aku akan mengambil alice dan menjadikan dia istriku"


"sialan"


"aku akan menikmati tubuhnya setiap hari ikki, aku tidak akan membiarkan dia bertemu dengan lelaki lain selain aku" kata hendra


"sialan.. sialaaan ! akan aku bunuh kau, akan aku bunuh ka~ "


daaarrr..


"sudahlah jangan menjadi pendendam gitu kalau begitu, matilah dengan tenang pahlawan kegelapan"..


ikki sudah tidak sadarkan diri lagi


"haah bukti apa ya supaya bisa mempercayai mereka" hendra berpikir apa yang akan dibawanya untuk pulang nanti

__ADS_1


"aah baju dan dua pedang ini mungkin bisa mempercayai mereka" kata hendra sambil membawa pedang dan baju ikki yang penuh darah dan sobek.


"Alice aku bersiaplah menjadi istriku hahaha" kata hendra sambil berjalan pergi meninggalkan ikki.


__ADS_2