Kekuatan yang dipendam

Kekuatan yang dipendam
Chapter 46 penyelidikan ketua osis


__ADS_3


"Ketua kenapa kamu mengajak duel murid baru itu?" Kata gina


"Soal itu, aku merasakan keberadaan ikki ketika bersamanya"


"M.mana mungkin i.ikki kan sudah~"


"Aku tau gina tapi, entah kenapa aku ingin menyelidiki zack terlebih dahulu."


"Haah baiklah" kata gina


¤sementara di rumah zack¤


"Ayah, pertama kalinya zack masuk sekolah dia sudah diajak duel sama ketua osis" kata sinta


"Hahaha zack nyali mu besar juga ternyata" kata babay


"Aku hanya tertarik saja paman" kata zack


"Baiklah, kamu akan melawan dia dengan apa.?" Kata babay


"Hm aku belum kepikiran paman" kata zack


"Anak ini, sinta coba ambilkan pedang ayah" kata babay


"Baik ayah" kata sinta sambil meninggalkan mereka berdua


tidak lama kemudian..


"Yang ini kan ayah?" Sambil menunjukan pedang yang sinta bawa


"Um,nah zack coba kamu ayunkan pedang ini" kata babay


Zack mengangguk dan mencoba pedang yang diberikan babay itu.


"Uwaa paman pedang ini sangat ringan" kata zack


"Tentu saja, pedang ini yang terbaik dari koleksiku" kata babay


"Terima kasih paman" kata zack


"Tapi"


"Tapi apa paman?"


"Kamu sudah berpengalaman soal bertarung kan" kata babay


"Belum, baru pertama kalinya aku memegang senjata" kata zack

__ADS_1


Sinta dan babay langsung menepuk jidatnya mendengarnya


"haah anak ini kenapa bisa terluka parah waktu itu" kata babay


"hm ada apa paman?" kata zack


"bu.bukan apa-apa lebih baik kita makan dulu sekarang". kata babay


"um baiklah"


kemudian mereka pun makan malam bersama.


¤sementara di rumah ketua osis¤


"Aku sudah meneliti sobekan baju itu, tidak salah lagi sobekan baju itu memang punya ikki. Tapi, kenapa bisa iblis memakan tubuh ikki semuanya sedangkan mereka lebih suka membunuh daripada memakannya." ketua osis masih kepikiran tentang kematian ikki.


"Rifqi makan malamnya sudah siap"


"baik ibu aku akan segera kesana" jawab ketua osis


"haah lebih baik aku mengawasi zack saja terlebih dahulu" lanjut ketua osis sambil meninggalkan kamarnya.


keesokan harinya..


zack dan sinta sudah berada di sekolah


"zack aku pergi ke kelas dulu yah hati-hati saat bertarung dengan ketua osis" kata sinta sambil pergi meninggalkan zack


"haah sepertinya aku juga harus segera ke~" belum sempat zack melanjutkannya,tiba-tiba kepala zack terasa sangat pusing.


"a.ada apa ini kenapa kepalaku pusing sekali" sambil memegang kepalanya


lalu muncul lah suara-suara aneh didalam pikirannya.


"Pembunuh... pembunuh... pembunuh.."


"s.siapa kamu?"


"aku adalah dirimu sendiri"


"aku bukan pembunuh! aku tidak pernah membunuh siapa pun"


lalu..


"zack?"


"a.alice"


"kamu kenapa?" tanya alice

__ADS_1


"a.aku baik-baik saja"


"hm kelasnya sudah mau dimulai loh"


"b.baiklah aku akan segera kesana"


"kalau begitu aku duluan" kata alice sambil meninggalkan zack


"aku sebenarnya siapa" kata zack kebingungan


kemudian zack masuk ke kelasnya.


"Yo zack bagaimana kabarmu?" kata ikbal


"aku baik-baik saja"


"zack aku punya permintaan untukmu" kata ikbal


"apa itu?"


"kalau bukan karena ikki mungkin sekarang aku tidak bisa pacaran sama eva oleh karena itu,aku ingin mengunjungi kuburan ikki". kata ikbal


"kenapa harus aku?"


"soalnya kamu sangat mirip dengannya, kumohon ikutlah denganku" kata ikbal


"tapi setelah pulang sekolah nanti aku ada urusan dengan ketua osis"


"biar aku saja yang urus nanti" kata ikbal


"haah baiklah" kata zack dengan pasrah.


2 jam kemudian..


semua murid sudah pulang, tinggal ketua osis saja yang masih menunggu seseorang.


"haah kemana anak itu"


"k.ketua aku melihat zack pergi sama ikbal" kata gina


"kemana?"


"a.aku tidak tau pasti, mungkin ke arah kuburan." kata gina


"haah dia membohongiku, baiklah lebih baik aku menyelidiki dia lebih dalam saja" kata ketua osis


"kalau begitu ayo kita pulang ketua" kata gina sambil tersenyum manis


"b.baiklah" kata ketua osis dengan wajah memerah.

__ADS_1


__ADS_2