
setelah menantang ketua osis,tiba-tiba alice memegang tanganku.
"ikki apa yang akan kamu rencanakan?"..
"aku berencana untuk menang"..
"humph bukan itu maksudku".. kata alice sambil cemberut. aku yang melihatnya,ingin sekali mencubit pipinya itu wajar saja dia banyak yang suka.
"ehm pasangan top kita lagi mesra-mesraan nih" kata hendra yang menarik perhatian semua teman kelasku.
"kapan kalian akan punya anak?" kata cahaya yang membuat wajah alice dan aku menjadi memerah
"s.sudah hentikan ayo alice kita pulang" aku menggenggam tangan alice dan pergi dari kelasku.
setelah sampai digerbang sekolah alice tiba-tiba menghentikanku "eh kenapa berhenti alice?"
"t.tidak hanya saja aku kaget dengar mereka bicara"
jawab alice dengan wajah masih memerah
"hm yang mana alice?" tanyaku dengan penasaran
"a.anak" jawab dia dengan suara yang hampir tidak terdengar olehku
"glekk s.sudah lah alice jangan dengarkan mereka mari kita pulang sekarang"
"um" dia mengangguk saja
setelah itu kami pulang duluan karena ulah teman sekelasku.
¤sementara diruangan osis¤
"ketua apa kamu yakin bisa ngalahin dia?"
"mungkin aku akan kalah tapi~"
"tapi?" kata gina penasaran
"aku punya rencana untukmu" kata rifqi dengan senyum sinis
"apa itu ketua?"
"mata-matai dia dan buat dia terluka" kata rifqi
"t.tapi kan ketua kalo ketahuan kita akan dihukum" kata gina
"tenang saja aku yang akan atur"
"b.baiklah ketua" gina pasrah menerima perintah dari ketua osis
__ADS_1
"~lihat saja ikki aku tidak akan kalah darimu hahaha~ sekarang kamu pergi mata-matai dia ingat,jangan sampai identitasmu terbongkar"
"serahkan saja padaku,kalo begitu aku pergi dulu" kata gina sambil meninggalkan ruangan osis
"aku mengandalkanmu gina".
¤rumah ikki¤
"kami pulang"
"loh kalian jalan kaki?" kata ayahku
"iya ayah"
"ayahkan sudah bilang jangan jalan kaki lagi"
"iya maaf ayah tadi ada kejadian disekolah"
"hah kejadian apa?"
"alice coba jelaskan" kataku sambil melihat alice
"a.anu itu ayah a.anak" kata alice dengan wajah memerah
"anak?" ayahku penasaran mendengarnya
"b.bukan apa-apa ayah" kataku dengan panik
"iya" jawab aku dan alice.
sementara itu....
"oh jadi ini rumahnya ikki,baiklah aku akan menunggu dia keluar rumah" kata gina yang sembunyi di pepohonan.
2 jam kemudian.. (malam harinya)
gina yang sudah terlihat setengah mati menunggu ikki keluar namun, belum terlihat juga.
"gila ini sudah terlalu lama,kapan dia akan keluar" kata gina sambil mengeluh
"ayaah aku pergi belanja dulu"
"iya hati-hati dijalan"
gina yang mendengar percakapan mereka terlihat sangat senang
"akhirnya dia keluar juga"
setelah itu ikki keluar dari rumahnya dan pergi ke toko yang lumayan cukup jauh dari rumahnya.
gina selalu mengintai ikki dari jauh,mencari kesempatan yang tepat buat membuat ikki terluka.
__ADS_1
lalu kesempatan itu datang ketika ikki sudah belanja dan melewati jalan yang gelap.
gina menyerang ikki dari belakang menggunakan pisau alhasil, pisau tersebut menusuk perut ikki
dan ikki jatuh tidak sadarkan diri.
"maaf ikki sebenarnya aku tidak ingin melukaimu namun,ketua menyuruhku melakukan ini." gina meninggal ikki yang terluka parah.
"uhk. siapa orang itu" aku sudah sadar dari pingsanku yang sebentar
"mungkin dia pembunuh bayaran" kata noro
"mana mungkin pembunuh bayaran menggunakan pisau"
"iya juga, bagaimana luka mu kawan?"
"aku baik-baik saja luka ini tidak terlalu dalam tapi aku tidak bergerak dengan bebas"
"kalo begitu besok kamu jangan melawan ketua osis itu"
"itu tidak mungkin noro,aku akan melawan dia"
"cih keras kepala sekali"
"bukan seperti itu, firasatku dia sudah tau identitasku jadi aku akan menanyakan dia kalau sudah menang"
"haah terserah kamu saja"
"lebih baik kita pulang sekarang"..
¤sementara di tempat gina¤
gina yang sedang menelpon ketua osis terlihat senang karena usahanya berhasil
"ah halo ketua"
"iya gina bagaimana tugasmu?"
"berhasil ketua aku sudah melukai dia"
"hahaha bagus sekali gina sebagai hadiah aku mau berkencan denganmu"
"k.k..kencan terima kasih ketua" wajah gina memerah
"kalo begitu aku tutup"
"aah kencan sama ketua senangnya"
karena terlalu lelah gina langsung tidur dengan nyenyaknya
next -> chapter 33 Ikki vs ketua osis
__ADS_1
keadaan ikki yang sedang terluka akan melawan ketua osis, apakah dia bisa menang?.