
Perkataan alice yang mulai sekarang akan tinggal dirumahku masih saja kepikiran bahkan aku sampai terjatuh beberapa kali karena melamun terus
setelah sampai disekolah murid-murid smkn darangdan melihatku dan saling berbisik. "hei hei bukannya dia sudah mati?".. "kata guru sih begitu tapi kenapa dia masih hidup".. haah seperti biasanya. aku menghiraukan mereka dan masuk ke kelas tapi setelah aku masuk ke kelas murid-murid yang ada dikelasku terkejut melihatku "huaa ada orang mati".. "cih aku masih hiduplah".. aku balas perkataan mereka dengan sedikit bentakan.
setelah aku duduk di bangku sempat aku melirik hendra sepertinya dia sangat marah kepadaku.. "ternyata masih hidup kau".. dengan senyuman sinisnya.. tidak lama kemudian pak yosi memasuki kelas
"selamat pagi semua".. "pagi pak".. "iya sepertinya berita yang kita dengar ternyata bohong maafkan bapak ikki".. "anu tidak apa-apa pak".. "bapak lega ternyata kamu masih hidup dan untuk kalian semuanya sepertinya kita kedatangan murid pindahan lagi".. setelah mendengar murid pindahan para laki-laki langsung bersemangat
"horee ternyata kelas ini penuh keberuntungan".. ucap mereka
"silahkan masuk".. kata pak yosi
lalu datanglah 5 murid pindahan itu
__ADS_1
"huaa cantiknya".. "kyaa tampan sekali dia".. ucap para murid dikelasku
"silahkan perkenalkan nama kalian masing-masing".. kata pak yosi
"nama aku amelia dari kerajaan elf mohon kerja samanya mulai hari ini semua".. "nama aku kartika dari desa dwarf mohon bantuannya semua".. "nama aku nisa dari desa setengah human salam kenal"... "nama aku eva aku teman amelia salam kenal semuanya".. "nama aku andri dari kerajaan demon salam kenal"..
setelah perkenalan mereka sudah selesai para murid langsung heboh
"huaa mereka sangat cantik apalagi dengan nisa telinga kucingnya itu membuat hatiku luluh".. "kartika juga tidak kalah betapa imutnya dia dengan rambut poninya itu aah aku jatuh cinta kepadanya".. "oi oi kalian tidak lihat amelia dan eva dengan telinga panjang dan wajah mereka yang begitu cantik seolah bidadari datang mengunjungi kita".. "kalian para laki-laki hanya memikirkan hal bodoh kenapa kalian tidak melihat andri dia begitu gagah dan tampan haah rasanya hatiku meleleh melihatnya".. ketika para murid dikelasku saling adu mulut
alice melihat tingkahku seolah mereka pernah bertemu denganku ketika alice mau berbicara kepadaku, pak yosi sudah berbicara duluan "sudah cukup mari kita mulai belajarnya untuk kalian berlima silahkan duduk".. "baik pak".. jawab mereka berlima
setelah itu kami memulai pelajaran pertamanya.
__ADS_1
1 jam kemudian..
bel istirahat sudah berbunyi aku mengajak 5 orang itu untuk ikut bersamaku ke loteng sekolah karena rasa penasarannya, alice ikut juga denganku.
setelah sampai..
"semuanya ada hal yang ingin kubicarakan disini".. "berarti ini penting ya".. tanya andri "yup mulai sekarang disekolah ini kalian jangan menganggapku lagi".. "kok bisa gitu kak?".. kata kartika "disekolah ini aku terkenal dengan julukan pecundang terlemah jadi untuk dikelas kalian jangan berbicara kepadaku".. "hm tapi kalo ditempat ini bisa kan".. kata nisa "mungkin tempat ini aman jadi tidak apa-apa".. "baiklah mulai sekarang kita akan berkumpul terus setiap jam istirahst disini".. kata amelia sedangkan eva hanya mengangguk saja
"ngomong-ngomong tuan ikki".. kata andri "jangan panggil aku tuan lagi disini".. kataku "m..maaf maksudku ngomong-ngomong ikki siapa yang disampingmu itu?".. sambil menunjuk alice "oh dia alice".. "pacarmu?".. kata mereka dengan kompak. alice yang mendengar kata mereka langsung tersipu malu terlihat dari wajahnya yang mulai memerah.
"a..anu soal itu masih dalam perkembangan" jawabku dengan nada pelan. "hah apa kami tidak mendengarnya".. "aah bukan apa-apa sebaiknya kita masuk kekelas lagi".. "haah baiklah padahal kami ingin tau hubungan kalian".. mereka kemudian pergi kekelas lagi ketika aku mau mengikuti mereka alice menghentikanku.
"a..alice?".. "m..masih perkembangan ya".. kata dia dengan tersipu malu "~glek dia mendengarnya~.. a..anu soal itu um".. aku sedikit mengangguk alhasil alice tersenyum malu.
__ADS_1
"~sialan kenapa dia begitu manis~. k..kalo begitu mari kita kekelas juga".. "umm".. alice hanya mengangguk dengan tetap tersenyum..