
"ayo kita masuk kelas aja ikki" ajak alice
"baiklah lagian aku tidak suka keramaian" aku menuruti alice saja, aku berpikir setelah masuk kelas keadaannya akan seperti biasa. namun..
"kyaa ikki kamu tampan sekali hari ini" kata teman-temanku "hahaha iya tidak seperti biasanya sekarang kamu sudah lebih dermawan" kata hafid "untuk sebelumnya maafkan kami semua ya ikki karena telah menghinamu selama ini kami menyesal karena menghinamu" kata cahya dan semua teman kelasku mengangguk setuju.
"~cih kalian menjadi baik karena ayahku ternyata~ t.tenang saja kok ejekan kalian tidak terlalu aku anggap" "kyaa bukan hanya tampan tapi baiknya" kata celsi "a.anu semuanya bisa bersikap biasa kah? aku belum terbiasa dengan ini" "haha dasar kawanku ini membuatku iri saja" kata hendra sambil menyenggol lenganku "sebenarnya aku tidak berharap hal ini terjadi tapi~" belum selesai aku bicara,pak yosi sudah masuk kelas "murid-murid cepat duduk kita akan memulai pelajaran pertamanya" "baik paakk"
setelah itu kami belajar tentang cara memperkuat mantra dalam tubuh kita, agar tidak hilang kendali saat menggunakannya.
"dan untuk besok kalian akan latihan mengatur kekuatan, tentu saja pengawas kalian adalah anggota osis."
"siap pak" "kalo begitu,untuk pelajaran kali ini bapak akhiri. semangat" "terima kasih pak" setelah itu pak yosi meninggalkan kelas.
__ADS_1
bel istirahat pun berbunyi..
aku pergi menuju kantin sekolah tanpa mengajak alice karena, aku bilang ada urusan sebentar dia mengangguk saja sambil memakan bekalnya.
namun ditengah perjalanan ada laki-laki berambut pirang menyapaku.
"kamu ikki yang dibicarakan kepala sekolah kan?" "iya ada urusan apa ya?" "bukan apa-apa aku hanya ingin melihatmu saja" "~glekk dia bukan pecinta laki-laki kan~ hm jadi begitu" dia perlahan berjalan membelakangi ku sambil berbisik "jangan membuatku kecewa untuk besok ikki" setelah itu dia pergi meninggalkanku.
"bibi roti susunya seperti biasa" "ikki kenapa masih membeli roti susu ini bukannya kamu sudah kaya sekarang?" "aku tidak peduli dengan harta bibi yang penting aku masih bisa memakan makanan favorit saja sudah cukup" "dasar kamu tidak pernah berubah dari dulu nih roti susunya" "terima kasih bibi" setelah itu aku pergi dari kantin menuju atap sekolah.
"noro" "iya kawan" "menurutmu apa aku harus berteman dengan mereka?" "itu terserah keputusanmu aku hanya bisa mendukungmu saja tapi kalo boleh memberi saran lebih baik berteman saja dengan mereka" "bilang saja berteman noro tidak usah banyak bicara" "hahaha maaf-maaf" "tapi noro apa aku bisa percaya sama mereka?" "untuk sekarang kita lihat saja dulu tingkah mereka kawan" "baiklah" setelah menghabiskan roti susu dan bicara dengan noro aku pergi ke kelas lagi, aku terkejut saat melihat orang yang tadi bersama temannya.
"heh kamu cepat duduk!" "baiklah" aku menuruti orang itu dan bertanya sama alice "alice mereka siapa?" "mereka adalah~" belum selesai alice bicara orang itu memotong pembicaraan kami.
__ADS_1
"kami dari osis akan mengajak kalian untuk bergabung dengan kegiatan osis
tetapi dengan satu syarat" kata orang itu "syarat?" semua murid yang ada dikelasku penasaran
"yup syaratnya jika kalian bisa mengalahkan salah satu anggota kami kalian akan bergabung" "itu saja?" "dan tentu saja jika kalian bisa mengalahkanku kalian akan mendapatkan hadiah menarik" "baiklah aku menantangmu" "oh ikki ya hahaha menarik sekali,baiklah besok kita adakan pertarungan latihan di arena sekolah." "aku belum tau namamu" "namaku Rifqi ingatlah nama itu saat kamu kalah nanti hahaha kalo begitu sampai jumpa lagi".. dia dan anggotanya pergi dari kelasku
setelah mereka pergi teman-teman dikelasku mendatangiku
"ikki apa kamu yakin bisa mengalahkan ketua osis?" kata amelia "tenang saja amelia ikki kan punya pedang excalibur" kata andri "aku akan menggunakan pedang biasa saja" jawab aku
"a.apa kamu sudah gila ikki dia itu ketua osis bukan lawan sembarangan" kata hendra
"kita lihat saja nanti".....
__ADS_1