
"Hoamm ah sudah pagi ya" aku terbangun dari tidurku
Tok..tok..tok
"Kak banguuun"
"Eh miyuki,iya aku udah bangun"
"Ayo kita sarapan bareng kak"
"Iya tunggu sebentar" setelah itu aku keluar dari kamarku
Aku baru sadar saat sarapan, aku tidak melihat alice.
"ayah alice kemana?"
"alice berangkat duluan, katanya ada kegiatan." kata ayahku
"tumben biasanya dia suka bangunin aku dulu"
"haah sudah-sudah sekarang kalian berangkat sekolah saja"
"baiklah" jawab aku dan miyuki bersamaan
setelah selesai sarapan, aku dan miyuki pun berangkat sekolah.
¤dalam perjalanan¤
"kak kenapa sih kakak megang perut terus?"
"~mana mungkin aku beritau dia kalo aku masih terluka akibat semalam~ ahahaha kali aja megang perut gini kakak menjadi makin tampan"
"huek" reaksi miyuki yang spontan ini membuatku jadi kesal
"kenapa harus segitunya"
"hihihi kakak dapat kepercayaan diri dari mana?"
"~glekk iya juga ya dulu aku tidak pernah percaya diri kaya tadi~ mungkin dari gadis itu"
"ululu cinta sejati" kata miyuki
"aah berisik"
"hahaha baru pertama kalinya aku bisa melihat wajah malunya kakak"
setelah miyuki puas mengejekku kami pun sudah sampai disekolah dan masuk ke kelas masing-masing.
ketika masuk kelas aku melihat alice yang sudah tersenyum melihatku,
__ADS_1
kemudian aku menghampirinya.
"selamat pagi nona alice"
"humph ikki jangan panggil aku nona!"
"hehehe tapi alice,kamu itu terlalu sempurna bagiku" sambil mengelus kepalanya
"i.ikki" alice tersipu malu
"ehem emang ya pasangan top dikelas kita ini Tidak liat waktu" kata hendra
"hehehe sudahlah hendra"
"tapi ikki kamu tidak lupa kan nanti pulang sekolah?"
"ah tentu saja aku sudah siap meskipun~"
"meskipun?"
"ah bukan apa-apa sudahlah nanti kita bicarakan lagi"
"baiklah" hendra menurut dan pergi ke bangkunya lagi.
pak ramdan memasuki kelas..
"ya murid-murid untuk 2 hari ke depan sekolah diliburkan karena,bapak/ibu yang ada disini dipanggil baginda raja
"eeeh" semua murid yang ada dikelasku terkejut
"hahaha sudah cukup terkejutnya mari kita mulai belajarnya" kata pak ramdan
2 jam kemudian...
setelah semua pelajaran telah selesai, sesuai janji aku dan teman kelasku pergi ke arena.
"oh aku kira kamu seorang pengecut yang hanya bisa bicara saja" ejek ketua osis
"aku adalah orang yang tidak bisa menarik perkataanku sendiri"
"hahaha menarik sekali"
"oh terima kasih"
"lebih baik kita tidak membuang-buang waktu lagi gina".
"baik ketua.. Shield" gina mengaktifkan pelindung dimana pelindung itu tidak bisa ditembus siapapun
sementara alice dan teman-teman lainnya terkejut.
"hooh jadi semuanya sudah sesuai dengan rencanamu ya ketua"
__ADS_1
"~apa kenapa dia bisa tau~ hah apa maksudmu"
"bukan apa-apa mari kita mulai ketua"
"ah baiklah tapi jangan sampai kamu mati ya.. Biarkan api membakar pedangku~"
"pengguna pedang juga?!"
"hancurkan musuhku dengan api yang menyelimuti pedangku fire sword"
"oh menarik summon excalibur"
"pedang legendaris ternyata wajar saja kamu menjadi terkenal ikki"
"aku hanya menemukan pedang ini saja sayang kalo tidak dipakai"
"hahaha alasan yang kurang bagus ikki aku mulai" ketua osis menyerangku dengan cepat,aku tidak sempat menghindarinya.
"uhk"
"sepertinya kamu sedang terluka ya"
ketua osis itu menghindar ke belakang
luka yang di perutku terbuka kembali
"cih luka ini merepotkan"
alice yang melihat dari kejauhan khawatir melihat keadaanku semakin memburuk
"ikki akan kubawa nanti ke rumah sakit maaf" ketua osis memberi serangan jauh dan berhasil mengenaiku
"uhk sialan kalo begini a.aku"
"~ikki boleh aku menggantikanmu?~"
"~noro ya haah baiklah lagian aku sudah terlalu lelah. aku serahkan padamu noro~"
"~aah baiklah~"
tiba-tiba aura kegelapan menyelumuti tubuh ikki, ketua osis terkejut melihatnya.
"oi oi k.kenapa dia"
"aah jadi ini orang ini yang melukai tuanku"
"s.siapa kamu sebenarnya?!"
"kamu tidak perlu tau untuk sekarang bersiaplah untuk kalah!"
__ADS_1