Kekuatan yang dipendam

Kekuatan yang dipendam
Chapter 42 Semuanya menangis


__ADS_3


aku penasaran kenapa ikki belum kembali, kemana perginya dia tadi.


pertanyaan itu selalu muncul di dalam pikiranku hingga bel pulang pun sudah berbunyi.


aku berjalan meninggalkan kelas dan pergi keluar gerbang, disana ada miyuki yang sudah menungguku untuk pulang bersama.


"kak alice" miyuki melambaikan tangan kepadaku aku membalasnya dengan senyuman.


"Miyuki,, kamu tau perginya ikki kemana?"


dia menggelengkan kepala


"aku tidak tau kakakku pergi kemana bukannya dia ada urusan ya" kata miyuki


"urusan apa hingga dia bolos semua mata pelajaran?"


"um aku gak tau kak alice"


tiba-tiba ada seorang pria dari arah utara membawa sobekan baju dan dua pedang.


"b.bukannya dia"


"hossh hossh alice.. miyuki.. i.ikki"


"tenang dulu hendra ada apa? ikki kenapa?" tanyaku penasaran


"waktu pertarungan ikki kewalahan melawan pasukan iblis yang sangat banyak ketika aku membantunya, aku tiba-tiba pingsan." kata hendra


"t.tapi ikki baik-baik saja kan? t.terus kenapa kamu membawa pedang dia?"


"setelah aku sadar, aku melihat iblis memakan ikki." kata hendra sambil menunjukan wajah sedihnya

__ADS_1


alice yang mendengarnya tidak percaya dengan apa yang hendra katakan.


"ini tidak mungkin kan,kamu hanya bercanda kan?!"


"maafkan aku alice, aku tidak bisa membantunya"


"tidaaaak ini tidak mungkin" alice berlari meninggalkan hendra dan miyuki sambil menangis.


"t.tunggu kak alice" miyuki menyusul alice


"hahaha saatnya aku pergi menemui kepala sekolah" kata hendra


tidak lama kemudian hendra menemui kepala sekolah,ketua osis, dan baginda raja.


"s.semuanya aku punya kabar buruk" kata hendra


"apa itu?" kata ketua osis


"sewaktu aku melihat ikki, aku mengikutinya diam-diam akan tetapi dia sepertinya tau aku mengikutinya tiba-tiba saja dia berlari dengan cepat.


semua yang mendengarnya terkejut


"i.ini tidak mungkin" kata ketua osis


"tidak mungkin ikki dimakan iblis semudah itu" kata kepala sekolah


"bisa kamu tunjukkan buktinya hendra" kata baginda raja


lalu hendra menunjukan sobekan baju ikki dan kedua pedangnya.


"t.tidak salah lagi ini baju dan pedangnya ikki,kamu tidak berbohong." kata kepala sekolah


sementara alice yang sudah tiba dirumah ikki, dia menangis mendengar kenyataan bahwa orang yang dicintainya sudah mati.

__ADS_1


"hiks hiks.. ikki kenapa kamu meninggalkanku lagi bukannya kamu sudah berjanji akan tetap bersamaku" alice menangis terus sampai dia ketiduran.


keesokan harinya


keluarga ikki dan alice berkumpul dilantai bawah dan melihat televisi.


¤berita¤


"kabar buruk mendatangi kita, pahlawan kegelapan telah gugur ketika menghadapi pasukan iblis hingga tubuhnya dimakan. kini yang tersisa adalah dua pedang yang sudah dibawa baginda raja. Semua penduduk pun mendatangi pemakaman pahlawan kegelapan~" tiba-tiba ayah ikki mematikan televisi itu


"sudah saatnya kita pergi untuk melihat pemakaman anak kita" kata ayah ikki


"hiks hiks apa yang mau dikubur sedangkan tubuh anak kita saja dimakan iblis itu" kata ibu ikki


"mungkin sobekan baju yang dibawa hendra kemarin" kata miyuki


alice hanya terbengong seperti hidupnya sudah hampa sepenuhnya.


"a.alice semoga ikki mendapat tempat yang nyaman disana" kata ibu ikki


"ibuuuu tidak mungkin ikki meninggal!"


"aku juga berpikiran begitu alice" kata ibu ikki sambil memeluk alice.


¤ditempat yang berbeda¤


"ayah lihat ada orang yang terluka disana!"


"ah iya ayo kita bawa dia"


pria tua itu membawa anak muda yang terluka parah


"dia kenapa ayah?"

__ADS_1


"luka ini, tidak salah lagi kita harus membawanya sekarang atau dia akan mati." kata pria tua itu sambil membawa anak muda itu kedalam kereta kudanya.


__ADS_2