
"Ini terimalah" kata baginda raja sambil memberikan kunci villa itu kepadaku
"Ba.baiklah terima kasih raja"
"Seharusnya aku yang berterima kasih, karena kamu selalu menyelamatkan kerajaan ini" kata baginda raja
"Selama aku masih diterima dikerajaan ini, aku~ ah lupakan.. kalau begitu aku pulang dulu"
"Hati-hati dijalan" kata baginda raja
Kemudian aku meninggalkan kerajaan dan kembali kerumah.
10 menit kemudian...
"Aku pulang.."
"ah ikki selamat datang. gimana pertemuannya?" kata alice
"Baginda raja memberiku sebuah kunci" sambil menunjukkan kunci itu ke alice
"kunci apa itu?" alice penasaran
"hanya kunci villa"
"v.villa?"
"besok kita kesana"
"b.baiklah.. tapi,kalau mau berangkat sekarang juga masih sempat kok." kata alice
"lebih baik besok saja alice sekalian aku mau mengajak yang lainnya"
"Ide bagus" kata alice
"um tentu. kalau begitu,aku tidur duluan alice."
"eeh padahal masih sore" kata alice
"aku masih lelah" kataku sambil mengusap kepalanya pelan
"um baiklah" kata alice sambil tersenyum
lalu aku meninggalkan alice dan pergi kekamarku.
setelah dikamar..
aku berbaring sambil berpikir tentang kejadian yang selama ini aku alami.
__ADS_1
"oi noro"
"ada apa kawan?"
"hukuman apa ya yang tepat buat teman masa kecilku itu"
"haah ternyata kamu masih menyimpan dendam padanya" kata noro
"bukan dendam,hanya saja kalau dia dibiarkan terus pasti kedepannya Rencana dia akan semakin mengerikan."
"hm aku tidak tau hukuman apa yang pantas buatnya" kata noro
"mungkin membunuh keluarganya?"
"oi oi ternyata pemikiranmu masih sadis seperti biasanya"
"aku tetaplah aku"
"haah tapi kawan, membunuh keluarganya itu mungkin terlalu berlebihan untuknya" kata noro
"tumben sekali kamu membelanya tapi, iya juga sih mungkin aku hanya akan memberinya sedikit peringatan"
"hahaha ternyata kamu mulai berubah kawan" kata noro
"benarkah itu?"
"um mungkin, karena wanita itu yang membuatmu berubah."
"tentu saja, dia mulai merubah sikapmu perlahan-lahan. Tapi aku bersyukur melihat sifat dingin kawanku ini mulai memudar." kata noro
"hahaha kamu sudah seperti ayahku saja"
"aku sudah lama bersamamu kawan."
"iya aku tau itu, untuk sekarang lebih baik aku tidur dulu."
"ah selamat tidur kawan"
"selamat tidur juga noro"
keesokan harinya...
"Halo andri"
"hoaamm.. ada apa ikki menelponku pagi-pagi?"
"ini sudah siang bodoh,Masih ingat pemandian ketua osis.?"
"ah iya. aku masih ingat"
__ADS_1
"bagus,aku minta kamu beritau yang lainnya untuk berkumpul disana."
"hah emang ada apa?"
"aku diberi hadiah dari raja,jadi aku ingin kalian ikut juga bersamaku."
"um baiklah"
"kalau begitu aku tutup teleponnya"
tutt..tutt..
setelah selesai menelpon dengan andri, aku pergi ketempat yang dituju bersama alice dan adikku.
Tidak lama kemudian...
"Yo ikki.. padahal kamu yang mengundang kami tapi kenapa bisa terlambat" kata andri
"haah maaf membuat kalian menunggu"
"jadi hadiah yang diberikan raja itu dimana?" kata cahaya
"um sebuah villa dan pantai mungkin didepan itu"
"eeeh s.serius" kata cahaya tidak percaya
"um ayo coba kesana"
kemudian aku dan teman-teman lainnya mendekati sebuah villa dan mencoba membuka pintu dengan kunci yang diberikan dari raja.
..clek..
"j.jadi villa dan pantai ini milikmu?" kata andri
"um tentu"
"apa ini tidak berlebihan" kata andri
"haah aku tidak bisa menolaknya"
"kalau pantai ini menjadi milikmu berarti aku bisa menikmati sepuasnya?" kata ikbal
"tentu saja karena kalian adalah temanku"
"huhuy kalau begitu ayo kita pergi belanja" kata ikbal mengajak semua orang yang ada disitu
"um tentu" kata semua orang mengikuti ikbal
"ah kalian duluan saja aku mau mengecek villa saja"
__ADS_1
"baiklah ikki" kata ikbal