Kelabu Diujung Rindu

Kelabu Diujung Rindu
eps 10


__ADS_3

"lyra bagaimana dengan rencanaku waktu itu lyra? apakah ibu mu sudah setuju supaya kamu tinggal disini saja?"


(Astaga! Aku lupa bilang sama ibu soal ini)


"ahh, anu mbak, aku lupa bilang soal ini sama ibuku" lyra meremas ujung bajunya


"haduh lyra, kok bisa sampe lupa, ya udah, kamu pulang nanti langsung ngomong sama ibumu ya, nanti kalau kamu diizini tinggal disini biar supir yang jemput barang -barangmu kerumah" rani sangat bersemangat agar lyra segera pindah kerumahnya, karena di rumahnya hanya lyra yang bisa nyambung dengan obrolan nya


"baik mbak, nanti saya bilang sama ibu saya" lyra sebetulnya ingin tinggal disini, tapi setelah dia dan digo ada sesuatu yang berbeda, dia jadi sedikit ragu untuk tinggal bersama disini.




Ketika pukul 7 malam lyra sedang duduk di taman sendirian karena rani sedang istirahat di kamar, dia akan pulang jika digo sudah pulang, untuk memastikan bahwa rani ada yang menjaga



Drrrtttt.... sebuah pesan masuk ke hp yang di berikan digo kemarin, ia bawa saat bekerja, tapi tak pernah ia pegang seharian ini.



"kamu dimana"


"kenapa kamu tak menjawab pesanku"


"balas atau aku telfon"


"cepat balas"


Lyra berdecak kesal, digo seperti akan mati saja kalau lyra tidak membalas pesannya.



"saya masih di rumah tuan, ada apa ya tuan?"



"ayo kita ketemu, ada yang ingin ku bicarakan, aku kirim lokasinya lewat pesan, datang sekarang juga!"



"tapi... Bagiaman dengan nona rani? Bukankah dia tidak ada yang menemaninya jika aku pergi" lyra semakin gelisah



"minta tolong sama bik tum, bilang kamu lagi buru-buru ada hal mendesak"



Cih... Seenak jidat dia banget sekarang



"baik tuan" lyra hanya bisa mengikuti perkataan digo.



Lyra lalu pergi ke dapur dan menyampaikan keinginannya seperti yang digo katakan tadi, untungnya bik tum tidak curiga dan langsung meng-iyakan permintaan lyra.



Lyra naik taksi menuju lokasi yang dimaksud oleh digo, itu sebuah cafe yang tidak terlalu ramai tapi punya seperti tempat duduk privasi yang tidak begitu terlihat oleh orang lain.



lyra turun dari taksi dan berjalan masuk kedalam kafe, dia mengedarkan pandangan mencari di mana digo berada.



nampak seorang pelayan menghampiri lyra dan mengajak lyra ke meja yang sedikit tidak terlihat dari orang lain, kafe ini sangat bersih dan nyaman, aroma pengharum ruangan mendominasi di ruangan ini.



ketika sampai di meja yang dituju, pelayan tadi mempersilahkan lyra untuk duduk, lyra pun dengan sedikit kikuk duduk di hadapan digo, pelayan itu langsung undur diri dari hadapan mereka berdua



"kamu cantik banget" blushhh, pipi lyra jadi merona mendengar pujian dari digo, digo malam ini tampak sangat tampan dengan baju kemeja dan lengan baju yang digulung sampai siku memperlihatkan urat di tangan nya yang terlihat sangat kekar.

__ADS_1



"terimakasih" hanya itu kata-kata yang mampu keluar dari mulut lyra



digo hanya tersenyum, pelayan datang ke meja mereka membawa makanan yang sudah di pesan oleh digo sebelumnya.



"aku pesan makanannya duluan tanpa nanya sama kamu dulu, ga papakan?"



" ga papa tuan, saya bisa makan apa aja"



"baguslah, ini memang menu terbaik disini, ayo dimakan"



"tapi tuan, katanya ada yang mau tuan katakan" lyra tidak lupa dengan niat awal digo yang mengajak nya bertemu



"kita mengobrolnya nanti saja, sekarang kita makan dulu ya, aku lapar sekali, belum sempat makan siang tadi"



mendengar digo yang bilang belum makan siang tadi lyra langsung mengangguk dan memakan makanannya, tidak ada obrolan di antara mereka, mereka fokus menghabiskan makanan mereka, digo sesekali melirik ke arah lyra, dan begitu suka melihat lyra yang begitu lahap menghabiskan makanannya.



Ketika mereka berdua selesai makan, digo mengeluarkan kartu dari kantong celana nya



"ini kartu sudah ku isi uang, kau bisa menggunakannya sesukamu, jangan menolak, aku tak terima penolakan" digo menaruh kartu itu di tangan lyra



lyra baru saja hendak protes tapi langsung dilarang oleh digo, karena digo tau lyra pasti tak mau menerimanya




"tapi tuan, untuk apa tuan memberiku ini"



"karena aku menyukaimu" digo langsung blak-blakan menjawab pertanyaan lyra, lyra hanya mampu melongo



(aku belum memberikan jawaban apapun padanya, tapi kenapa dia bersikap berlebihan seperti ini, ya tuhan)



"lyra, ku tau ini mungkin berat untuk mu, juga untukku, tapi aku sungguh yakin dengan perasaan ku, kuharap kau mau menerima ku dan bersabar, sampai aku menemukan solusi untuk ini"



lyra masih diam, dia sudah goyah saat ini, dia mulai menyukai digo, pesona digo terlalu kuat



"bagaimana menurutmu, lyra?"



"tuan, aku juga sebenarnya suka padamu, tapi ini tak baik, karena kita bisa menyakiti perasaan nona rani"



"kau jangan khawatir, soal rani itu tanggung jawabku, aku akan secepatnya mencari solusi dari permasalahan ini"


__ADS_1


Lyra memandang mata digo, dia ingin mencari kebohongan dimata laki-laki itu, tapi dia tak menemukannya.



digo meraih tangan lyra dan menciumnya



"mulai sekarang, jika kita sedang bersama jangan memanggil ku tuan"



Lyra jadi terkejut "lantas, aku harus memanggil tuan dengan apa?"



"sayang.." ucap digo lugas



"tidak tuan, aku belum bisa"



"harus dibiasakan lyra"



"tidak tuan, aku belum bisa, bagaimana dengan mas saja?" lyra memberikan tawaran balik pada digo



"mas? Sepertinya itu juga tidak terlalu buruk, baiklah, kau boleh memanggilku mas" digo menggenggam tangan lyra.



Ayo ku antar kamu pulang.



"tidak usah tuan.. Eh.. Mas, aku bisa pulang sendiri"



"kamu milikku sekarang, sudah jadi tanggung jawabku untuk mengantarmu pulang" digo berjalan dan menggenggam tangan lyra keluar dari kafe, lyra hanya mampu tersenyum dengan wajah yang menunduk, dia sangat bahagia sekali sekarang, sehingga ia melupakan seorang rani saat ini.



setelah digo mengantar lyra pulang, digo langsung bergegas pulang kerumahnya, mengingat rani hanya di jaga oleh bik tum sekarang, disaat dia tiba dirumah jam sudah menujukkan pukul 9 malam.



Digo memakirkan mobilnya digarasi dan langsung bergegas menuju ke kamarnya, rupanya rani sudah tidur, bik tum yang masih terjaga di kursi sofa kamar rani langsung berpamitan untuk keluar pada digo.



"tunggu bik tum" bik tum yang mendengar itu langsung membalikkan badannya.



Digo mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya


"ini buat bik tum karena sudah lembur menjaga rani menggantikan lyra"



"tidak usah tuan, saya juga tidak masalah menjaga nona rani" bik tum sungkan untuk mengambil uang itu.



"tak apa bik, ambillah" akhirnya bik tum mengambil uang itu kemudian mengucapkan terimakasih lalu pergi kembali ke kamarnya.



Digo menghampiri istrinya yang sedang tertidur pulas



"maafkan aku sayang" hanya itu yang mampu digo katakan, ia mencium kening istrinya lalu pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya sebelum dia ikut terlelap di samping istrinya

__ADS_1



Hai semua, jangan lupa like dan komen ya, makasih ☺️


__ADS_2