
Rani dan lyra sudah tiba di butiq saat jam 8 pagi, rani begitu semangat saat bekerja, mereka menjalani rutinitas seperti biasanya. Digo selalu menyempatkan waktunya untuk sekedar makan siang bersama rani dan juga lyra tentunya, setiap hari di lewati dengan bahagia, digo juga selalu mencuri-curi waktu untuk mengobrol dengan lyra dan tentu nya memberikan kecupan dan ciuman seperti yang biasa ia lakukan pada rani.
Sudah 3 bulan sudah lyra lewati bekerja semenjak tinggal di rumah digo dan rani, dia juga tidak pernah lupa untuk mengirim uang untuk keluarganya dirumah. hari ini lyra mau izin pulang pada rani untuk bertemu keluarganya, ia ingin libur dua hari, tentu nya untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan yang sangat melelahkan.
Tentu saja rani dengan senang hati memberikan lyra libur, sebab lyra sudah lama tidak pulang semenjak ia tinggal bersama mereka. kesempatan ini tidak di sia-siakan begitu saja oleh digo, ia juga memikirkan rencana agar bisa bersama lyra diluar rumah.
digo beralasan ada pekerjaan di luar kota selama 3 hari, ia melebihkan jumlah hari dari hari libur lyra agar rani tidak curiga. Rani tidak curiga sama sekali pada suaminya, sebab suaminya itu memang sering bekerja keluar kota.
Lyra sudah tau niat digo, dia juga tidak menolak tawaran digo, dia pulang kerumahnya pagi hari, dan sore harinya dia pamit pada ibu dan bapaknya dengan alasan mau pergi liburan sama teman-temannya, padahal temannya adalah digo. Digo sudah menunggu di dekat jalan yang tidak jauh dari rumah lyra.
Lyra sudah dandan dari jam 3 sore karena jam 4 digo akan menjemputnya, dia berusaha untuk tampil maksimal di depan digo.
lyra berjalan menuju mobil digo yang sudah menunggunya, sengaja ia menyuruh digo parkir sedikit jauh agar tidak ketahuan oleh ibunya.
"hai sayang, kamu cantik banget" digo menyapa lyra, lyra hanya tersenyum malu mendengar pujian digo, digo membukakan pintu untuk lyra.
"kamu juga keren banget sore ini mas, aku suka gaya kamu yang santai kayak gini" lyra suka melihat digo menggunakan pakaian santai di banding dengan pakaian formal yang sering digo kenakan ketika bekerja
"aku selalu keren lah, kamu aja yang baru sadar" ucap digo pede
"dih pede" ejek lyra, mereka tertawa bersama, lyra bahagia sekali bersama digo saat ini. Mereka bergegas pergi ke tempat yang masih digo rahasiakan.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh kini lyra dan digo sudah sampai di villa milik digo dan rani. Satpam yang bertugas langsung membukakan gerbang untuk digo, ketika sampai di depan villa pelayan pria langsung bergegas membukakan pintu untuk digo dan lyra
(wah, bangunannya sungguh indah terlihat mewah dan elegan, nona rani sungguh beruntung memiliki tuan digo) lyra kagum melihat villa yang ada di depannya. Ia tak menyangka jika digo akan mengajaknya kesini
"ayo kita masuk" digo menggenggam tangan lyra untuk masuk ke dalam villa, pelayan tadi membawa mobil digo untuk di parkirkan
__ADS_1
"selamat datang tuan" beberapa pelayan nampak berbaris dengan rapinya menyambut kedatangan digo.
"aku kesini bersama seseorang yang sangat spesial, aku tak mau privasiku terusik sedikitpun, jadi, ku harap kalian paham maksudku, jaga mulut kalian! Jangan sampai ada berita yang tidak-tidak tentang diriku yang keluar dari mulut kalian, apalagi rani, dia sama sekali tidak boleh tau soal ini" digo dengan tegas memberi pengunguman pada para pelayannya
"baik tuan" ucap pelayan itu kompak, lyra hanya diam saja, dia tidak berani berbicara sama sekali, sebenarnya dia sangat takut sekali ketahuan, tapi sepertinya digo mampu membungkam mereka semua
"satu lagi, kalian akan melayani nya sama seperti kalian melayani rani, jangan bedakan sama sekali, dan kalian akan dapat bonus gaji 2 bulan minggu ini, jadi harap kalian ingat pesan ku" para pelayan nampak tersenyum bahagia mendengar bonus yang akan digo berikan pada mereka.
"baik tuan, terimakasih" para pelayan membungkukkan badannya kemudian mulai bubar kembali ke tugas mereka masing-masing.
"mas, apa ini benar-benar aman?" tanya lyra hati-hati
"kamu tak usah khawatir, villa ini pemberian ayah ku, jadi mereka pasti akan mendengarkan ucapanku, apalagi mereka juga ku kasih uang lebih, jangan khawatir sayang" digo mengelus kepala lyra agar gadis itu sedikit tenang.
Digo mengajak lyra ke kamar utama, dimana kamar itu tempat yang biasa di tempati oleh digo dan rani jika berkunjung ke villa.
"mas, apa ini kamarmu dengan nona rani?"
"aku telfon rani dulu ya" digo meminta izin pada lyra, dan lyra hanya mengangguk dan merapikan beberapa pakiannnya dari koper ke dalam lemari
Digo duduk di pinggir kasur king size, menunggu rani menjawab panggilannya
"haloo.." terdengar suara lembut milik rani di ponsel milik digo
"halo sayang, aku baru aja sampai di hotel nih" ucap digo berbohong
Lyra yang mendengar itu hanya menyimak saja
__ADS_1
"ya udah, jangan lupa istirahat dan minum air putih yang banyak ya sayang, jangan begadang, kalau ga ada aku pasti kamu begadang" rani terkikik
"enggak ko sayang" (maaf syang, sepertinya aku akan lembur malam ini) digo melirik ke arah lyra
Lyra yang dilirik oleh digo tersernyum dengan manis (maaf nona, mungkin aku akan egois kali ini)
"iya, ya udah, aku mau istirahat dulu ya sayang, dahhh muuuaaaccchhh" rani memberikan kecupan jarak jauh pada digo
"iya sayang, jangan lupa mimpiin aku ya muuuuaaaaccchhh" digo juga membalas kecupan dari rani. Lyra yang melihatnya langsung mengalihkan pandangannya
Melihat itu digo langsung menghampiri lyra dan memeluknya dari belakang
"jangan cemberut dong, cemburu ya?" goda digo
"enggak kok, mau cemburupun ga bisa" ketus lyra, digo membalikkan tubuh lyra sehingga mereka saling berhadapan sekarang.
Cuppp...
Digo mengecup bibir lyra sekilas
"kamu kalau cemburu makin cantik aja" digo masih saja menggoda lyra
"ih enggak" lyra melepaskan tanggan nya dari digo
"iya iya, kita makan malam dulu yuk, aku udah laper banget ini" digo memegang wajah lyra dengan kedua tangannya, lyra sangat malu ditatap digo sedekat ini sekarang, lyra hanya tersenyum dan mengangguk pertanda setuju
Digo mengajak lyra keluar kamar dan menuju ke arah kolam renang di samping villa, rupanya disana sudah tersedia makanan di meja yang sudah di tata sedemikian rupa dengan lilin dan bunga mawar yang menghiasi di sekitar kolam membuat suasana tampak sangat romantis. Lyra membeku saat ini, ia tak menyangka jika digo seantusias ini menyiapkam segala sesuatu nya untuk dirinya
__ADS_1
Lyra menangis tersedu, melihat itu digo langsung memeluk lyra
Hay semua, jangan lupa dukung aku ya, dengan cara like dan komen, terima kasih ☺️