
malam hari di kediaman digo dan rani masih tampak hening, tidak ada obrolan ringan pasangan suami istri itu yang biasa menghiasi malam-malam indah mereka
bik tum hari ini bekerja extra karena dia yang harus menggantikan posisi lyra mulai sekarang tanpa harus di sepakati telebih dahulu.
"bik... Aku ga kuat bik.. Sakit banget rasanya hatiku" rani masih mengurung diri di dalam kamar bersama bibik, dia belum berniat memberi tahu orang tuanya, karena ayah rani sedang sakit-sakitan, dia tak mau menambah beban masalah pada keluarganya
"iya non, bibik ngerti, tapi jangan lama-lama sedih nya non, ga baik buat kesehatan nona, apalagi nona dalam masa program hamil" bik tum mengingati rani soal program hamil yang sedang di jalani rani saat ini
"aku udah gak perduli lagi bik, lagian mas digo juga sebentar lagi bakal punya anak dari si lyra, wanita ga tahu diri itu!" lyra benci sekali pada lyra, selama ini dia selalu baik padanya, dia tak menyangka jika mereka berdua menusuknya dari belakang.
"iya non, semua emang salah lyra, tapi mungkin dia ga sepenuh nya salah, karena ga mungkin perselingkuhan bisa terjadi kalau tuan digo tidak suka sama lyra"
"bibik benar, mereka berdua sama saja" lyra masih enggan menemui digo, malam ini dia akan tidur sendiri di temani bik tum nantinya.
Digo yang tak juga mendapatkan izin dari rani terpaksa tidur di kamar mereka yang lama yang berada di lantai 2, dia tak mau memaksa rani saat ini, wanita itu pasti di selimuti rasa emosi yang dalam
Disaat pagi hari semua orang sedang melakukan aktivitas seperti biasanya. Digo sudah bangun lebih awal, dia pergi joging dari jam 5 pagi sampai jam 6.30 dia sudah kembali ke rumah untuk mandi dan bersiap sarapan.
Saat digo menuju ruang makan dia tak menyangka jika rani sudah ada disana duduk di depan meja makan seperti biasa.
lantas digo pun tersenyum lega melihat rani sudah mau keluar kamar
"sayang, udah lumayan reda emosinya?" digo bertanya seolah-olah dia baru saja melakukan kesalahan kecil
rani sebenarnya muak mendengar itu, tapi dia harus menahan emosinya kali ini
"ada yang mau aku bilang"
"apa itu?" tanya digo
"aku akan izinin kamu nikah sama lyra"
'hah??? Kenapa rani tiba-tiba berubah menjadi sosok yang sangat baik?' digo tak habis fikir
__ADS_1
"serius?" digo kaget mendengarnya
"serius, tapi ada 3 syarat"
Digo makin tak mengerti, tapi rasa penasaran nya sangat kuat
"apa itu?" digo bersemangat
"wow, santai dong mas, kebelet amat ya mau nikah lagi" sinis rani
"anu, bukan gitu maksud aku" digo jadi serba salah. Rani memutar bola matanya seolah mengejek
"syarat aku yang pertama, kamu boleh nikah sama lyra setelah kita sah cerai secara hukum"
Deggg..... Jantung digo seakan berhenti berdetak, bukan seperti ini yang dia mau, dia tak pernah berfikir untuk menjauhi rani apalagi sampai menceraikannya
Belum habis dari rasa kaget dengan syarat pertama, di tambah lagi syarat kedua yang terdengar sangat aneh di telinga digo
"sayang, apa makud kamu? Aku gak mau cerai. Aku mau kita tetap bersama, walaupun aku akan bertanggung jawab pada rani tapi aku tidak pernah berniat melepaskanmu, aku sayang kamu rani" digo menggenggam tangan rani
Rani langsung menepis tangan digo, enggan rasanya dia bersentuhan lagi dengan laki-laki itu
"aku belum selesai ngomong mas, tolong hargain aku!" rani hampir kehilangan kesabarannya, sebenarnya sudah dari tadi dia ingin berteriak dan memaki-maki digo dari tadi, tetapi dia enggan melakukkannya, dia tak mau lagi terlihat lemah sekarang
__ADS_1
"maaf" hanya itu yang bisa digo ucapkan
"syarat ketiga dari aku" rani menjeda ucapannya sejenak, untuk mengatur nafasnya
"aku mau rumah ini jadi milik aku, dan sisa nya kita bagi dua secara adil, lalu... Soal perceraian, aku akan memberitahukan pada keluargaku terlebih dahulu baru akan ke pengadilan dan menggugat cerai kamu" rani sudah memikirkan semua hal ini sejak tadi malam, karena matanya tak lagi ingin terpejam karena selalu memikirkan perselingkuhan suaminya.
"sayang, rumah ini memang untukmu, aku tak masalah soal itu, tapi aku tidak bercerai, aku yakin kita bisa hidup sama-sama dengan damai, aku mohon" digo seperti seorang pengemis
"ya itu enak di kamu doang dong mas! Ogah aku di madu, apalagi dia asisten pribadiku, sampai kapanpun aku gak mau di madu, titik!" rani tak lagi menghiraukan emosi nya yang akan segera meledak itu, dia muak sekali mendengar hal menjijikkan itu dari mulut suaminya
"sudah, tak usah mendebat ku lagi mas, sekarang kau susul lah selingkuhan mu itu, dan beritahu padanya tentang kabar gembira soal perceraian kita, ku yakin, itu yang dia mau" ucap rani sinis
"lyra gak kayak gitu, dia sayang sama kamu rani"
"sayang? Sayang sampe rela tidur bareng sama suami aku karena aku udah ga bisa melayani mu di ranjang lagi, itu yang di sebut sayang? Berzina sampai hamil?" air mata di pelupuk mata rani sudah siap berjatuhan, andaikan ini hanya mimpi, mungkin rani akan bersyujud syukur, tapi nyatanya tidak, mimpi buruk ini benar-benar menimpa dirinya
"rani, jaga ucapanmu, jangan menghina dia seperti itu, disini aku yang salah, aku yang suka duluan sama dia, aku yang pertama deketin dia, lyra ga salah sama sekali dalam hal ini, ingat itu!"
"ohh, jadi yang murahan disini itu kamu, ya mas? Tapi apa bedanya sih mau kamu yang suka duluan atau lyra. Toh ujung-ujungnya dia tetap ngangkang buat kamu" rani benar-benar tak terkontrol lagi, dia berbicara seakan-akan dia tidak takut jika digo akan marah dan main kasar
"rani, jaga ucapan mu!" teriak digo sangat keras dan menepuk meja makan, rani pun terperanjat mendengarnya
Beberapa asisten dirumah itu mengintip bosnya yang sedang bertengkar itu, semuanya jadi penasaran kenapa pasangan romantis itu tiba-tiba bertengkar hebat pagi ini.
Bik tum yang juga ada di kerumunan para asisten hanya diam saja tak mau membeberkan aib tuan nya
__ADS_1
"waw mas, jadi ini dirimu yang sebenarnya, aku kaget loh! Dulu kamu itu sangat dingin sama cewek lain, dulu aku adalah cinta matimu, dimana sosok digo yang dulu sangat mencintaiku, dimanaaaa!!!!!" air mata rani akhirnya tumpah, dia tak lagi bisa menahannya lebih lama lagi.
hay, jangan lupa like dan komen ya, biar makin semangat buat up 😁