Kelabu Diujung Rindu

Kelabu Diujung Rindu
eps 18


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, digo dan lyra pulang lagi ke villa, mereka tidak bisa terlalu lama di mansion keluarga grishham, karena kondisi yang tak memungkinkan


"lyra, kamu jangan mikir yang aneh-aneh lagi ya, secepatnya aku akan menyelesaikan masalah ini" sekarang mereka tengah duduk di kursi pinggir kolam renang


"aku harus gimana? kita sudah ketahuan sama papa dan mamamu, gimana jika orang tuaku tau? Pasti mereka akan kecewa sekali" lyra masih terbayang wajah kecewa orang tuanya jika mereka tau ulah anaknya


"aku akan menjelaskan dan meyakinkan mereka, bila perlu, nanti aku minta papa yang minta restu pada orang tuamu, sekarang ada hal lain yang harus kamu lakukan" digo berbicara sangat serius kali ini


"apa itu?" lyra jadi penasaran


"kamu harus secepatnya berhenti bekerja dengan rani, jangan buru-buru, kamu harus mencari alasan yang tepat agar dia tidak curiga, dan aku juga akan mencari orang lain untuk mengganti dirimu jika sudah berhenti bekerja nanti"


"baiklah, aku akan coba mencari alasan yang tepat" lyra setuju dengan pendapat digo, hitung-hitung untuk mengurangi rasa bersalahnya pada rani, jika ia bertemu setiap hari maka dia akan selalu dihantui rasa bersalah.


Sore harinya lyra sudah sampai dirumah, diantar oleh digo di tempat dimana lyra di jemput. Digo tak langsung pulang setelah mengantar lyra, dia masih punya waktu sehari lagi baru bisa pulang.


digo menginap di hotel dimana dia pernah memuaskan lyra waktu itu, ia menginap disana sebelum ia benar-benar pulang besok


"halo, rudi.. datang lah ke hotel xxx kamar no xxx. Aku tunggu sekarang, ada hal penting yang harus kita bahas" digo menelpon rudi asisten pribadinya. Dia bukan cuma sekedar asisten, tapi juga teman lama digo selama kuliah, rani juga kenal baik dengan rudi


Tak butuh waktu yang lama bagi rudi untuk datang, dia selalu melakukan semua perintah digo dengan baik dan cekatan


tukk tukkk tukkk.


Pintu kamar digo di ketuk, digo sudah tau siapa yang datang dan langsung membuka pintu kamarnya


"heyy, gimana kabar lo, enak ya lo, bisa liburan 3 hari, gue di kantor sengsara nyelesain semua tugas lo" rudi langsung saja masuk dan duduk di sofa, mereka jika di luar tidak seperti bos dan atasan, tapi lebih seperti sahabat


"cih.. Kau pikir dengan libur otakku akan ikut libur" digo menendang kaki rudi yang ia rentang keatas meja


"apalagi masalah lo?" rudi acuh tak acuh, ia sudah muak mendengar keluh kesah sahabatnya itu, akhir-akhir ini digo selalu membahas wanita, sedangkan dirinya jomblo


"rud, gue serius kali ini, gue mau nikahin lyra seperti yang gue bilang selama ini" digo berusaha mengajak sahabatnya itu bicara serius


"what? Gila lo ya? Lo ga mikirin gimana perasaan rani nanti" rudi sebenarnya kurang setuju dengan ide gila digo kali ini


"ya semua memang sudah ada resikonya, gue udah nidurin si lyra, ditambah lagi, bokap sama nyokap gue juga udah tau semuanya" digo meneguk minumannya


"astaga naga, kok lo jadi jahat gini sama rani, padahal dulu lu cinta mati sama dia, sampe-sampe ga pernah ngelirik cewek lain selain rani"

__ADS_1


"ya itu dulu men, sekarang perasaan gue udah goyah, gue udah cinta dan sayang banget sama lyra"


"ya udah sih terserah lo aja, gua ga mau ikut campur soal asmara lo yang ga jelas ini" rudi menuang minumannya kedalam gelas dan meminumnya hingga tandas


"gue mau lo cari apartemen buat lyra, apartemen yang nyaman dan yang terpenting aman dari jangkauan rani, aku ga mau nanti setelah lyra selesai bekerja dia terusik" digo mulai menjelaskan keinginannya


"gampang lah" rudi mulai bangkit dan mencari beberapa makanan di kulkas


"ga cuma itu, apartemen nya juga harus lengkap dengan perabotan, dan pakaian bagus dan bermerk, juga harus sudah tersedia di dalam lemarinya, aku mau dia menikmati semua hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya" digo tidak main-main kali ini


"wow, cowo idaman banget lo" cerocos rudi


"sial, makanya cari pacar, biar tau gimana rasanya lo berkorban untuk cwek lo"


"halah ribet!"


"cih, dasar, jomblo bangkotan!" akhirnya obrolan serius tadi di akhiri dengan ejekan masing-masing dari mereka yang sudah jadi kebiasaan mereka sejak lama jika di luar jam kerja



pagi hari lyra sudah tiba di rumah rani, dia sudah bersiap bekerja kembali seperti biasa. Dia berusaha untuk tidak nampak gugup, berulang kali ia meyakinkan hatinya sebelum dia benar-benar bertemu dengan rani hari ini




"sehat mbak, makasih ya mbah udah ngizinin saya buat pulang, saya jadi lega bisa ketemu bapak sama ibuk"



"iya lyra, aku juga ga keberaran kok" rani tersenyum pada lyra, kemudian dia kembali fokus pada tablet yang ada di tangannya sejak tadi.



Mereka bekerja seperti biasa, menjalani rutinitas dengan baik. Dan pulang ke rumah di sore hari nya



Digo pulang ke rumah disaat jam makan malam di rumah mereka. Sehingga ketika dia sampai ia langsung di sambut hangat oleh istri nya dan langsung makan malam bersama istrinya. Digo sangat pandai ber-akting, suatu hal baru yang belum rani ketahui

__ADS_1



"sayang, kamu pasti capek banget kan?" rani memeluk digo, saat ini mereka sudah berbaring di kamar.



"iya sayang, tapi udah jadi tanggung jawab aku sebagai pemimpin perusahaan, semua harus aku hendel agar mendapatkan hasil yang baik dan memuaskan" digo tampak meyakinkan, rani yang polos itu hanya tersenyum bangga pada suaminya yang sudah bekerja keras selama ini



"coba aja kita udah punya anak, pasti dia juga akan ikut bangga sama kamu" rani menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik digo



"semua atas kuasa tuhan sayang, dia yang paling tau kapan dia harus menitip kan rezeki anak pada kita, kita hanya bisa berdoa dan berusaha saja, tuhan ga tidur, dia pasti akan menjawab doa kita suatu saat nanti" digo mengelus rambut rani



Sebenarnya terbersit rasa bersalah jika rani sedang memeluknya begini, rasa iba mulai menyimutinya, tapi ia sadar, ada orang lain yang ia cintai yang juga harus ia pertanggung jawabkan, karena berani berbuat artinya berani juga bertanggung jawab



"tapi, dengan kondisi ku yang sekarang, apakah ada kemungkinan aku bisa hamil?" rani sangat menginginkan seorang anak, tapi tuhan belum memberikan rezeki padanya



"pasti bisa sayang, kita akan berusaha mencari jalan agar keinginan kita bisa tercapai, aku akan mencari dokter terbaik untukmu" rani tersenyum lebar mendengarnya



"sekarang tidurlah, aku capek hari ini, mimpi yang indah ya sayang" cupp digo mencium bibir rani



"oke sayang, good night" rani menarik selimutnya dan mencoba untuk terlelap malam ini



Hay semua, jangan lupa dukung aku ya, dengan cara like, komen dan vote, terima m

__ADS_1


Kasih ☺️


__ADS_2